Dari Mimpi Jadi Dokter hingga Pilot, Sekolah Rakyat Lampung Timur Jadi Jalan Anak Meraih Cita-Cita

KRAKATOA.ID, LAMPUNG TIMUR — Cita-cita menjadi dokter, anggota TNI, pilot hingga pengusaha muncul dari para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung Timur.

Mimpi tersebut mereka sampaikan saat berdialog dengan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, Kamis (13/8/2026).

Bagi Jihan, beragam cita-cita itu menunjukkan satu hal penting. Setiap anak memiliki mimpi besar untuk masa depannya.

Karena itu, kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghalang. Setiap anak harus mendapat kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.

Jihan: Jangan Batasi Mimpi Anak

Pendidikan bukan hanya soal ruang kelas dan pelajaran. Lebih dari itu, pendidikan membuka jalan bagi anak untuk menentukan masa depan.

Menurut Jihan, Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan kesempatan tersebut. Program ini membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan.

“Hari ini kita tidak hanya menyaksikan peluncuran Sekolah Rakyat, tetapi juga sedang membuka pintu-pintu harapan bagi anak-anak kita,” ujar Jihan.

Selain itu, ia meminta orang tua memberikan ruang bagi anak untuk bermimpi.

Dukungan keluarga, menurutnya, dapat membangun keberanian anak. Sikap tersebut juga dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam mengejar cita-cita.

“Setiap anak mempunyai kesempatan yang sama dan mempunyai hak yang sama dalam mewujudkan mimpi mereka. Bahkan dalam bermimpi saja, anak-anak tidak boleh dibatasi,” katanya.

Ada yang Ingin Jadi Dokter hingga Pilot

Dalam pertemuan tersebut, Jihan berinteraksi langsung dengan para siswa. Ia kemudian mendengarkan cita-cita yang ingin mereka raih.

Sejumlah siswa ingin menjadi dokter. Sementara itu, siswa lainnya bercita-cita menjadi anggota TNI dan pilot.

Ada pula siswa yang ingin menjadi pengusaha. Bahkan, beberapa siswa memiliki ketertarikan pada bidang alat berat.

Beragam cita-cita itu membutuhkan dukungan dari banyak pihak.

BACA JUGA :  Pendaki Tersesat karena Mengikuti Nenek Lampu Ublik di Gunung Betung

“Oleh karena itu, pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat harus bersama-sama mengawal mimpi anak-anak kita,” ujarnya.

Peran sekolah menjadi penting dalam proses tersebut. Lingkungan belajar yang baik dapat membantu anak mengenali kemampuan dan potensinya.

Sekolah Rakyat Tak Hanya Kejar Prestasi Akademik

Pendidikan tidak boleh hanya mengejar nilai akademik. Sebaliknya, sekolah juga harus membantu membentuk karakter peserta didik.

Anak perlu tumbuh menjadi pribadi yang sehat, percaya diri, peduli, dan memiliki tanggung jawab.

“Anak-anak kita tidak hanya harus dibekali dengan kemampuan akademik dan ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter,” tutur Jihan.

Untuk itu, para tenaga pendidik memiliki peran penting dalam membangun karakter siswa.

Nilai-nilai luhur juga perlu mendapat perhatian dalam proses pembelajaran. Harapannya, Sekolah Rakyat Lampung Timur dapat melahirkan generasi yang memiliki kemampuan sekaligus karakter kuat.

Pengalaman Pribadi Jihan Jadi Pesan untuk Anak

Dalam kesempatan tersebut, Jihan turut menceritakan pengalaman pribadinya.

Ia mengaku tumbuh dari keluarga sederhana. Namun, dukungan keluarga membuatnya memiliki keberanian untuk bermimpi.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting. Kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menentukan seberapa tinggi seorang anak boleh bermimpi.

“Orang tua harus memberikan ruang kepada anak untuk bermimpi. Kondisi ekonomi tidak boleh menjadi batas bagi anak untuk menentukan masa depannya,” kata Jihan.

Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk terus mendukung pendidikan anak.

MPLS Jadi Langkah Awal

Pada kesempatan yang sama, Jihan membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Menurutnya, MPLS menjadi tahap awal bagi siswa untuk mengenal lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut juga membantu mereka membangun pertemanan.

Selain itu, para siswa dapat beradaptasi dengan suasana belajar yang baru.

BACA JUGA :  Bunda Evi Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran 2025–2030

Tahap awal tersebut diharapkan menjadi bagian dari perjalanan panjang siswa. Dari lingkungan sekolah, mereka mulai mempersiapkan diri untuk mengejar cita-cita.

Jihan: Jangan Ada Anak Kehilangan Kesempatan

Pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama.

Kolaborasi tersebut penting untuk memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan yang layak.

“Mari kita pastikan bersama bahwa tidak ada satu pun anak yang tertinggal dan tidak ada satu pun anak yang tidak dapat mengakses pendidikan,” pungkasnya.

Dengan demikian, Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung Timur diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak.

Di tempat tersebut, mereka tidak hanya belajar. Mereka juga membangun kepercayaan diri dan mempersiapkan masa depan.

Pada akhirnya, mimpi menjadi dokter, TNI, pilot, pengusaha maupun profesi lainnya dapat menjadi tujuan yang terus mereka perjuangkan.

Dari ruang sekolah itulah, perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 mulai dibangun.***