KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Program Studi Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung (Unila), menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Pertanian pada Kamis (31/8/2023). Martinus mengikuti ujian secara langsung di Aula Fakultas Pertanian Unila, Jalan Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1, Bandar Lampung.
Martinus mempresentasikan disertasi berjudul “Rekayasa Pembuatan Piring Sekali Pakai Berbahan Dasar Daun”. Melalui penelitian ini, ia mengembangkan piring berbahan daun sebagai alternatif pengganti plastik.
Kembangkan Piring Daun Jati
Martinus menjelaskan dua tujuan utama penelitiannya. Pertama, ia merancang dan membuat mesin pencetak piring daun jati. Kedua, ia mencetak dan menguji kelayakan piring tersebut untuk penggunaan sekali pakai.
“Penelitian piring daun ini penting untuk memanfaatkan bahan yang bersifat renewable dan biodegradable sebagai produk pengganti plastik,” kata Martinus kepada Krakatoa.id seusai ujian terbuka.
Menurut Martinus, penelitian ini sejalan dengan perkembangan teknologi serat. Inovasi tersebut juga mendukung pengembangan mesin industri dalam kerangka Prioritas Riset Nasional 2020–2024.
“Penelitian disertasi ini bertujuan untuk mendapatkan proses produksi piring daun yang memenuhi kualitas unggul dari segi ekonomis dan durabilitas. Kualitasnya diharapkan mampu bersaing dengan produk sekali pakai serupa yang ada di pasaran,” jelasnya.
Martinus menilai penelitiannya dapat membantu mengatasi persoalan sampah plastik. Ia berharap masyarakat dapat menggunakan piring daun sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.
“Keberhasilan penelitian ini akan membuka peluang pengembangan mesin pencetak wadah makanan berbahan daun. Mesin tersebut nantinya tidak hanya mencetak piring, tetapi juga berbagai bentuk wadah lainnya,” ujarnya.
Ia optimistis inovasi tersebut dapat membantu mengurangi sampah plastik.
“Penelitian ini dapat menjadi salah satu jawaban bagi masalah peradaban dunia, yaitu sampah plastik!” tegas Martinus.
Riset Berawal dari Gagasan pada 2016
Martinus mulai memikirkan pembuatan piring sekali pakai berbahan daun pada 2016. Ia kemudian bereksperimen dengan berbagai jenis daun. Namun, percobaan awalnya belum menghasilkan produk yang maksimal.
Kesibukan mengajar sempat membuatnya menunda pengembangan ide tersebut. Pada awal 2022, ia kembali melanjutkan penelitian.
“Sebenarnya ide membuat piring berbahan daun ini berawal dari banyaknya sampah plastik yang tidak bisa terurai. Diketahui, Indonesia menempati posisi kedua setelah Cina dalam produksi sampah plastik,” kata Martinus.
Tingginya penggunaan produk plastik mendorong Martinus mencari alternatif berbahan alami. Ia melihat Indonesia memiliki sumber bahan baku daun yang melimpah dan mudah ditemukan.
“Kita bersyukur hidup di Indonesia yang memiliki dua musim, musim hujan dan kemarau. Bahan baku daun yang bisa dijadikan piring berserakan dan bisa dijumpai di mana-mana. Kenapa tidak kita manfaatkan daun-daun itu menjadi produk yang bermanfaat bagi banyak orang?” ujarnya.
Martinus kembali bereksperimen dengan beberapa jenis daun hingga akhirnya berhasil menyelesaikan penelitiannya.
“Akhirnya saya coba lagi untuk membuat piring berbahan daun. Setelah mencoba beberapa daun, alhamdulillah pada hari ini, Kamis, 31 Agustus 2023, saya berhasil menyelesaikan program studi doktor dengan disertasi berjudul ‘Rekayasa Pembuatan Piring Sekali Pakai Berbahan Dasar Daun’,” ungkapnya.
Berharap Kurangi Sampah Plastik
Martinus menghabiskan waktu cukup lama untuk menemukan bahan daun yang tepat. Ia mencari daun yang cukup tebal dan tidak mudah sobek.
Ia juga menguji ketahanan piring saat menampung makanan berkuah. Piring harus mampu menahan cairan tanpa mudah bocor atau robek.
“Saya berharap piring sekali pakai berbahan dasar daun ini bisa digunakan oleh masyarakat luas untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia, khususnya Lampung,” tuturnya.
Martinus mengembangkan beberapa bentuk wadah berbahan daun. Selain piring, ia juga membuat mangkuk dan wadah kue.
Unila Apresiasi Inovasi Martinus
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan TIK Unila, Dr. Ayi Ahadiat, S.E., MBA., mengapresiasi gagasan Martinus. Ia menilai inovasi piring sekali pakai berbahan daun sebagai ide yang brilian.
Ayi menilai gagasan tersebut menjadi kebanggaan bagi Fakultas Pertanian Unila. Ia berharap karya Martinus dapat mengharumkan nama universitas sekaligus menunjukkan kompetensi lulusan doktor Unila.
“Dengan adanya gagasan membuat piring berbahan dasar daun, diharapkan bisa mengangkat nama Universitas Lampung yang telah menciptakan doktor yang kompeten,” ujar Ayi.
Ayi berharap masyarakat luas dapat memanfaatkan produk tersebut. Ia juga mendorong Martinus mengembangkan produksi massal agar piring daun menjadi alternatif wadah plastik.
“Piring berbahan dasar daun bisa digunakan masyarakat luas sehingga dapat mengurangi penggunaan produk berbahan plastik,” tutup Ayi.






