12 Tahun ITERA, Menteri Brian Yuliarto Dorong Kampus Jadi Motor Riset dan Industri Sumatera

KRAKATOA.ID, LAMPUNG SELATAN — Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memasuki usia ke-12 dengan tantangan baru. Kampus teknologi di Lampung Selatan itu kini mendapat dorongan untuk memperbesar perannya sebagai penggerak riset, inovasi, teknologi, dan industri di Sumatera.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., menyampaikan dorongan tersebut saat menghadiri Sidang Terbuka Dies Natalis ke-12 ITERA di Aula Lantai 4 Gedung Kuliah Umum 2 ITERA, Selasa, 6 Oktober 2026.

Brian meminta ITERA memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan Lampung dan wilayah Sumatera. Ia juga meminta kampus mempererat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk menyelesaikan berbagai persoalan nyata di daerah.

Menurut Brian, kerja sama tersebut harus menghasilkan program konkret, bukan sekadar kegiatan seremonial. ITERA dapat melibatkan dosen dan mahasiswa melalui penelitian, skripsi, maupun tesis untuk mencari solusi atas persoalan daerah.

“ITERA juga didorong memanfaatkan kekuatan riset yang dimiliki untuk menghasilkan solusi atas berbagai persoalan daerah, termasuk pengembangan teknologi dan industri,” kata Brian.

Menteri Brian Minta Riset ITERA Berdampak bagi Lampung

Brian menilai kekuatan riset ITERA menjadi modal penting untuk memperbesar kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah.

ITERA telah menjalankan berbagai penelitian, termasuk program penelitian berkelanjutan atau sustain yang mendapat pengakuan dunia. Brian meminta kampus terus memperkuat capaian tersebut dan menghubungkannya dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga mendorong dosen dan mahasiswa ITERA menjadikan persoalan daerah sebagai objek penelitian. Dengan cara tersebut, penelitian kampus dapat menghasilkan solusi yang langsung membantu pemerintah dan masyarakat.

“ITERA harus terus memberikan dampak nyata. Riset yang dilakukan harus bisa menjawab persoalan yang ada dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Brian.

Selain riset, Brian melihat potensi besar pada kawasan kampus ITERA yang memiliki lahan sekitar 273 hektare. Ia meminta ITERA memanfaatkan kawasan tersebut untuk mengembangkan pilot project industri.

BACA JUGA :  Pj. Gubernur Samsudin Luncurkan Program Penghijauan di Sepanjang Ruas Tol Bakauheni - Terbanggi Besar

Menurutnya, langkah tersebut dapat mengubah kawasan kampus menjadi ruang pengembangan teknologi sekaligus pusat inovasi yang memberikan manfaat ekonomi bagi Lampung.

ITERA Tumbuh dari 13 Dosen Menjadi Sekitar 770 Dosen

Perjalanan ITERA selama 12 tahun menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Rektor ITERA Prof. Dr. apt. Elfahmi mengatakan kampus tersebut kini memiliki sekitar 770 dosen.

“Perguruan tinggi yang awal berdirinya hanya memiliki 13 dosen dan fasilitas terbatas itu kini telah memiliki sekitar 770 dosen,” ujar Elfahmi.

Pertumbuhan ITERA juga terlihat dari perkembangan kawasan kampus di Lampung Selatan. ITERA kini mengelola kawasan seluas sekitar 273 hektare yang sebelumnya merupakan area perkebunan dan hutan tanaman industri.

Kawasan tersebut kini berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan baru di Lampung. Perkembangan kampus juga membuka peluang bagi pertumbuhan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan ITERA.

Elfahmi mengatakan Dies Natalis ke-12 menjadi momentum bagi ITERA untuk menunjukkan kontribusinya kepada publik.

“Dies Natalis ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami kepada publik bahwa ITERA terus menjalankan fungsi perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, sesama, dan Indonesia,” kata Elfahmi.

ITERA Siapkan Transformasi dari Satker Menjadi BLU

Memasuki fase baru, ITERA tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah mahasiswa dan pembangunan fisik. Kampus juga memperkuat kelembagaan dan kualitas akademik.

Salah satu agenda strategis ITERA ialah mengubah status kelembagaan dari satuan kerja (satker) menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

Elfahmi mengatakan status BLU nantinya dapat memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi ITERA untuk menjalankan berbagai program strategis.

Selain transformasi BLU, ITERA juga tengah mengajukan Organisasi dan Tata Kelola (OTK) baru kepada kementerian. Dalam rancangan tersebut, ITERA akan memiliki lima fakultas yang mengikuti perkembangan institusi dan kebutuhan keilmuan.

BACA JUGA :  Siswa-siswi SMA Xaverius Bandarlampung Ikuti Acara Pengenalan Ilmu Geologi Oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi ITERA

ITERA Benahi Infrastruktur dan Kualitas Akademik

ITERA juga terus membenahi fasilitas pembelajaran. Kampus berkoordinasi untuk memperbaiki dan merenovasi sejumlah fasilitas, sekaligus memperbarui sarana penunjang kegiatan akademik.

ITERA juga merancang pembangunan gedung baru dan auditorium. Kampus berharap auditorium tersebut dapat menjadi salah satu ikon baru di Lampung.

Elfahmi menegaskan pembangunan infrastruktur harus berjalan bersama dengan peningkatan kualitas pendidikan.

“Pengembangan infrastruktur ini tentu harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan,” katanya.

Pada sektor akademik, ITERA terus memperbarui kurikulum dan memperkuat implementasinya. Kampus juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia dosen, terutama melalui penambahan dosen berkualifikasi doktor dan percepatan lahirnya guru besar.

Memasuki usia ke-12, ITERA kini menghadapi fase penting dalam perjalanan institusinya. Kampus tidak hanya mengejar pertumbuhan fisik, tetapi juga memperkuat peran sebagai pusat pendidikan, riset, inovasi, dan teknologi bagi Lampung, Sumatera, dan Indonesia.***