Kakanwil Ditjenpas Lampung Perintahkan Cek Kamar Lapas Setiap Hari, Target Zero Narkoba

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Perang terhadap narkoba menjadi prioritas Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Lampung Maulidi Hilal. Ia meminta seluruh kepala satuan kerja memperketat pengawasan dan memeriksa kamar hunian setiap hari.

Maulidi menyampaikan instruksi itu dalam agenda pelantikan 32 pejabat manajerial dan nonmanajerial di Aula Kanwil Ditjenpas Lampung, Selasa (18/8/2026). Kanwil Ditjenpas Lampung juga mengambil sumpah para pejabat tersebut dalam agenda yang sama.

Menurut Maulidi, pemeriksaan harian harus memutus peredaran narkoba dan menghapus penggunaan handphone ilegal dari lingkungan lapas serta rutan.

“Lakukan pemeriksaan kamar hunian setiap hari. Untuk apa? Membersihkan narkoba, membersihkan handphone dari akar-akarnya,” tegas Maulidi.

Pemeriksaan rutin membantu petugas menemukan potensi gangguan keamanan sejak awal. Selain itu, kegiatan tersebut mempersempit celah masuknya narkoba dan handphone ilegal.

Zero Narkoba Jadi Komitmen Ditjenpas Lampung

Komitmen zero narkoba juga menuntut integritas seluruh petugas. Mereka tidak boleh membantu siapa pun memasukkan narkoba maupun handphone ke dalam lapas dan rutan.

Maulidi memberikan peringatan keras kepada petugas yang melanggar aturan tersebut.

“Kalau saja ada ketahuan petugas pemasyarakatan yang menyuplai handphone, apalagi narkoba, selesai. Tidak ada kata reserve,” tegasnya.

Pimpinan akan menindak petugas yang terbukti terlibat dalam penyelundupan. Bahkan, Kanwil Ditjenpas Lampung dapat mengusulkan hukuman berat sesuai aturan.

Sikap tersebut menunjukkan keseriusan jajaran pemasyarakatan menjalankan program zero narkoba. Pengawasan juga harus menyasar seluruh titik yang berpotensi menjadi jalur masuk barang terlarang.

Jabatan Baru Membawa Amanah Besar

Pelantikan 32 pejabat menjadi momentum bagi Maulidi untuk mengingatkan jajaran tentang tanggung jawab jabatan. Ia meminta setiap pejabat menjalankan amanah dengan penuh integritas.

“Ketika kita menyadari bahwa itu semua adalah amanah, maka pasti kita akan melakukannya dengan sebaik-baiknya. Tidak akan sembarangan, tidak akan neko-neko,” kata Maulidi.

Kesadaran tersebut akan membentuk pola kerja yang lebih bertanggung jawab. Karena itu, pejabat harus mengutamakan kepentingan organisasi dan masyarakat.

BACA JUGA :  Pemerintah Dinilai Tak Tidak Serius Tangani Pengungsi Rohingya, Warga Mulai Ambil Langkah Sendiri

Jabatan juga tidak boleh menjadi sarana mengejar kepentingan pribadi. Sebaliknya, setiap pimpinan perlu memberikan kinerja terbaik selama menjalankan tugas.

Petugas Lapas Harus Kuat Fisik dan Mental

Pekerjaan pemasyarakatan memiliki tantangan tersendiri. Setiap hari, petugas menghadapi warga binaan dengan karakter dan latar belakang yang beragam.

Kondisi tersebut menuntut fisik prima dan mental kuat. Karena itu, setiap kepala satuan kerja perlu menjaga kesiapan seluruh anggotanya.

“Petugas pemasyarakatan ini berbeda dengan ASN yang lainnya. Dia membutuhkan ketangguhan fisik yang prima karena harus berhadapan dengan sesama manusia dengan berbagai karakter dan latar belakangnya. Dia tidak bisa punya fisik yang lemah, punya mental yang lemah. Dia harus kuat mental dan fisiknya,” ujar Maulidi.

Fisik prima membantu petugas menghadapi situasi lapangan. Sementara itu, mental kuat membuat mereka mampu menghadapi berbagai karakter warga binaan.

Profesionalisme juga harus berjalan bersama ketegasan. Kombinasi keduanya membantu petugas menjaga keamanan sekaligus menjalankan pembinaan.

Pembinaan Kerohanian Warga Binaan Jadi Perhatian

Keamanan bukan satu-satunya perhatian Kanwil Ditjenpas Lampung. Jajaran juga memperkuat pembinaan mental dan kepribadian warga binaan.

Untuk mendukung program tersebut, Kanwil Ditjenpas Lampung menjalin kerja sama dengan Dewan Da’wah Islamiyah.

“Kita juga sudah melakukan MOU dengan Dewan Da’wah Islamiyah, dan itu akan mengisi di semua lapas di Lampung,” ungkap Maulidi.

Kerja sama tersebut menghadirkan kegiatan moral dan spiritual bagi warga binaan di seluruh lapas Lampung. Pembinaan itu membantu mereka mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Pada saat yang sama, petugas perlu menggabungkan pengamanan dengan pembinaan. Kedua aspek tersebut mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.

Empat Kepala Lapas dan Bapas Baru di Lampung

Pelantikan kali ini membawa empat pejabat ke posisi pimpinan satuan kerja pemasyarakatan di Lampung.

BACA JUGA :  Perpustakaan Expo Unila 2022 Dipadati 1.500 Pengunjung Per Hari

Dr. Tetra Destorie Imantoro, A.Md.IP., S.Sos., M.H. memimpin Lapas Kelas IIA Metro. Selanjutnya, Badarudin, A.Md.IP., S.H., M.H. menjalankan tugas sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda.

Jul Herry Siburian, A.Md.IP., S.H., M.M. kini memimpin Rutan Kelas IIB Kotabumi. Sementara itu, Prayudha Rachmadany, S.H., M.H. menjalankan tugas sebagai Kepala Bapas Kelas II Metro.

Keempat pimpinan tersebut menghadapi sejumlah agenda penting. Mereka harus memperkuat keamanan, memberantas narkoba dan handphone ilegal, meningkatkan pembinaan, serta menjaga integritas petugas.

32 Pejabat Perkuat Jajaran Ditjenpas Lampung

Sebanyak 32 pejabat mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan. Dari jumlah tersebut, 16 pejabat mengisi jabatan manajerial, termasuk kepala unit pelaksana teknis serta pejabat pimpinan bidang dan administrasi.

Kemudian, 16 pejabat lainnya menjalankan tugas nonmanajerial atau fungsional pada berbagai satuan kerja pemasyarakatan di Lampung.

Kini, para pejabat baru harus menjalankan arahan Kakanwil melalui tindakan nyata. Pemeriksaan kamar setiap hari menjadi salah satu langkah utama untuk memperkuat pengawasan.

Selain itu, jajaran harus memberantas narkoba dan handphone ilegal secara konsisten. Penguatan pembinaan juga perlu berjalan bersama peningkatan keamanan.

Maulidi Hilal menyampaikan pesan utama: jaga amanah, periksa kamar setiap hari, berantas narkoba dan handphone ilegal, serta bangun pemasyarakatan Lampung yang aman dan berintegritas.***