Desa TAPIS Way Kanan Resmi Dicanangkan, TP PKK Lampung Perkuat Ketahanan Pangan dan UMKM

KRAKATOA.ID, WAY KANAN — TP PKK Provinsi Lampung membawa Program Desa TAPIS ke Kampung Bakti Negara, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan, Rabu (9/9/2026). Program ini mendorong keluarga menjadi penggerak utama kesejahteraan masyarakat.

Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mencanangkan Program Desa TAPIS bersama Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah.

Batin Wulan, sapaan Purnama Wulan Sari Mirza, kemudian meninjau berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Ia melihat langsung kegiatan ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan keluarga, literasi, hingga pengembangan UMKM.

Program Desa TAPIS memiliki fokus pada pemberdayaan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. TP PKK Lampung juga mendorong desa mengembangkan potensi lokal untuk memperkuat ekonomi keluarga.

Keluarga Jadi Penggerak Utama Desa

Batin Wulan menilai keluarga memegang peranan penting dalam pembangunan masyarakat. Menurutnya, kader PKK dapat menyentuh langsung kebutuhan keluarga melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.

“Gerakan PKK ini sangat penting karena kita bisa langsung bersentuhan dengan unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga,” ujar Batin Wulan.

Ia mengatakan keluarga dapat membangun ketahanan pangan, menjaga kesehatan, mendukung pendidikan, dan meningkatkan kesejahteraan secara bersamaan.

“Dari keluarga inilah kita bisa membangun ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, sampai bagaimana anak-anak kita tumbuh dengan baik,” lanjutnya.

Karena itu, Batin Wulan mengajak kader PKK terus bergerak di tengah masyarakat. Ia meminta kader menerapkan pengetahuan yang mereka dapatkan dari berbagai kegiatan pembinaan.

Pekarangan Rumah Jadi Sumber Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan menjadi salah satu perhatian utama dalam Program Desa TAPIS Way Kanan.

Batin Wulan meninjau kebun kolektif PKK di Kampung Bakti Negara. Kader dan masyarakat menanam berbagai komoditas, seperti terong, singkong, daun bawang, kembang kol, dan cabai.

Batin Wulan mengapresiasi langkah masyarakat yang memanfaatkan lahan untuk kegiatan produktif.

BACA JUGA :  Wagub Jihan Nurlela Buka Festival Literasi Lampung 2026, Dorong Pembatasan "Screen Time" Anak

Ia kemudian mengajak warga menerapkan konsep serupa di rumah masing-masing. Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga.

“Kita berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan di kebun kolektif, tetapi juga disosialisasikan kepada masyarakat agar dapat menanam di pekarangan masing-masing untuk memperkuat ketahanan pangan,” katanya.

Pemanfaatan pekarangan juga dapat membantu keluarga menghemat pengeluaran. Masyarakat bahkan dapat mengembangkan hasil kebun menjadi produk bernilai ekonomi.

TP PKK Lampung Perkuat Kesehatan Masyarakat

Program Desa TAPIS juga menyentuh sektor kesehatan.

Batin Wulan meninjau pelayanan KB, Posyandu, pemeriksaan kesehatan gratis, dan donor darah. Ia mengapresiasi tenaga kesehatan serta kader yang terus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Lampung, Batin Wulan meminta masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

Ia juga mendorong tenaga kesehatan meningkatkan sosialisasi pemeriksaan kesehatan gratis. Menurutnya, informasi yang lebih luas dapat mendorong lebih banyak masyarakat memeriksa kondisi kesehatan secara rutin.

Cegah Stunting Mulai dari Keluarga

Batin Wulan juga memberi perhatian khusus terhadap tumbuh kembang anak.

Sebagai Bunda PAUD Lampung, ia berdialog dengan para orang tua mengenai pola asuh, penggunaan gadget, dan pemenuhan gizi anak.

Ia meminta orang tua mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital. Orang tua juga perlu memastikan anak memperoleh makanan bergizi dan pola pengasuhan yang baik.

“Jangan sampai anak-anak tidak dapat menggunakan gadget secara bijak. Itu harus ada campur tangan dari orang tua,” ujarnya.

Batin Wulan menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada makanan bergizi.

“Pencegahan stunting bukan hanya soal memberikan makanan bergizi, tetapi juga bagaimana pola asuh di lingkungan rumah. Peran orang tua sangat menentukan tumbuh kembang anak,” lanjutnya.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari pemberdayaan keluarga melalui Program Desa TAPIS.

