Kisah Anak Penjual Pempek Lolos Sekolah Rakyat, Wagub Lampung Turun Tangan Siapkan Bedah Rumah

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Di balik dinding sederhana sebuah rumah di Kecamatan Telukbetung Utara, mimpi besar seorang anak sopir dan penjual pempek perlahan mulai terbentang. Muhammad Arif Pratama (12), bocah yang sehari-harinya rajin membantu orang tuanya berdagang, baru saja mendapat tiket emas untuk mengubah nasib keluarganya. Ia berhasil lolos seleksi ketat menjadi siswa di Sekolah Rakyat Permanen Provinsi Lampung.

Kabar baik ini memicu perhatian langsung dari Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela. Oleh karena itu, Jihan memilih turun ke lapangan untuk mengunjungi langsung kediaman Arif dan beberapa calon siswa lainnya pada Kamis (2/7/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan mental dan fisik para siswa sebelum mereka memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli mendatang.

“Saya melihat anak-anak ini memiliki mimpi yang luar biasa. Ada yang ingin menjadi tentara, dokter, hingga polisi. Oleh sebab itu, Sekolah Rakyat hadir untuk membuka kesempatan yang sama bagi setiap anak agar dapat meraih cita-citanya,” ujar Jihan dengan penuh bangga.

Kejutan Berlipat: Pendidikan Gratis dan Bantuan Bedah Rumah

Bukan hanya Arif yang membawa cerita haru. Pada kunjungan yang sama, Jihan juga mendatangi rumah pasangan Sudarto dan Parsilah. Panitia seleksi menyatakan kedua anak mereka, Dewi Nurhafizah (16) dan Edi Qurniawan (12), lolos bersamaan ke Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem full boarding school di Kota Baru, Lampung Selatan.

  • Dewi Nurhafizah memiliki tekad kuat untuk mengabdi sebagai prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

  • Sementara itu, sang adik, Edi Qurniawan, belajar dengan tekun demi mengejar impian menjadi seorang dokter.

Namun, kejutan untuk keluarga ini tidak berhenti pada fasilitas pendidikan gratis. Sebab, saat melihat kondisi rumah tinggal mereka yang memprihatinkan, Jihan langsung mengambil langkah taktis. Pemerintah Provinsi Lampung akan mengintegrasikan keluarga tersebut ke dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Dengan demikian, mereka akan segera menerima bantuan stimulan untuk pembangunan rumah yang layak huni.

BACA JUGA :  Mie Sukses’s Gandeng Wika Salim sebagai Brand Ambassador, Tahun Ini Gelar Kontes Bintang Sukses’s di Bandarlampung

Memutus Rantai Kemiskinan Lewat Sistem Asrama Penuh

Sekolah Rakyat Lampung bukan sekadar sekolah biasa, melainkan sebuah proyek sosial strategis milik Pemprov Lampung. Oleh karena itu, sekolah ini menerapkan konsep full boarding school. Artinya, seluruh siswa akan tinggal di asrama selama masa pendidikan untuk membentuk karakter dan kedisiplinan yang tinggi.

Selanjutnya, untuk menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, pihak sekolah sudah merancang jadwal yang ketat:

  • 13 Juli 2026: Seluruh siswa wajib masuk asrama untuk melakukan check-in dan pemeriksaan kesehatan.

  • 14 Juli 2026: Pelaksanaan MPLS serentak dimulai di Kota Baru, Lampung Selatan.

Kuota Terbatas untuk Generasi Unggul Lampung

Pada tahun ajaran baru ini, Sekolah Rakyat Permanen Provinsi Lampung akan menampung total 413 peserta didik dari 15 kabupaten/kota. Rincian asal siswa tersebut meliputi:

  1. 270 peserta didik baru yang murni lolos dari jalur seleksi ketat di berbagai daerah.

  2. 71 siswa yang masuk melalui mekanisme mutasi dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan.

  3. 72 siswa yang berasal dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 35 Bandar Lampung.

Kesimpulannya, Pemprov Lampung menaruh harapan besar pada pundak anak-anak ini. Meskipun mereka berangkat dari keterbatasan ekonomi, fasilitas negara siap mengawal mereka menjadi SDM yang unggul. Jadi, investasi pendidikan jangka panjang ini diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi di Provinsi Lampung secara nyata menuju Indonesia Emas 2045.***