Jihan Nurlela Ajak Gen Z dan Content Creator Ikut Kawal Pembangunan Lampung

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengajak generasi muda, khususnya Gen Z dan content creator, ikut mengambil peran dalam pembangunan daerah. Ia menilai kekuatan media sosial dapat membantu pemerintah menyampaikan informasi sekaligus mendorong masyarakat ikut mengawasi jalannya pembangunan.

Jihan menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi Pimpinan Redaksi Majalah Srikandi Lampung di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Selasa (1/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas peran perempuan dalam pembangunan sekaligus peluang kolaborasi media dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Majalah Srikandi Lampung juga menyampaikan rencana mengangkat berbagai program pemerintah dan potensi daerah melalui pemberitaan.

Namun, Jihan melihat kolaborasi pembangunan tidak hanya membutuhkan media konvensional. Menurutnya, generasi muda dan content creator juga memiliki posisi strategis karena mampu menjangkau masyarakat melalui media sosial.

Jihan Nurlela: Media Sosial Bisa Jadi Ruang Edukasi

Jihan mengatakan pemerintah perlu membangun ruang kolaborasi dengan content creator. Ia ingin generasi muda menggunakan kekuatan media sosial untuk menyampaikan informasi pembangunan secara mudah dan menarik.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai berbagai program pemerintah. Karena itu, content creator dapat membantu menjelaskan kebijakan pemerintah dengan bahasa yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Jihan juga menilai media sosial dapat menjadi ruang pengawasan publik. Masyarakat tetap dapat memberikan kritik ketika menemukan pembangunan yang tidak sesuai.

Dengan demikian, pemerintah tidak hanya membutuhkan dukungan dalam menyebarkan informasi. Pemerintah juga membutuhkan partisipasi masyarakat untuk mengawasi pelaksanaan pembangunan.

Gen Z Bisa Bantu Lawan Misinformasi

Perkembangan media sosial membuat informasi bergerak sangat cepat. Kondisi tersebut memberikan peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah.

Jihan menilai pemerintah perlu menggandeng generasi muda agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai program pembangunan.

BACA JUGA :  Dari Mimpi Jadi Dokter hingga Pilot, Sekolah Rakyat Lampung Timur Jadi Jalan Anak Meraih Cita-Cita

“Media sosial bebas, tapi butuh patron agar terhindar dari misinformasi,” ujar Jihan.

Menurutnya, content creator dapat membantu masyarakat memahami persoalan yang terkadang memiliki aspek teknis. Salah satunya mengenai kewenangan pemerintah dalam pembangunan jalan.

Masyarakat, misalnya, perlu mengetahui perbedaan kewenangan jalan provinsi, jalan nasional, dan jalan kabupaten atau kota. Pemahaman tersebut dapat membantu masyarakat menyampaikan aspirasi kepada pihak yang tepat.

Pada saat yang sama, content creator juga dapat membantu masyarakat mengawasi kualitas pembangunan.

Jihan mengatakan masyarakat tetap dapat memberikan kritik apabila menemukan pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi.

Karena itu, ia melihat media sosial bukan sekadar tempat menyebarkan informasi. Platform tersebut juga dapat menjadi ruang edukasi dan kontrol sosial.

Majalah Srikandi Lampung Dorong Peran Perempuan

Ajakan Jihan untuk memperkuat kolaborasi dengan generasi muda muncul dalam audiensi bersama Majalah Srikandi Lampung.

Pimpinan Redaksi Majalah Srikandi Lampung Suci Hartati mengatakan media tersebut lahir dari semangat perempuan Lampung untuk berkarya dan memberikan inspirasi.

“Kami ingin berkarya dan melahirkan inspirasi dari perempuan-perempuan hebat di Provinsi Lampung,” ujar Suci.

Majalah Srikandi Lampung juga ingin bekerja sama dengan pemerintah untuk mempromosikan berbagai potensi daerah, khususnya sektor pariwisata.

Selain pariwisata, Suci menyampaikan ketertarikan mengangkat sejumlah program Pemprov Lampung. Program tersebut mencakup Desaku Maju, SMA Terbuka, Sekolah Rakyat, dan pemberdayaan UMKM.

Jihan menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai media perempuan dapat menjadi mitra penting dalam menyampaikan informasi pembangunan.

