KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – SD Fransiskus 2 Rawalaut Bandar Lampung mencatat prestasi nasional pada awal 2026. Sekolah tersebut terpilih sebagai Sahabat Sekolah Dasar dan menjadi satu-satunya sekolah dari Lampung yang lolos dalam program nasional tersebut.
Prestasi ini menjadi pencapaian penting bagi SD Fransiskus 2 Bandar Lampung. Sekolah tersebut berhasil melewati tiga tahap seleksi hingga masuk dalam daftar 80 sekolah terpilih sebagai Sahabat Sekolah Dasar.
Kepala SD Fransiskus 2 Rawalaut Bandar Lampung, Sr. M. Paulis FSGM, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyampaikan hal itu kepada Krakatoa.id, Selasa (18/8/2026).
“Ya, puji Tuhan sekali. Tahun ini kami baru di awal tahun sudah mendapatkan dua prestasi tingkat nasional. Salah satunya Sahabat Sekolah Dasar,” jelas Sr. M. Paulis.
Ia menjelaskan bahwa SD Fransiskus 2 menjadi perwakilan Lampung setelah mengikuti proses seleksi dalam beberapa tahap.
“Dari seleksi tahap pertama, kedua, sampai ketiga, akhirnya 80 sekolah lolos sebagai Sahabat Sekolah Dasar. Salah satunya Fransiskus II Bandar Lampung. Kami menjadi satu-satunya perwakilan dari Lampung,” ujarnya.
SD Fransiskus 2 Bandar Lampung Jadi Agen Perubahan
Program Sahabat Sekolah Dasar tidak hanya memberikan penghargaan kepada sekolah terpilih. Kemendikdasmen juga memberikan peran khusus kepada sekolah tersebut sebagai agen perubahan.
SD Fransiskus 2 Bandar Lampung mendapat tugas untuk berbagi praktik baik kepada sekolah lain. Sekolah juga akan mengajak siswa menerapkan budaya positif dalam kehidupan sehari-hari.
Sr. M. Paulis mengatakan kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab besar bagi sekolah.
“Kami sangat bersyukur. Artinya, kami dipercaya oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menjadi agen perubahan,” katanya.
Menurut dia, sekolah akan membagikan pengalaman dalam menerapkan berbagai kebiasaan positif. Program tersebut mencakup Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Gerakan Rukun Sama Teman.
Sekolah juga akan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman. Selain itu, SD Fransiskus 2 ingin membangun sekolah yang ramah anak dan nyaman.
“Kami akan mengimbas untuk anak-anak kita di sekolah Fransiskus II dan juga sekolah-sekolah lain. Kami akan berbagi pengalaman tentang penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat serta rukun dengan teman,” ujar Sr. M. Paulis.
Bawa Budaya Positif ke Sekolah-Sekolah di Lampung
Sr. M. Paulis menjelaskan bahwa program Sahabat Sekolah Dasar memiliki tujuan yang lebih luas. Kemendikdasmen ingin mendorong sekolah dasar membangun budaya positif.
Karena itu, sekolah terpilih mendapat tugas untuk berbagi praktik baik. SD Fransiskus 2 Bandar Lampung akan mengambil bagian dalam gerakan tersebut.
“Pemerintah dan Kemendikdasmen punya program ini supaya semua sekolah akhirnya memiliki budaya yang positif. Salah satunya, sekolah kami mendapat tugas khusus untuk berbagi praktik baik,” jelasnya.
Praktik baik tersebut mencakup pembiasaan positif di lingkungan sekolah. Sekolah juga mendorong budaya saling menghargai dan hidup rukun.
Program itu diharapkan membantu sekolah menciptakan lingkungan yang aman dan menyenangkan. Pada saat yang sama, siswa dapat tumbuh dengan karakter yang lebih kuat.
Empat Siswa SD Fransiskus Ikut Program Sahabat Sekolah Dasar
Selain sekolah, empat siswa SD Fransiskus 2 Bandar Lampung juga mengikuti program Sahabat Sekolah Dasar.
Keempat siswa tersebut adalah Manuella Achiera Genilar, Miguel Diego Gunawan, Johansen Pedro Situmorang, dan Grace Veronika JK.
Kehadiran para siswa tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Mereka diharapkan dapat menjadi contoh bagi teman sebaya dalam menerapkan kebiasaan positif.
Program Sahabat Sekolah Dasar memang menempatkan murid sebagai bagian dari agen perubahan. Siswa didorong menjadi pelopor dan teladan dalam menerapkan kebiasaan baik di lingkungan sekolah.
Program Sahabat Sekolah Dasar Fokus pada Penguatan Karakter
Sahabat Sekolah Dasar merupakan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini bertujuan memperkuat karakter siswa sekolah dasar.
Program tersebut juga mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Kemendikdasmen mendorong sejumlah nilai melalui program ini. Nilai tersebut meliputi gotong royong, kepedulian, kedisiplinan, toleransi, dan semangat belajar.
Program Sahabat Sekolah Dasar juga mengimplementasikan dua gerakan utama. Keduanya adalah Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Gerakan Rukun Sama Teman.
Melalui gerakan tersebut, siswa tidak hanya menerima pembelajaran di dalam kelas. Mereka juga belajar membangun kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Sahabat Sekolah Dasar Diluncurkan pada Mei 2026
Direktorat Sekolah Dasar secara resmi meluncurkan program Sahabat Sekolah Dasar pada 8 Mei 2026.
Program tersebut kemudian memasuki tahap pembekalan. Kemendikdasmen menggelar pembekalan pada 10–13 Agustus 2026 di Yogyakarta.
Kegiatan pembekalan melibatkan kepala sekolah dan guru pendamping. Perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) juga mengikuti kegiatan tersebut.
SD Fransiskus 2 Bandar Lampung kemudian bersiap menjalankan tugas sebagai Sahabat Sekolah Dasar. Sekolah akan mulai menjalankan aksi nyata pada September hingga November 2026.
Sr. M. Paulis mengajak masyarakat menantikan berbagai kegiatan yang akan dilakukan sekolah.
“Jadi kami sangat bersyukur sekali bahwa kami boleh mewakili Lampung untuk berbagi. Nantikan aksi nyata kami mulai dari September sampai November nanti,” ujarnya.
Pada akhir November, Kemendikdasmen akan kembali mengundang sekolah terpilih dalam kegiatan Semarak Sahabat Sekolah Dasar.
SD Fransiskus 2 Siap Berbagi Praktik Baik
Terpilihnya SD Fransiskus 2 Bandar Lampung sebagai Sahabat Sekolah Dasar menjadi momentum bagi sekolah untuk memperluas dampak pendidikan karakter.
Sekolah tidak hanya membawa nama Lampung di tingkat nasional. SD Fransiskus 2 juga mendapat kesempatan berbagi pengalaman dengan sekolah lain.
Melalui program tersebut, SD Fransiskus 2 ingin menunjukkan bahwa budaya positif dapat tumbuh dari lingkungan sekolah. Kebiasaan baik juga dapat membentuk karakter siswa sejak usia sekolah dasar.
Dengan menjadi satu-satunya wakil Lampung dalam Sahabat Sekolah Dasar, SD Fransiskus 2 Bandar Lampung kini memiliki tanggung jawab baru. Sekolah akan membawa praktik baik tersebut kepada siswa dan sekolah lain selama rangkaian program berlangsung.***






