KRAKATOA.ID, PESAWARAN — Pada Minggu, 23 Maret 2025, Pahawang menyimpan kisah tentang kebersamaan yang mengalir dalam harmoni, menyatu di antara guru dan karyawan SMA Xaverius Bandar Lampung.
Hari itu, lebih dari sekadar kesempatan untuk menatap keelokan alam yang memukau, melainkan sebuah momen yang terukir dalam sejarah, saat tali silaturahmi terjalin begitu erat, mengikat hati dalam ikatan yang lebih dalam.
Acara yang diselenggarakan dalam rangka program paguyuban rutin ini bertujuan untuk menjaga kerukunan di antara para pengajar, menciptakan rasa kekeluargaan yang lebih kuat, dan tentunya agar setiap individu semakin kompak dalam bekerja. Tak hanya itu, program paguyuban juga menjadi ajang untuk berbagi kebahagiaan sekaligus mengenang kenangan manis yang telah terjalin.
Hari itu, suasana penuh kehangatan terasa semakin istimewa karena acara ini juga menjadi momen perpisahan dengan Annie Cowen, seorang pengajar asal Amerika Serikat yang turut bergabung dalam program Asisten Pengajar Bahasa Inggris Fulbright (ETA). Setelah delapan bulan berkolaborasi dengan SMA Xaverius Bandar Lampung, Annie akan kembali ke tanah kelahirannya, Kota New York, Amerika Serikat.

“Ini adalah momen yang sangat berarti bagi kami semua. Keberadaan Miss Annie selama delapan bulan telah banyak memberi warna dan dinamika dalam kehidupan pengajaran kami. Tidak hanya tentang ilmu bahasa Inggris, tetapi juga tentang pemahaman budaya yang semakin memperkaya pengetahuan kami,” ujar Kepala Sekolah SMA Xaverius Bandar Lampung FX. Agung Sucahyo, S.Pd., M.M., dalam wawancaranya dengan Krakatoa.id, di Pulau Kelagian Besar, Pesawaran, Minggu (23/3/2025).
Menurut FX. Agung, SMA Xaverius Bandar Lampung merupakan satu-satunya sekolah di Lampung yang terpilih dalam program ETA tahun ini, mendapat kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan budaya Amerika. Program ini lanjutnya memungkinkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman, baik dalam hal akademik maupun budaya.
“Annie, meskipun datang dari budaya yang sangat berbeda, dengan cepat dapat menyesuaikan diri dengan tradisi dan budaya lokal, terutama yang ada di Lampung. Kehadirannya memberikan nuansa baru bagi para siswa dan pengajar di SMA Xaverius, memperkenalkan cara pandang yang lebih terbuka terhadap budaya Barat, namun tetap menghargai dan memahami adat serta kebiasaan Indonesia,” kata orang nomor satu di SMA Xaverius Bandar Lampung ini.
“Kerja keras dan dedikasi Miss Annie sangat luar biasa. Beliau tidak hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga membangun jembatan antara dua budaya yang berbeda. Ini akan menjadi kenangan indah bagi kami semua,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari program paguyuban, acara ini tidak hanya diisi dengan ucapan terima kasih dan kenangan indah bersama Annie, tetapi juga dengan berbagai aktivitas yang mengundang tawa dan keceriaan. Para peserta menikmati perjalanan seru menjelajahi tiga destinasi menakjubkan di sekitar Pulau Kelagian, termasuk Kelagian Kecil, spot snorkeling di Pahawang, serta Kelagian Besar yang memukau. Keindahan alam yang menenangkan menjadi latar sempurna untuk berbagi kebahagiaan.
Selain itu, acara semakin hangat dengan permainan seru yang disiapkan oleh seksi acara. Gelak tawa dan keceriaan seakan menjadi pelengkap sempurna dari kebersamaan yang tercipta hari itu. Tak hanya sekadar momen perpisahan, tetapi juga sebuah perayaan kebersamaan yang telah dibangun selama ini.
“Pesan saya untuk Miss Annie adalah, mari kita jaga hubungan ini walaupun jarak memisahkan. Semoga meskipun di sana, kita tetap bisa terus berkomunikasi, berbagi cerita, dan saling berkembang. Seperti yang kami rasakan di Xaverius, kita adalah sebuah keluarga besar yang akan terus mendukung satu sama lain,” pungkas FX. Agung.***






