KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — SMA Xaverius Bandar Lampung dan SMP Xaverius 2 Bandar Lampung mengenang teladan dan semangat Santo Fransiskus Xaverius yang tak pernah gentar dalam menyebarkan misinya mewartakan injil Tuhan.
Pada Selasa, 3 Desember 2024 merupakan hari penting sekolah ini merayakan pesta pelindung sekolah Santo Fransiskus Xaverius. Santo Fransiskus Xaverius bagian dari jiwa Xaverius yang terus tumbuh dan melekat, ajarannya sebagai pondasi bagi sekolah dalam mewujudkan sebuah misi mewujudkan untuk mewartakan injil Tuhan dengan kasih.
Setiap tahun SMP Xaverius 2 Bandar Lampung dan SMA Xaverius Bandar Lampung selalu merayakan Pelindung Sekolah Santo Fransiskus Xaveriusbersama.
Kesyahduan yang terlihat selama misa berlangsung menambah momen kesakralan hari itu. Misa berlangsung selama satu jam dipimpin Oleh RD. Lukas Radhitya Christianto.
Petugas koor gabungan guru dan siswa SMA Xaverius Bandar Lampung, petugas lainnya adik- adik SMP Xaverius 2 Bandar Lampung. Perayaan tersebut ditutup dengan persembahan manis dari adik-adik SMP Xaverius 2 Bandar Lampung dengan berpuisi dan menyanyikan lagu Santo Fransiskus Xaverius.
Pada kutipan homili yang disampaikan RD. Lukas Radhitya Christianto mengatakan bahwa Santo Fransiskus Xaverius adalah tokoh yang rela meninggalkan segala keindahan duniawi untuk menjadi misionaris mewartakan injil Tuhan ke berbagai tempat, kesaksian dan kebanggaanya terhadap Tuhan Yesus menjadi teladan dan semangat bagi kita untuk dapat melakukan hal yang sama pada masa kini.
Terlebih lagi Santo Fransiskus Xaverius mengatakan “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, namun kehilangan jiwanya?” Pertanyaan ini sungguh mempengaruhi sikapnya yang mengilhami jalan hidupnya sehingga ia berani mengabdikan seluruh hidupnya sebagai seorang Abdi Allah bagi penyebaran Injil dan pembangunan Kerajaan Allah di dunia”
“Hal itu semakin memperjelas kepada kami semua betapa cinta dan bangganya Santo Fransiskus Xaverius pada Yesus, maka ini dapat menjadi sebuah cambukan bagi kita untuk dapat meneruskan teladan Beliau dalam hidup versi masa kini, dimana tuntutan dan perkembangan zaman akan semakin mengubah pola pikir manusia menjadi lebih beragam.”
“Tentu akan memberi peluang untuk mengubah pula posisi kita sebagai pewarta injil, paham akan kasih dan teladan tidak cukup berarti tanpa dibarengi dengan rasa memiliki. Maka rasa memiliki berarti ikut ambil bagian dalam setiap karya pelayanan sebagai bentuk bukti diri mewujudkan warisan Misionaris dari Santo Fransiskus Xaverius,” tutup Romo Radit.***
Kontributor: Dewi Kristiani
Editor : Resti Hosiana






