KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Lampung mengukuhkan sepuluh duta toleransi, Sabtu (19/11/2022).
Pengurus Pemuda Katolik mengumumkan pengukuhan itu dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Pemuda Katolik se-Komda Lampung.
Sepuluh kader tersebut mewakili daerah masing-masing. Mereka berasal dari Waykanan, Tulangbawang, Lampung Tengah, Metro, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Selatan, dan Tulang Bawang Barat.
Duta Toleransi Perkuat Kerukunan
Ketua Pemuda Katolik Komda Lampung Marcus Budi Santoso mengatakan program tersebut menjadi bentuk penghargaan. Organisasi menilai para kader memiliki rekam jejak dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Selain itu, Marcus berharap para duta memperluas keterlibatan mereka. Mereka dapat ikut membangun kehidupan masyarakat Lampung yang harmonis.
“Program ini juga menjadi bagian dari orientasi Pemuda Katolik Komda Lampung. Kami ingin mengaktualisasikan peran organisasi sebagai lembaga kemasyarakatan yang berperspektif keagamaan,” kata Marcus.
Marcus menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapimda. Kegiatan berlangsung di Hotel Arinas Bandarlampung, Sabtu (19/11/2022).
Fokus Ekonomi dan Moderasi Beragama
Rapimda juga membahas sejumlah isu strategis. Salah satunya menyangkut pembangunan ekonomi daerah.
“Kami mengangkat tema ‘Akselerasi Pemuda Katolik dalam Penguatan Ekonomi dan Memperkokoh Moderasi Beragama untuk Lampung Berjaya’,” ujar Marcus.
Selanjutnya, Keuskupan Sufragan Tanjungkarang memberikan apresiasi atas program tersebut.
Delegatus Ad Omnia Keuskupan Tanjungkarang, Romo Yohanes Samiran, SCJ, berharap Pemuda Katolik terus menjalankan perannya.
Ia juga mendorong para duta untuk mengedukasi masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut dapat memperkuat pemahaman tentang toleransi.
“Mari mendidik masyarakat secara cerdas agar terbangun semangat yang sama,” kata Romo Yohanes.
Kesbangpol Dukung Duta Toleransi
Kepala Kesbangpol Provinsi Lampung M. Firsada turut mengapresiasi program tersebut.
Firsada berharap program itu menginspirasi organisasi masyarakat lainnya. Ia juga mendorong pemuda dari berbagai organisasi untuk ikut menguatkan toleransi.
“Saya mengucapkan selamat kepada para duta toleransi. Semoga mereka dapat mengemban tugas dengan baik,” kata Firsada.
“Semoga program ini juga memicu semangat pemuda di organisasi lain,” lanjutnya.
Rapimda Bahas Kapasitas Kader
Sementara itu, Ketua Panitia Rapimda Pemuda Katolik Lampung Vincensius Soma Ferrer menjelaskan rangkaian kegiatan.
Panitia menggelar Rapimda pada 19-20 November 2022. Mereka juga menyiapkan sejumlah agenda pendukung.
Selain membahas penguatan ekonomi dan moderasi beragama, panitia menggelar seminar dan dialog. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader.
Panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur. Mereka berasal dari Gereja Katolik, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi pemuda Katolik.
Salah satu agenda mengangkat tema “Pemuda Bergerak, Membangun Ekonomi dalam Bingkai Toleransi.”
“Seminar ini menghadirkan beberapa narasumber. Mereka berasal dari berbagai elemen, mulai dari Gereja Katolik hingga organisasi pemuda,” kata Vincensius.
Selain itu, panitia memberikan materi penguatan iman Katolik. Mereka juga membahas pemahaman kepemiluan.
Materi tersebut membantu kader mempersiapkan diri menghadapi Pemilu dan Pemilukada 2024.***






