Jalan Alternatif Metro-Bandar Lampung di Kebun Karet Trikora Gelap, DPRD Dorong Penerangan

LAMPUNG SELATAN – Pengguna jalan alternatif Metro-Bandar Lampung yang melintasi kawasan Kebun Karet Trikora harus meningkatkan kewaspadaan saat berkendara pada malam hari. Ruas jalan tersebut minim penerangan sehingga kondisi jalan menjadi gelap gulita ketika malam tiba.

Jalur yang melintasi kawasan perkebunan karet milik PTPN 7 itu menjadi salah satu akses masyarakat dari wilayah Metro menuju Bandar Lampung dan sebaliknya. Namun, kondisi jalan tanpa lampu penerangan membuat pengguna kendaraan kesulitan melihat kondisi jalan dengan jelas pada malam hari.

Selain minim penerangan, masyarakat juga mengeluhkan risiko kecelakaan dan keamanan ketika melintasi kawasan Kebun Karet Trikora. Karena itu, warga berharap pemerintah segera mencari solusi untuk menerangi ruas jalan tersebut.

Jalan Kebun Karet Trikora Jadi Akses Alternatif Metro-Bandar Lampung

Jalur yang melintasi Kebun Karet Trikora memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat. Ruas tersebut menghubungkan sejumlah kawasan di sekitar Jati Agung, Lampung Selatan, dengan wilayah Metro dan Bandar Lampung.

Secara khusus, ruas jalan yang menjadi perhatian berada di sekitar jalur Dusun Pal Putih, Desa Karang Anyar, hingga Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Jati Agung.

Panjang ruas yang membutuhkan penerangan mencapai sekitar 3 hingga 4 kilometer. Pada siang hari, pengguna masih dapat melihat kondisi jalan dengan cukup jelas. Namun, situasinya berbeda ketika malam karena kawasan perkebunan minim sumber cahaya.

Akibat kondisi tersebut, pengguna jalan harus mengandalkan lampu kendaraan ketika melintasi kawasan Kebun Karet Trikora.

Warga Khawatir Kecelakaan dan Kriminalitas

Masyarakat menilai minimnya penerangan dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Pengendara juga harus lebih waspada karena kondisi sekitar jalan menjadi gelap dan sepi pada malam hari.

Di sisi lain, masyarakat juga mengkhawatirkan aspek keamanan. Kondisi jalan yang gelap dapat membuat pengguna kendaraan merasa kurang nyaman ketika melintas seorang diri.

BACA JUGA :  Antrean Solar di Lampung Selatan Mengular Ratusan Meter, Sopir Tunggu hingga 5 Jam

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah memasang lampu penerangan di sepanjang ruas jalan alternatif tersebut. Penerangan dapat membantu pengendara melihat kondisi jalan sekaligus meningkatkan rasa aman ketika melintas pada malam hari.

DPRD Lampung Dorong Penerangan Jalan Kebun Karet Trikora

Anggota DPRD Provinsi Lampung Lesty Putri Utami mengatakan pihaknya akan mendorong pemerintah provinsi untuk mencari solusi terkait kebutuhan penerangan di ruas jalan tersebut.

Menurut Lesty, pemerintah perlu melihat status dan kewenangan jalan terlebih dahulu. Jika ruas tersebut masuk kewenangan jalan provinsi, ia akan mendorong Pemprov Lampung melalui Dinas Perhubungan untuk membantu penyediaan penerangan.

“Kalau kita dari perhubungan urusannya dari Dinas Perhubungan, karena kebetulan kalau itu masuknya jalan provinsi nanti saya bisa dorong untuk perbantuan dari provinsi untuk penerangan,” kata Lesty saat ditemui Krakatoa.id di Desa Marga Kaya, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, 1 September 2026.

Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan instansi dan sumber anggaran yang tepat untuk menangani kebutuhan penerangan di jalan alternatif Metro-Bandar Lampung tersebut.

Ruas Jalan Mencapai 3 hingga 4 Kilometer

Lesty menyebut ruas jalan yang membutuhkan penerangan memiliki panjang sekitar 3 hingga 4 kilometer.

“Panjang jalan sekitar tiga-empat kilometer. Berarti dari Jalan Dusun Pal Putih Desa Karang Anyar sampai Desa Rejo Mulyo, Kabupaten Jati Agung,” ujar Lesty.

Sementara itu, ruas tersebut juga menjadi jalur penting bagi masyarakat di sekitar Rejo Mulyo, Pal Putih, hingga Jati Agung.

Lesty meminta masyarakat tetap berhati-hati ketika melintasi jalan tersebut, terutama pada malam hari.

“Intinya ya harus hati-hati masyarakat ya. Apalagi melewati jalan tersebut. Apalagi memang yang utamanya itu kan jalan lingkar juga ya, jalan yang memang utama masyarakat Rejo Mulyo, Pal Putih sampai ke Jati Agung sekitar sini,” katanya.

BACA JUGA :  UPT PKLI Unila Gelar Evaluasi Studi Mahasiswa Asing Semester Ganjil 2023

DPRD Lampung Cari Opsi Dukungan Anggaran

Lebih lanjut, Lesty mengatakan akan mendorong Dinas Perhubungan Provinsi Lampung untuk melihat peluang dukungan anggaran bagi pemasangan lampu penerangan.

Jika anggaran khusus belum tersedia, ia akan mencari kemungkinan dukungan melalui program pemerintah lainnya.

“Nanti saya dorong, insya Allah di Dinas Perhubungan Provinsi Lampung. Kalaupun tidak ada kegiatan anggarannya di situ, bisa kita perbantuan dari, saya lupa ini ya, darat yang punya dari pemerintah pusat,” ujar Lesty.

Menurut Lesty, pemerintah sebelumnya juga pernah memberikan bantuan untuk kebutuhan serupa di wilayah Pesawaran. Karena itu, ia akan mencoba mencari skema dukungan yang dapat membantu penerangan jalan di kawasan Kebun Karet Trikora.

Penerangan Diharapkan Tingkatkan Keselamatan Pengguna Jalan

Ke depan, masyarakat berharap pemerintah segera menindaklanjuti persoalan penerangan di jalan alternatif Metro-Bandar Lampung tersebut.

Pemasangan lampu di sepanjang ruas Kebun Karet Trikora dapat membantu pengendara melihat kondisi jalan dengan lebih jelas. Selain itu, penerangan juga dapat meningkatkan rasa aman bagi masyarakat yang melintas pada malam hari.

Dengan kondisi jalan yang lebih terang, masyarakat dapat menggunakan jalur alternatif tersebut dengan lebih nyaman. Pemerintah juga dapat memperkuat keselamatan pengguna jalan yang menghubungkan kawasan Metro, Bandar Lampung, dan Jati Agung.

Pada akhirnya, kebutuhan penerangan di jalan yang melintasi Kebun Karet Trikora bukan hanya menyangkut kenyamanan. Penerangan juga menyangkut keselamatan dan keamanan masyarakat yang menggunakan jalan alternatif Metro-Bandar Lampung pada malam hari.***