KRAKATOA.ID, LAMPUNG SELATAN — Nama Gunung Langgar cukup populer di kalangan pengguna Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Pengendara dapat melihat bukit itu dengan jelas dari kawasan Gerbang Tol Lematang, Lampung Selatan.
Namun, warga sekitar memiliki cerita berbeda. Mereka lebih mengenal kawasan tersebut sebagai bukit.
Wandi (47), warga Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, menyebut masyarakat setempat tidak mengenal nama “Gunung Langgar” sebagai sebutan asli.
Menurut Wandi, warga lebih sering menyebut kawasan itu Bukit Langgakh atau Ghanggal.
“Kalau yang pernah saya dengar, makanya tadi saya cerita itu, kalau bahasa gunung langgar itu sebenarnya nggak ada. Yang ada juga itu bukit,” kata Wandi saat berbincang dengan Krakatoa.id, Sabtu malam di kediamannya, 3 Oktober 2026.
Warga Sebut Bukit Langgakh atau Langgagh
Wandi mengatakan masyarakat sekitar memiliki penyebutan berbeda untuk kawasan tersebut.
Ia juga menjelaskan pelafalan nama itu. Menurut dia, warga tidak mengucapkan nama tersebut dengan akhiran huruf R atau L.
“Bahkan kalau bukit yang masih sekarang ini ataupun yang secara orang luas taunya itu gunung langgar ini, itu ujungnya bukan R, L. Jadi ini, bukit langgakh atau ghanggal,” ujarnya.
Wandi mengaku belum mengetahui secara pasti sejarah nama tersebut. Ia hanya mengingat cerita yang pernah ia dengar dari masyarakat sekitar.
Cerita itu menyebut kawasan tersebut sebagai bukit. Warga kemudian menyebutnya Langgakh atau Ghanggal.
Bukit Langgar Punya Posisi yang Menonjol
Wandi juga menceritakan posisi bukit tersebut. Menurut dia, kawasan itu termasuk titik yang cukup tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya.
“Nah itu kalau nggak salah, kalau nggak salah sih, yang paling tinggi. Nggak tahu paling tinggi apa, paling gede lah,” kata Wandi.
Ia juga melihat perubahan besar di sekitar kawasan tersebut. Sejumlah area yang dahulu masih berupa lahan kini berkembang menjadi kawasan perumahan.
“Karena kalau bukit langgarnya benar, itu yang sekarang jadi perumahan di sekitar lebih negara,” lanjutnya.
Cerita Wandi menunjukkan perubahan lanskap di sekitar Bukit Langgakh. Perkembangan permukiman kini ikut mengubah wajah kawasan tersebut.
Gunung Langgar Terlihat dari Gerbang Tol Lematang
Pengguna jalan dapat melihat Gunung Langgar saat melintas di Gerbang Tol Lematang. Bukit tersebut berada di sebelah barat laut dari gerbang tol.
Posisi itu membuat Gunung Langgar tampak menonjol dari jalur tol. Pengguna JTTS pun dapat mengenali bukit tersebut dari kejauhan.
Krakatoa.id sebelumnya mencatat ketinggian bukit itu mencapai sekitar 387 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Lokasinya yang dekat dengan jalur tol membuat kawasan tersebut mudah menarik perhatian. Bentuk bukit yang menonjol semakin terlihat ketika pengendara melintas di sekitar Gerbang Tol Lematang.
Sejarah Nama Gunung Langgar Masih Menyimpan Misteri
Cerita Wandi memberi sudut pandang lain tentang nama Gunung Langgar di Lampung Selatan. Ia menyebut warga lokal lebih mengenal kawasan tersebut sebagai Bukit Langgakh atau Ghanggal.
Namun, cerita warga belum menjelaskan seluruh sejarah nama itu. Penelusuran sejarah lokal masih perlu dilakukan untuk mendapatkan jawaban yang lebih kuat.
Peneliti atau masyarakat dapat menelusuri dokumen pemetaan lama. Mereka juga dapat menggali cerita dari tokoh masyarakat dan warga senior di sekitar Sabah Balau.
Pertanyaan tentang nama Gunung Langgar pun masih menarik untuk ditelusuri. Dari mana sebenarnya nama tersebut muncul?
Apakah masyarakat sejak dulu menyebutnya Gunung Langgar? Atau warga lebih dahulu mengenalnya sebagai Bukit Langgakh?
Jawaban atas pertanyaan tersebut membutuhkan penelusuran sejarah yang lebih mendalam.***






