KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Hipertensi dan sindrom metabolik tidak hanya menjadi persoalan kesehatan orang dewasa. Generasi Z juga dapat menghadapi risiko kedua kondisi tersebut. Karena itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (BEM FK Unila) mengangkat isu tersebut melalui Bulan Bakti 2026 bertema ARTEMIS (Action for Risk Reduction of Hypertension and Metabolic Syndrome).
BEM FK Unila menggelar kegiatan tersebut di Gedung D-1 Fakultas Kedokteran Unila, Sabtu (3/10/2026). Bulan Bakti 2026 sekaligus menjadi puncak rangkaian Medora Project 2026 yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi dan sindrom metabolik.
BEM FK Unila Ajak Gen Z Peduli Hipertensi
Ketua Pelaksana Bulan Bakti Medora Project 2026, Jeraldy Wijaya, mengatakan Bulan Bakti menjadi salah satu rangkaian Medora Project yang mengadopsi program Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI).
Program tersebut membawa agenda mahasiswa kedokteran tingkat nasional ke lingkungan perguruan tinggi masing-masing. Tahun ini, BEM FK Unila memilih hipertensi dan sindrom metabolik sebagai fokus utama edukasi.
Jeraldy mengatakan isu tersebut semakin relevan karena generasi muda juga dapat mengalami masalah kesehatan yang selama ini kerap dikaitkan dengan kelompok usia lebih tua.
“Apalagi tahun ini temanya tentang hipertensi dan sindrom metabolik. Gen Z juga sudah bisa mengalami hipertensi dan sindrom metabolik,” ujar Jeraldy.
Melalui tema ARTEMIS, BEM FK Unila ingin mendorong generasi muda mengenali faktor risiko sekaligus membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat sejak dini.
Edukasi Kesehatan BEM FK Unila Menjangkau Sekolah dan Puskesmas
Sebelum menggelar puncak Bulan Bakti 2026, BEM FK Unila memperluas edukasi kesehatan melalui roadshow. Tim mengunjungi sekolah dasar, sekolah menengah atas, dan puskesmas untuk menyampaikan informasi mengenai hipertensi dan sindrom metabolik.
Selain mahasiswa, kegiatan tersebut melibatkan dokter dan dosen yang memiliki keahlian di bidang terkait. Dengan demikian, peserta memperoleh informasi kesehatan dari tenaga profesional.
BEM FK Unila juga membawa rangkaian edukasi langsung ke masyarakat Desa Hanura melalui dua kali intervensi dalam Main Act.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapat edukasi mengenai hipertensi dan sindrom metabolik. Selain itu, dokter dari Lingkaran Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (LAKUNA) memberikan konsultasi kesehatan gratis serta obat secara gratis sesuai kebutuhan layanan.
Bulan Bakti 2026 Gabungkan Edukasi, Olahraga dan Kreativitas
Pada puncak Bulan Bakti 2026, BEM FK Unila mengajak masyarakat umum, siswa SMA dan SMK, mahasiswa Unila, serta mahasiswa dari perguruan tinggi lain untuk mengikuti kegiatan.
Tidak hanya mengandalkan sesi edukasi, panitia mengemas Main Act dengan aktivitas yang lebih dekat dengan keseharian generasi muda.
Salah satunya melalui kolaborasi dengan komunitas yoga Prana Loka. Kegiatan tersebut mengajak peserta mengenal aktivitas fisik sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Selain itu, lomba poster memberi ruang bagi pelajar untuk menyampaikan pesan kesehatan melalui karya kreatif. Dengan pendekatan tersebut, BEM FK Unila memadukan edukasi kesehatan dengan aktivitas fisik dan kreativitas.
ARTEMIS Dorong Upaya Pencegahan Hipertensi Sejak Dini
BEM FK Unila berharap edukasi melalui ARTEMIS tidak berhenti pada pelaksanaan Bulan Bakti 2026. Sebaliknya, pengetahuan yang peserta dapatkan dapat mendorong perubahan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
FK Unila juga diharapkan terus memperluas kegiatan promotif dan preventif. Upaya tersebut dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendukung pencegahan hipertensi dan sindrom metabolik di Lampung.
Ke depan, penyelenggara berharap kegiatan serupa menjangkau lebih banyak masyarakat. Dengan jangkauan yang semakin luas, edukasi kesehatan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Pesan BEM FK Unila untuk Peserta Bulan Bakti 2026
Jeraldy mengajak seluruh peserta menjaga kesehatan dan menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada peserta yang telah mengikuti Bulan Bakti 2026.
“Be strong, Wellness Rangers! Semoga kita semua akan bertemu lagi di Bulan Bakti berikutnya,” ujar Jeraldy.
Melalui ARTEMIS, BEM FK Unila menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat hadir melalui pendekatan yang dekat dengan generasi muda. Selain meningkatkan pemahaman tentang hipertensi dan sindrom metabolik, kegiatan ini juga mengajak peserta membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.***






