KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai berdampak pada kualitas lingkungan di sejumlah wilayah Lampung. Abu vulkanik muncul di beberapa daerah dan membuat pemerintah mengingatkan warga untuk melindungi saluran pernapasan.
Laporan paparan abu muncul di Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Pesisir Barat.
Pemerintah Provinsi Lampung mengajak masyarakat tetap tenang. Warga juga perlu mengurangi aktivitas luar ruangan ketika abu vulkanik muncul.
Jika harus keluar rumah, masyarakat perlu menggunakan masker atau pelindung pernapasan yang sesuai.
Dinkes Lampung Beri Panduan Saat Abu Masuk Rumah
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr. Johan Lius, mengingatkan warga agar tidak mengabaikan paparan abu vulkanik.
“Yang paling penting masyarakat tetap tenang dan melakukan langkah-langkah sederhana untuk melindungi kesehatan,” ujar Johan.
Menurutnya, warga dapat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika abu vulkanik berada di lingkungan sekitar.
Warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah sebaiknya menggunakan masker.
Johan juga mengingatkan warga untuk menjaga kondisi rumah agar abu tidak terus masuk.
Jika abu vulkanik masuk melalui udara, warga dapat menutup pintu, jendela, dan ventilasi untuk sementara.
Jangan Sapu Abu dalam Kondisi Kering
Johan menyarankan warga menggunakan air saat membersihkan abu yang menempel pada permukaan.
Air membantu mengurangi abu beterbangan kembali. Cara tersebut juga dapat menekan risiko warga menghirup partikel abu saat membersihkan rumah.
Warga perlu lebih berhati-hati ketika membersihkan halaman, kendaraan, atap, maupun bagian rumah yang terkena abu.
Selain menjaga lingkungan, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarga.
“Bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan atau iritasi, segera mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat,” kata Johan.
Enam Wilayah Lampung Masuk Pemantauan
Pemprov Lampung terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik di sejumlah daerah.
Enam wilayah masuk dalam laporan pemantauan, yakni Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Pesisir Barat.
BPBD Provinsi Lampung bersama Pusdalops PB Provinsi Lampung juga terus mengikuti kondisi di lapangan.
Petugas berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengetahui perubahan kondisi secara cepat.
Pemprov Lampung Minta Warga Tak Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum memiliki sumber jelas.
“Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan pemantauan dan koordinasi. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mengikuti informasi yang disampaikan melalui kanal resmi pemerintah,” ujar Ganjar.
Ganjar mengatakan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau harus mengacu pada data dari instansi teknis.
Warga juga perlu mengecek informasi mengenai arah sebaran abu sebelum menyebarkannya kepada orang lain.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, khususnya mengenai arah sebaran abu maupun perkembangan aktivitas gunung api yang belum mendapatkan konfirmasi dari instansi berwenang,” jelasnya.
Pemprov Lampung: Tetap Tenang dan Waspada
Pemprov Lampung juga menyampaikan bahwa Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau menyebut kondisi saat ini tidak menunjukkan potensi tsunami.
Gunung Anak Krakatau kini memiliki ketinggian sekitar 157 meter. Kondisi tersebut berbeda dengan 2018 ketika ketinggian gunung mencapai sekitar 390 meter dan kemudian memicu tsunami.
Meski begitu, pemerintah tetap meminta warga menjaga kewaspadaan.
Masyarakat dapat mengikuti informasi dari PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BPBD Provinsi Lampung, dan pemerintah daerah.
Kesiapsiagaan Keluarga Jadi Kunci
Pemerintah mengajak setiap keluarga menyiapkan kebutuhan penting dan obat-obatan pribadi.
Warga juga perlu mengetahui lokasi fasilitas kesehatan terdekat. Langkah sederhana tersebut dapat membantu keluarga menghadapi perubahan kondisi lingkungan.
Jika muncul gangguan pernapasan atau iritasi setelah paparan abu, warga sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
Pemprov Lampung akan terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi wilayah yang mengalami paparan abu vulkanik.
Pemerintah juga memperkuat koordinasi agar masyarakat mendapat informasi yang akurat dan dapat mengambil langkah perlindungan secara tepat.






