KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Kabar gembira menghampiri emak-emak dan pelaku usaha kuliner di Bumi Ruwa Jurai. Sebab, Provinsi Lampung sukses mengamankan posisi sebagai wilayah dengan tingkat inflasi terendah di seluruh Pulau Sumatera.
Berdasarkan rilis BPS per Juli 2026, angka inflasi bulanan Lampung justru minus atau mengalami deflasi sebesar -0,49 persen. Oleh karena itu, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional terpantau makin ramah bagi dompet warga.
Harga Bumbu Dapur Merosot, Ibu Rumah Tangga Makin Hemat
Keberhasilan ini membawa dampak langsung pada meja makan masyarakat. Sebab, harga komoditas utama seperti cabai rawit, bawang merah, dan cabai merah terus merosot stabil.
Sebagai contoh, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Lampung pada akhir Juli 2026 merosot hingga -1,64 persen. Kondisi ini otomatis menyelamatkan daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi nasional.
“Ibu-ibu di Lampung kini bisa bernapas lega saat berbelanja. Sebab, harga bumbu dapur tidak menyiksa kantong mereka,” ujar perwakilan Pemprov Lampung dalam rakor daring, Selasa (4/8/2026).
Lampung Timur dan Bandar Lampung Jadi Juara Stabilitas Harga
Menariknya, keberhasilan menekan harga pangan ini tersebar merata di berbagai daerah. Bahkan, Kabupaten Lampung Timur merebut predikat juara pertama wilayah paling stabil harganya se-Sumatera dengan inflasi bulanan -1,06 persen.
Tidak mau kalah, Kota Bandar Lampung menyusul di peringkat kedua nasional untuk kategori inflasi tahunan terendah sebesar 1,74 persen. Artinya, warga perkotaan maupun pedesaan sama-sama menikmati kestabilan harga bahan pokok ini.
Banjir Pasokan Beras dan Minyak Goreng Murah ke Pasar
Mengenai rahasia di balik sukses ini, Pemprov Lampung bersama Bulog membanjiri pasar lewat operasi bahan pangan murah. Sebab, langkah agresif ini ampuh memotong rantai spekulan nakal yang kerap mempermainkan harga.
Hingga 4 Agustus 2026, tim gabungan telah menggelontorkan 12,1 juta kilogram beras SPHP ke tengah masyarakat. Selain itu, pengelola juga menyalurkan 6,7 juta liter Minyakita demi menjamin ketersediaan minyak goreng di pasaran.
Siaga Penuh Hadapi El Nino dan Potensi Defisit Cabai
Meskipun pasar sedang stabil, pemerintah daerah menolak bersantai diri. Sebab, ancaman cuaca ekstrem El Nino membayangi kawasan Mesuji, Lampung Selatan, Lampung Tengah, serta Tulang Bawang.
Di samping itu, Pemprov Lampung terus memutar otak untuk menutupi kekurangan stok lokal. Sebab, daerah ini masih membutuhkan tambahan 2.780 ton bawang merah serta 4.956 ton cabai dari daerah mitra.
Oleh sebab itu, kerja sama antar-daerah menjadi kunci mutlak. Pada akhirnya, pasokan pangan yang terjaga akan mengamankan daya beli warga Lampung dalam jangka panjang.***






