Weekend SMA Xaverius Bandar Lampung Gelombang Kedua: Bangun Sikap Respek, Lawan Bullying

KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG – Kegiatan Weekend SMA Xaverius Bandar Lampung gelombang kedua kembali digelar pada Jumat, 15 Agustus 2025, dan diikuti oleh 80 siswa dari berbagai kelas. Kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB dengan suasana penuh antusias.

Seperti pada gelombang pertama, kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Xaverius, dilanjutkan dengan doa bersama dan sesi dinamika kelompok. Setelah itu, peserta langsung mengikuti sesi materi utama.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah “Kisah Membangun Sikap Respek sebagai Bentuk Pengembangan Diri” yang dibawakan oleh Octa Reni Setiawati, M.Psi, seorang psikolog muda. Dalam sesinya, Octa membahas isu bullying, sebuah fenomena sosial yang meskipun sering terdengar, tetap menjadi masalah serius dan sulit ditangani.

“Indonesia saat ini sedang dalam kondisi darurat bullying,” ungkap Octa.

“Pelaku tidak selalu orang jahat, tapi bisa jadi karena mereka juga pernah menjadi korban. Maka, baik korban maupun pelaku sama-sama perlu mendapat perhatian,” tambahnya.

Octa menjelaskan bahwa bullying adalah fenomena timbal balik yang kompleks. Karena itulah, penanganannya tidak bisa hanya fokus pada satu sisi. Dampaknya sangat besar, baik secara mental maupun emosional, dan meninggalkan luka yang tidak mudah pulih.

Dalam sesi ini, siswa diajak melakukan refleksi diri melalui aktivitas sederhana namun bermakna. Setiap siswa diminta memegang selembar kertas, lalu mendengarkan kalimat-kalimat negatif bernada hujatan. Setiap kali mendengar satu kalimat, mereka harus merobek kertas tersebut hingga akhirnya menjadi serpihan kecil.

Setelahnya, mereka diminta mencoba menyatukan kembali kertas tersebut.

Salah satu peserta, Angela Natasha Arifin, memberikan refleksi yang menyentuh:

“Robekan itu tidak akan utuh kembali, ada bekas patahan garis robekan yang tak akan pernah tertutup,” katanya.

BACA JUGA :  Kembali Raih Juara Trisakti School of Management Competition 2025, SMA Xaverius Bandar Lampung Goes To Jakarta

Kalimat itu menjadi simbol bahwa perkataan menyakitkan akan selalu meninggalkan bekas. Mungkin bisa dipulihkan, tapi tidak akan pernah sama seperti semula. #Xavepa Hebat

Kontributor berita : Dewi Kristiani
Editor : F. Joko Winarno