KRAKATOA.ID, PESAWARAN -— Pemerintah Kabupaten Pesawaran menunjukkan komitmennya dalam menyediakan fasilitas ibadah yang layak dan representatif di lingkungan kerja. Hal ini dibuktikan dengan diresmikannya Masjid Al-Muttaqin oleh Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, di Kompleks Perkantoran Pemkab Pesawaran, Jumat (14/2).
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti usai pelaksanaan salat Jum’at berjamaah bersama para pejabat daerah. Bupati menegaskan bahwa kehadiran masjid di pusat pemerintahan merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan antara tugas dunia dan ibadah.
“Sudah saatnya kantor pemerintahan tak hanya fokus pada pelayanan administratif, tapi juga memperhatikan kebutuhan spiritual para pegawainya. Masjid ini menjadi wujud nyata dari komitmen tersebut,” ujar Dendi.
Langkah ini dipandang sebagai teladan bagi institusi pemerintahan lainnya, khususnya di daerah, untuk tidak mengabaikan pembangunan fasilitas ibadah di lingkungan kerja. Masjid Al-Muttaqin juga menjadi simbol bahwa pemerintah serius dalam memperhatikan kehidupan rohani para ASN.
Nama Al-Muttaqin, yang berarti orang-orang bertakwa, dipilih bukan sekadar nama, melainkan sebagai harapan agar seluruh aparatur pemerintahan senantiasa menjunjung nilai-nilai ketaqwaan dalam pengabdian mereka kepada masyarakat.
“Kami ingin masjid ini aktif, tidak hanya saat salat, tapi juga menjadi tempat pembinaan moral, kajian agama, dan kegiatan sosial yang positif,” tambah Dendi.
Pembangunan masjid ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik internal Pemkab maupun masyarakat. Meski belum sepenuhnya rampung, masjid ini sudah bisa digunakan untuk beribadah. Pemerintah berharap masjid tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal, bukan hanya oleh pegawai, tapi juga masyarakat sekitar.***