BACA JUGA :  Dekranasda Provinsi Lampung Siap Dorong UMKM Melalui Pembentukan Kepengurusan Baru

Literasi Masuk dalam Gerakan Desa TAPIS

Selain kesehatan dan pangan, TP PKK Lampung juga mendorong peningkatan literasi masyarakat.

Batin Wulan mengunjungi perpustakaan keliling di Kampung Bakti Negara. Ia melihat koleksi buku yang tersedia dan menyerahkan bantuan buku untuk menambah bahan bacaan masyarakat.

Sebagai Bunda Literasi Lampung, ia ingin keluarga ikut membangun kebiasaan membaca sejak dini.

Menurutnya, keluarga memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan belajar anak. Orang tua dapat mendampingi anak membaca dan mengarahkan mereka menggunakan waktu secara positif.

Mesin Jahit Dorong Ekonomi Kreatif

Program Desa TAPIS juga membuka ruang bagi pengembangan ekonomi keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, Batin Wulan menyerahkan empat unit mesin jahit untuk mendukung usaha ekonomi kreatif. Ia juga menyerahkan 30 paket bantuan sosial sembako dan dua unit kursi roda kepada masyarakat yang membutuhkan.

Batin Wulan berharap penerima memanfaatkan mesin jahit tersebut untuk mengembangkan usaha.

“Semoga bantuan ini bisa membantu dan menambah semangat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Keterampilan menjahit dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Produk jahit juga dapat berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif desa.

UMKM Way Kanan Tampilkan Potensi Lokal

Ibu-ibu PKK Kecamatan Pakuan Ratu turut menampilkan berbagai produk UMKM dalam kegiatan tersebut.

Mereka membawa produk batik, makanan dan minuman olahan, hingga kerajinan tangan.

Batin Wulan mengapresiasi kreativitas masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.

Menurutnya, UMKM dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi keluarga. Karena itu, masyarakat membutuhkan pendampingan agar mampu meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.

Bupati Way Kanan Dukung Program Desa TAPIS

Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah menyambut positif langkah TP PKK Provinsi Lampung membawa Program Desa TAPIS ke wilayahnya.

BACA JUGA :  Bunda PAUD Lampung Dorong Guru TK Bentuk Generasi Emas Lewat Pengajian Akbar dan Kepedulian Sosial

Ayu menilai program tersebut memperkuat sinergi antara TP PKK Provinsi Lampung dan TP PKK Kabupaten Way Kanan.

“Kegiatan hari ini merupakan wujud nyata sinergi antara TP PKK Provinsi dengan TP PKK Kabupaten dalam upaya memperkuat gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan bagi seluruh keluarga di seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ayu.

Pemkab Way Kanan juga siap mendukung berbagai program PKK. Dukungan tersebut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi keluarga, ketahanan pangan, dan lingkungan.

Ayu berharap kegiatan tersebut mampu memotivasi kader PKK dan masyarakat untuk terus mengembangkan potensi Kampung Bakti Negara.

Desa TAPIS Harus Terus Bergerak

Batin Wulan menegaskan bahwa pencanangan Desa TAPIS hanya menjadi langkah awal.

Ia meminta kader PKK, pemerintah daerah, dan masyarakat terus mengawal program tersebut. Evaluasi juga perlu dilakukan agar setiap kegiatan memberikan hasil nyata.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal dan mengevaluasi program Desa TAPIS ini secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat nyata dirasakan masyarakat,” katanya.

Menurut Batin Wulan, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan pemberdayaan keluarga.

Kader PKK menggerakkan masyarakat. Pemerintah daerah memberikan dukungan. Sementara keluarga menjalankan berbagai kegiatan secara langsung.

“Keberhasilan program PKK adalah keberhasilan kita sama-sama,” pungkasnya.

Melalui Program Desa TAPIS di Way Kanan, TP PKK Lampung ingin memperkuat keluarga dari berbagai sisi. Ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, literasi, perlindungan anak, dan ekonomi keluarga menjadi satu rangkaian pemberdayaan.

Gerakan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari program besar. Perubahan juga dapat tumbuh dari pekarangan rumah, Posyandu, ruang baca, keterampilan, dan usaha kecil keluarga.

Dari keluarga yang kuat, masyarakat tumbuh lebih mandiri. Dari masyarakat yang mandiri, desa memiliki fondasi yang lebih kuat untuk berkembang menuju Lampung Maju dan Indonesia Emas.***