Jihan Ungkap Program Prioritas Pemprov Lampung

Dalam audiensi tersebut, Jihan juga menjelaskan sejumlah program yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Lampung.

Salah satunya ialah Desaku Maju. Program tersebut mengintegrasikan pembangunan desa melalui sektor sosial, ekonomi, dan pendidikan.

BACA JUGA :  Modern Dance SMA Xaverius Bandar Lampung Raih Juara 2 dalam Modern Dance PLC BPK Penabur 2024

Pemprov Lampung menargetkan Program Desaku Maju dapat menjangkau seluruh desa. Namun, pemerintah menyesuaikan perluasan program dengan kemampuan keuangan daerah.

Di sektor pertanian, Jihan menyebut komoditas pertanian menjadi kekuatan utama ekonomi Lampung. Sektor tersebut menyumbang lebih dari 30 persen terhadap PDRB Lampung.

Karena itu, pemerintah mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Pemprov Lampung menggunakan sejumlah instrumen, termasuk bed dryer dan Pupuk Hayati Cair (PHC).

Jihan menjelaskan bahwa pemerintah ingin petani tidak berhenti pada produksi Gabah Kering Giling. Pemerintah mendorong proses pengolahan hingga menjadi beras agar nilai tambah tetap berada di Lampung.

Pendidikan Jadi Perhatian untuk Tingkatkan IPM

Jihan juga menyoroti sektor pendidikan sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Lampung.

Ia menyebut pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sebagai tiga indikator utama dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Salah satu program yang pemerintah dorong ialah SMA Terbuka.

“SMA Terbuka adalah instrumen lompatan karena sangat fleksibel dan gratis. Seluruh kabupaten kita minta membuka SMA Terbuka bekerja sama dengan desa-desa,” kata Jihan.

Pemprov Lampung juga mendukung pengembangan Sekolah Rakyat. Saat ini, program tersebut sudah berjalan di Lampung Selatan dan Lampung Timur.

Sementara itu, pemerintah masih memproses usulan Sekolah Rakyat dari Tulang Bawang dan Lampung Barat.

Pariwisata Lampung Jadi Ruang Kolaborasi

Selain pendidikan dan pertanian, Jihan melihat sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah terus memperkuat konektivitas menuju sejumlah destinasi wisata. Kawasan Bakauheni hingga Gigi Hiu menjadi salah satu jalur pengembangan yang mendapat perhatian.

“Pariwisata Lampung sedang giat-giatnya. Secara organik kita dianugerahkan alam yang luar biasa seperti pantai dan gunung,” ujar Jihan.

BACA JUGA :  ASDP Raih Peringkat 7 BUMN Terbaik: Inovasi dan Pertumbuhan Laba Jadi Kunci Keberhasilan

Selain alam, pemerintah juga ingin mengembangkan kekayaan budaya Lampung. Jihan berharap perpaduan wisata alam dan budaya dapat menghasilkan kawasan wisata yang lebih menarik.

Dalam konteks ini, content creator memiliki peluang besar untuk mempromosikan destinasi wisata Lampung kepada audiens yang lebih luas.

Kolaborasi Perempuan, Media, dan Anak Muda

Pertemuan Jihan Nurlela dengan Majalah Srikandi Lampung menunjukkan semakin luasnya ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Perempuan dapat berperan melalui karya dan pemberitaan. Media dapat membantu menyebarkan informasi pembangunan. Sementara itu, Gen Z dan content creator dapat memperkuat komunikasi melalui media sosial.

Kolaborasi tersebut dapat membantu masyarakat memahami berbagai program Pemprov Lampung sekaligus memberikan ruang bagi publik untuk menyampaikan kritik dan aspirasi.

Bagi Jihan Nurlela, pembangunan Lampung membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

Dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, media, perempuan, pelaku usaha, petani, dan generasi muda, Pemerintah Provinsi Lampung berharap berbagai program pembangunan dapat semakin dikenal, dipahami, dan diawasi masyarakat.

Pada akhirnya, Gen Z dan content creator bukan hanya penonton pembangunan Lampung. Mereka dapat menjadi bagian dari ekosistem informasi, edukasi, promosi, sekaligus pengawasan pembangunan daerah.***