APBD Lampung 2027 Fokus Hilirisasi Pertanian dan Penguatan Ekonomi Desa

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung mengarahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mengembangkan hilirisasi komoditas unggulan.

Melalui kebijakan tersebut, Pemprov Lampung ingin meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat. Pemerintah juga mendorong pembangunan infrastruktur dan peningkatan keterampilan warga desa untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Lampung menyampaikan arah kebijakan itu melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Lampung, Kamis (22/10/2026). Dalam rapat tersebut, gubernur menjawab pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD Lampung 2027.

Gubernur mengapresiasi seluruh fraksi DPRD yang telah menyampaikan pandangan, saran, dan masukan. Ia menilai berbagai masukan tersebut membantu pemerintah menyempurnakan kebijakan anggaran daerah.

Menurutnya, APBD tidak hanya mengatur pendapatan dan belanja. Anggaran daerah juga menentukan arah pembangunan serta mencerminkan tanggung jawab pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.

“APBD bukan sekadar dokumen keuangan. APBD adalah dokumen pembangunan, keberpihakan, sekaligus cerminan tanggung jawab moral kita kepada masyarakat Lampung,” ujarnya.

APBD Lampung 2027 Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan

Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Namun, peningkatan produksi saja belum cukup untuk memaksimalkan nilai ekonomi komoditas daerah.

Karena itu, Pemprov Lampung mendorong pelaku usaha mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah. Strategi hilirisasi ini dapat memperluas peluang usaha sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.

Pemerintah ingin menghubungkan sektor pertanian dengan industri pengolahan dan perdagangan. Melalui langkah tersebut, pelaku usaha berpeluang menjangkau pasar nasional maupun global.

Selain meningkatkan nilai jual komoditas, hilirisasi juga dapat membuka lapangan usaha baru. Masyarakat pun berpeluang memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan pengolahan dan pemasaran produk unggulan daerah.

BACA JUGA :  Sempat Dipelihara Warga di Bogor, Orang Utan Sumatra Akhirnya Dipulangkan ke Habitatnya

Program Desaku Maju Perkuat Ekonomi Desa

Pemprov Lampung melanjutkan program Desaku Maju pada 2027 untuk memperkuat ekonomi perdesaan dan memperluas pemerataan pembangunan.

Program ini mengusung empat pilar utama:

  1. Meningkatkan produktivitas pertanian.
  2. Menambah nilai ekonomi komoditas unggulan.
  3. Mengembangkan keterampilan dan kapasitas sumber daya manusia desa.
  4. Mempercepat pembangunan konektivitas infrastruktur.

Keempat pilar tersebut saling mendukung dalam menggerakkan ekonomi desa. Peningkatan produksi menyediakan bahan baku, sedangkan hilirisasi membuka peluang pengolahan dan pemasaran produk.

Pada saat yang sama, pelatihan keterampilan membantu masyarakat meningkatkan kompetensi kerja. Infrastruktur yang memadai juga mempermudah pelaku usaha mengirimkan hasil produksi ke pasar.

Dengan pendekatan ini, Pemprov Lampung ingin mendorong desa menjadi pusat kegiatan ekonomi yang produktif. Pemerintah juga berharap masyarakat memperoleh lebih banyak peluang untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan.

Pupuk Hayati dan Bed Dryer Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

Dalam sektor pertanian, Pemprov Lampung mendorong penggunaan pupuk hayati cair untuk mendukung produksi berkelanjutan. Petani dapat memanfaatkan pupuk tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kesuburan tanah.

Selain itu, penggunaan pupuk hayati diharapkan membantu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk sintetis. Petani juga berpeluang menekan biaya produksi dan mengembangkan kemandirian pupuk organik melalui kelompok tani.

Pemerintah turut mendorong distribusi bed dryer atau mesin pengering hasil pertanian modern. Teknologi ini membantu petani menjaga mutu hasil panen sekaligus mengurangi kehilangan hasil pada tahap pascapanen.

Dengan pengeringan yang lebih baik, petani dapat mempertahankan kualitas komoditas. Mutu produk yang terjaga juga dapat meningkatkan nilai jual dan daya saing hasil pertanian Lampung.

Oleh sebab itu, pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan jumlah produksi. Pemprov Lampung juga memperhatikan kualitas hasil panen dan peluang peningkatan nilai ekonominya.

BACA JUGA :  Bantuan Pangan Beras 2026 Disalurkan di Lampung Selatan, 182 Ribu Penerima Dapat 30 Kg

Pelatihan Vokasi dan Infrastruktur Buka Peluang Ekonomi

Pemprov Lampung mendorong pelatihan vokasi berbasis desa untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. Program ini membantu warga mempelajari kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Keterampilan yang relevan dapat memperluas peluang kerja dan mendukung pertumbuhan usaha produktif. Selain itu, masyarakat desa memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan daya saing di pasar tenaga kerja.

Di bidang infrastruktur, pemerintah mendorong pembangunan dan penanganan jalan serta jembatan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. Jalan yang memadai membantu petani mengangkut hasil panen dan memperlancar distribusi barang.

Sementara itu, jembatan yang memadai mendukung mobilitas masyarakat dan kegiatan perdagangan. Kombinasi infrastruktur tersebut dapat memperkuat hubungan antara sentra produksi, pusat perdagangan, dan pasar.

Dengan konektivitas yang lebih baik, pelaku usaha berpeluang memperluas jangkauan pemasaran. Pada akhirnya, pembangunan infrastruktur dan peningkatan keterampilan dapat saling mendukung pertumbuhan ekonomi perdesaan.

Pemprov Lampung Tampung Masukan Fraksi DPRD untuk APBD 2027

Pemprov Lampung akan mencermati seluruh pandangan umum fraksi DPRD untuk menyempurnakan perencanaan dan penganggaran daerah.

Dalam proses tersebut, pemerintah mempertimbangkan prioritas pembangunan, kemampuan keuangan daerah, serta kebutuhan masyarakat. Pertimbangan ini membantu pemerintah menjaga efektivitas belanja dan memperkuat kapasitas fiskal.

Gubernur juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD. Ia mengajak kedua pihak menjaga komunikasi yang konstruktif selama pembahasan kebijakan anggaran.

Menurutnya, perbedaan pandangan tidak harus menghambat kerja sama. Sebaliknya, pemerintah dan DPRD dapat saling menghormati, menjaga kepercayaan, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Melalui pembahasan Raperda APBD Lampung 2027, Pemprov Lampung ingin mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas pemerataan pembangunan hingga ke perdesaan.

Hilirisasi komoditas unggulan, peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan sumber daya manusia, dan pembangunan infrastruktur menjadi fokus arah kebijakan tersebut. Pemerintah berharap langkah-langkah itu dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung secara berkelanjutan.

BACA JUGA :  Unila Selenggarakan Acara Bedah Buku Indonesia Naik Kelas