Lomba Tumpeng Meriahkan HUT RI di Marga Agung

KRAKATOA.ID, MARGA AGUNG — Anggota Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) serta Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan Tanjungkarang menjadi dewan juri Lomba Menghias Tumpeng di Stasi Marga Agung, Minggu (14/8/2022).

Panitia menggelar lomba tersebut di aula Gereja Katolik Santo Andreas Rasul Marga Agung, Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan ini memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia sekaligus mempererat kebersamaan umat Katolik setempat.

Tiga Anggota Komisi Menjadi Juri

Lidwina Reny, Padmi Hadiningsih, dan Suster Mariana HK mewakili Komisi HAK dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang sebagai dewan juri.

Lidwina Reny menjelaskan bahwa juri menilai kesesuaian tema, cita rasa, dan kreativitas setiap peserta. Karena lomba ini menyambut hari kemerdekaan, panitia meminta setiap peserta mengangkat tema kemerdekaan saat menghias tumpeng.

“Karena ini dalam rangka hari kemerdekaan, maka para peserta yang turut dalam lomba ini wajib menghias tumpeng dengan tema kemerdekaan,” jelas Reny, Minggu (14/8/2022).

Selain menilai tema dan cita rasa, juri juga meminta peserta menunjukkan anggaran belanja bahan untuk membuat tumpeng. Panitia membatasi anggaran tersebut hingga Rp250 ribu.

Sembilan Lingkungan Mengikuti Perlombaan

Sembilan lingkungan di Stasi Marga Agung mengirimkan perwakilan untuk mengikuti lomba. Setiap lingkungan mengutus tiga orang untuk menghias tumpeng selama 40 menit.

“Perlombaan yang berlangsung selama 40 menit ini diikuti 9 lingkungan dari Stasi Marga Agung. Tiap lingkungan diwakilkan dengan 3 orang,” kata Reny.

Setelah memeriksa seluruh hasil karya, dewan juri memilih tiga lingkungan sebagai pemenang. Lingkungan Santo Yohakim meraih juara pertama dengan skor 247,9. Sementara itu, Lingkungan Santa Maria menempati posisi kedua dengan skor 239,5, sedangkan Lingkungan Santo Gregorius Martir meraih juara ketiga dengan skor 231.

BACA JUGA :  Lampung Siap Dukung Swasembada Pangan Nasional, Gubernur Mirza Fokus Tingkatkan Produksi Pangan Lokal

Reny mengajak seluruh peserta untuk menjaga persaudaraan, terutama di antara umat Katolik Stasi Marga Agung. Menurutnya, kebersamaan jauh lebih penting daripada kemenangan.

“Pokoknya selalu semangat dalam kebersamaan, menang kalah nomor kesekian,” tandas Reny.

Lomba Tumpeng Mempererat Kebersamaan Umat

Ketua Stasi Marga Agung, Andreas Kamajaya, menjelaskan bahwa panitia mengadakan lomba tersebut untuk mempererat kebersamaan umat. Setelah juri menuntaskan penilaian, seluruh umat menikmati tumpeng bersama saat makan siang.

“Dimana setelah dinilai dapat dinikmati seluruh umat dengan santap siang bersama,” kata Andreas kepada Krakatoa.id, Minggu (14/8/2022).

Karena itu, Andreas berharap kegiatan tersebut dapat menjaga kekompakan umat di stasi yang ia pimpin.

“Harapannya semoga kebersamaan dan kekompakan umat Stasi Margo Agung selalu terjaga,” pungkasnya.

Pastor Kepala Paroki Santo Andreas Rasul Marga Agung, Romo Roy, juga menyampaikan harapan serupa. Ia ingin kegiatan bersama seperti ini mendorong umat untuk semakin akrab, bersatu, dan aktif bekerja sama dalam berbagai kegiatan gereja maupun masyarakat.

“Harapannya dengan kegiatan ini umat semakin guyub, semakin bersatu, semakin bisa bersinergi bekerja sama. Terlibat aktif di berbagai macam kegiatan, saling meringankan,” kata Romo Roy kepada Krakatoa.id, Minggu (14/8/2022).

Lebih lanjut, Romo Roy menekankan pentingnya membangun persaudaraan sejati melalui berbagai kegiatan bersama. Dengan demikian, umat dapat saling memahami dan menerima sesama sesuai dengan potensi masing-masing.

“Umat semakin akrab, semakin sejati, semakin bisa memahami, mengerti sesama dengan apa adanya, dengan potensi yang dipunyai masing-masing umat,” tambahnya.

Gereja Turut Merawat Kemerdekaan Indonesia

Romo Roy menilai lomba menghias tumpeng memberi kesempatan kepada umat untuk menunjukkan potensi dan kreativitas mereka. Ia berharap umat dapat mengembangkan kemampuan tersebut demi kemajuan Gereja, masyarakat, bangsa, dan negara.

BACA JUGA :  Kapolri Pastikan Stok BBM Bersubsidi Terjamin dan Tepat Sasaran

Menurut Romo Roy, perayaan HUT RI ke-77 menegaskan keterlibatan Gereja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, ia mengajak umat merawat kemerdekaan dan meneruskan perjuangan para pahlawan melalui tindakan nyata.

“Tidak kalah penting, kegiatan ini mau menunjukan komitem Gereja bahwa Gereja menjadi bagian dari negara, warga bangsa Indonesia. Maka kita bertanggung jawab untuk merawat, mengisi, memelihara kemerdekaan yang dianugarahkan oleh Allah melalui para pahlawan dan pejuang,” tandasnya.

Romo Roy juga mengajak umat mensyukuri kemerdekaan sebagai anugerah Allah. Ia berharap kegiatan tersebut mendorong umat mempererat persaudaraan, memperkuat gotong royong, dan menjaga persatuan.

“ Kemerdekaan adalah anugerah Allah. Maka sebagai anak bangsa kita wajib untuk beryukur. Dan diharapakan dengan kegiatan ini, dapat lebih lagi merapatkan barisan dan saling bergandengan tangan,” pungkasnya.

Lomba Menghias Tumpeng di Stasi Marga Agung tidak hanya memeriahkan HUT RI ke-77, tetapi juga memperkuat persaudaraan umat. Melalui kegiatan ini, umat mengembangkan kreativitas, menjaga kekompakan, dan menunjukkan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat serta berbangsa.***