Ketahanan Pangan Lampung Diperkuat, Kelompok Tani Terima Bantuan hingga Rp200 Juta

KRAKATOA.ID, LAMPUNG BARAT — Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat pengentasan daerah rentan rawan pangan.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, pemerintah menjalankan program Pengentasan Daerah Rentan Rawan Pangan (PDRP).

Program tersebut berjalan pada 2020/2021. Melalui program ini, pemerintah mendorong keluarga memenuhi kebutuhan pangan dan gizi.

Selain itu, pemerintah membantu keluarga meningkatkan akses terhadap pangan. Upaya ini diharapkan dapat mengubah status daerah rentan menjadi tahan pangan.

Di sisi lain, pemerintah menjaga daerah tahan pangan agar tidak kembali rentan. Program ini juga mendukung pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemprov Lampung memberdayakan masyarakat. Pemerintah juga memperkuat kelembagaan dan penerapan teknologi.

Dengan demikian, bantuan pemerintah menjadi pemicu awal bagi kelompok untuk mengembangkan usaha.

Pemerintah Salurkan Bantuan Rp200 Juta

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Provinsi Lampung, Ir. Bani Ispriyanto, mengatakan pemerintah memulai program Pertanian Keluarga pada 2020.

Pada tahap awal, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung mengelola program melalui dana APBN.

Pada 2020, pemerintah menyalurkan Rp200 juta untuk setiap kelompok. Saat itu, dua kelompok di Lampung Barat menerima bantuan tersebut.

Kedua kelompok itu yakni Panca Karya di Pekon Waspada, Kecamatan Sekincau. Sementara itu, kelompok Mekar Makmur I berada di Pekon Tribudimakmur, Kecamatan Kebun Tebu.

“Diantaranya berupa bantuan pemerintah sebesar Rp 200 juta per kelompok yang diberikan kepada dua kelompok di Kabupaten Lampung Barat,” kata Bani Ispriyanto di Lampung Barat, Jumat, 25 Maret 2022.

Empat Kelompok Terima Bantuan

Setahun kemudian, pemerintah kembali menyalurkan bantuan. Nilainya mencapai Rp150 juta untuk setiap kelompok.

Kali ini, pemerintah menyalurkan bantuan kepada empat kelompok di empat kecamatan.

BACA JUGA :  HMEP FEB Unila Gelar EINSTEIN 2023: Bentuk Generasi Emas Melalui Transformasi Digital

Kelompok Tani Tunas Tani berada di Desa Margo Rejo, Kecamatan Tegineneng. Kemudian, Kelompok Tani Tunas Jaya berada di Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Ratai, Pesawaran.

Selanjutnya, Kelompok Cipta Karya berada di Kecamatan Ulu Belu. Adapun Kelompok Pandawa Baru berada di Kecamatan Air Naningan.

Secara keseluruhan, enam kelompok tersebut mengembangkan berbagai komoditas. Mereka menyesuaikan komoditas dengan potensi daerah masing-masing.

“Komoditas yang dikembangkan di 6 kelompok tersebut antara lain pisang cavendish, penggemukan sapi, pisang mas, talas, jagung, cabai, kubis, pepaya, ternak lele dan kambing,” kata Bani.

Jumlah Sapi Panca Karya Bertambah

Seiring berjalannya program, pemerintah terus memantau perkembangan kelompok penerima bantuan. Petugas juga melakukan pembinaan dan koordinasi lintas sektor.

Karena itu, Bani mengatakan pemerintah membutuhkan dukungan APBD dan pihak swasta. Dukungan tersebut dapat menjaga keberlanjutan program.

Kelompok Panca Karya Sekincau menunjukkan perkembangan usaha. Kelompok tersebut menerima bantuan pada 2020.

Panca Karya mengembangkan penggemukan sapi, cabai, dan pisang. Pada awal program, kelompok tersebut memiliki 9 ekor sapi.

Kemudian, jumlah sapi bertambah menjadi 10 ekor pada 2022. Selain ternak, Panca Karya juga menanam pisang cavendish dan cabai rawit.

Lahan seluas 4 hektare mendukung pengembangan tanaman tersebut.

Sementara itu, kelompok Tribudi Makmur mengembangkan usaha peternakan. Kelompok itu kini memiliki 78 ekor kambing.

Tidak hanya peternakan, mereka juga menanam pisang di lahan seluas 47 hektare.

Kelompok Tanggamus Kembangkan Kambing dan Jagung

Di wilayah Tanggamus, Kelompok Pandawa Baru terus mengembangkan usahanya. Saat ini, kelompok tersebut memiliki 55 ekor kambing.

Selain itu, mereka menanam jagung di lahan seluas 2 hektare. Tanaman tersebut sudah panen dan kembali mereka budidayakan.

Sementara itu, Kelompok Cipta Karya kini memiliki 39 ekor kambing. Mereka juga mengembangkan tanaman kubis dan cabai.

BACA JUGA :  HUT Korpri ke-54, Wali Kota Eva Dwiana Dorong Transformasi Digital ASN Bandar Lampung

Kelompok Pesawaran Kembangkan Ternak

Berbeda dengan kelompok di Tanggamus, Kelompok Taruna Tani di Pesawaran mengembangkan beragam jenis usaha.

Sebanyak 21 ekor kambing kini mereka pelihara. Selain itu, kelompok tersebut memiliki 200 ekor ayam KUB.

Tidak berhenti di sana, mereka juga memelihara 2.000 ekor ikan lele.

Di sektor tanaman, Taruna Tani menanam terong, timun, tomat, cabai, dan jagung.

Sementara itu, Kelompok Tunas Jaya memiliki 69 ekor kambing. Mereka juga mengembangkan pisang mas dan talas.

Pemerintah Bantu Alat Pengolahan

Selain bantuan ternak dan tanaman, Pemprov Lampung menyalurkan bantuan alat pengolahan pangan pada 2021.

Pemerintah menggunakan APBD Provinsi Lampung untuk program tersebut. Melalui bantuan ini, kelompok mendapat dukungan untuk mengolah hasil pertanian.

Kelompok Wanita Tani Cempaka di Kecamatan Sekincau menerima bantuan alat. Begitu pula Kelompok Tani Sri Tani di Pesawaran yang menerima bantuan serupa.

Bani mengatakan alat tersebut membantu kelompok meningkatkan kemandirian. Selain itu, peralatan tersebut turut membantu kelompok meningkatkan pendapatan.

Hasil pertanian kemudian mereka olah menjadi berbagai produk pangan. Misalnya, kelompok membuat kue basah dan cookies atau kue kering.

Tidak hanya itu, mereka juga memproduksi kopi bubuk, saus, gula semut, dan jahe bubuk. Mesin penepung pisang membantu proses produksi.

Di samping mesin penepung, pemerintah menyediakan sejumlah alat pendukung. Bantuan tersebut mencakup continuous sealer, perajang singkong dan pisang, alat penggorengan, spinner, serta timbangan digital.

Produk Lokal Terus Dikembangkan

Dengan berbagai bantuan tersebut, kelompok memiliki peluang memperluas usaha. Bani berharap mereka terus meningkatkan produksi.

Selain meningkatkan produksi, ia mendorong kelompok memperluas pemasaran produk.

“Kedepan diharapkan produk-produk yang sudah dibuat ini akan terus dikembangkan agar kelompok semakin mandiri dan menguatkan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya.***

BACA JUGA :  Unila Gelar Lokakarya Diktisaintek Berdampak dan Program Tahun Anggaran 2026