KRAKATOA.ID, PESAWARAN — Sabtu sore (28/2/2026), suasana Air Terjun Bawah Gunung Betung terasa berbeda. Gemericik air dan rimbunnya pepohonan menemani aktivitas anggota Lampung Hash House Harriers (LHHH).
Salah satu anggota LHHH datang bukan hanya untuk berolahraga. Ia juga ingin menikmati alam. Selain itu, ia membawa misi kecil yang bermakna. Ia menanam puluhan bibit pala di sekitar kawasan air terjun.
Anggota LHHH, Piet Hendro, atau akrab disapa Cak Hendro, tampak antusias. Ia menyusuri jalur dari area parkir atau basecamp Gunung Betung.
Sesekali, Cak Hendro berhenti untuk menikmati suasana alam. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan menuju air terjun.
“Kita berada di Air Terjun Gunung Betung, lumayan tinggi, kemudian dari parkiran juga tidak terlalu jauh. Kita sehat, airnya jernih, kita bisa asik-asikan di sini, bisa juga untuk mandi. Tapi kita tidak itu saja kalau ke sini, kita juga nanam-nanam bibit di sekitaran kita. Coba kita akan tanam di sini,” ujar Cak Hendro.
Air terjun tersebut menjadi salah satu tujuan favorit pendaki dan wisatawan lokal. Kawasan itu menawarkan udara sejuk dan aliran air yang jernih.
Jalur menuju air terjun juga cukup bersahabat. Namun, pengunjung tetap harus memperhatikan kondisi medan.
“Hati-hati kalau jalan di sekitaran air terjun ini karena ini berlumut,” pesannya.
Tanam Pala di Jalur Gunung Betung
Cak Hendro memilih pala untuk kegiatan penghijauan tersebut. Ia menilai tanaman itu memiliki nilai ekonomi dan mampu tumbuh di tanah gembur.
“Ini yang kita tanam adalah bibit pala. Biji pala ini sebenarnya di atas itu juga banyak. Kami tadi mungutin biji pala yang berada di sekitar jalur menuju air terjun Gunung Betung bawah ini untuk ditanam di sini,” jelasnya.
Cak Hendro menjalankan proses penanaman dengan cara sederhana. Ia menggunakan tangan dan alat seadanya.
Batang kayu yang ia temukan di sekitar lokasi membantu proses penggalian tanah. Setelah membuat lubang, ia memasukkan biji pala dan menutupnya kembali.
“Ini sangat mudah nanamnya, tinggal kita gali-gali, kemudian kita tanam. Di sini tanahnya gembur ya, jadi mudah tumbuh di sini,” tambah Cak Hendro optimistis.
Cak Hendro menanam puluhan biji pala di beberapa titik sekitar air terjun. LHHH juga berencana kembali untuk memantau pertumbuhannya.
“Jadi ini yang bisa kita lakukan hari ini. Nanti kapan hari lagi kita cek pertumbuhannya,” katanya.
LHHH Ajak Pendaki Jaga Alam
LHHH merupakan komunitas olahraga lari dan jalan santai lintas alam. Para anggotanya rutin menjelajah berbagai kawasan alam di Lampung.
Bagi Cak Hendro, aktivitas menikmati alam saja belum cukup. Ia mengajak wisatawan dan pendaki ikut memberikan kontribusi nyata.
“Bagi semua wisatawan atau pendaki harus beri kontribusi nyata untuk alam, bisa dengan yang kami lakukan ini atau minimal dengan membawa sampah turun ke bawah,” tegasnya.
Pesan tersebut semakin penting seiring meningkatnya kunjungan ke destinasi wisata alam. Pengunjung juga perlu memperhatikan kondisi jalur, terutama saat musim hujan.
Cak Hendro mengingatkan pendaki agar menyiapkan fisik sebelum melakukan perjalanan. Ia juga menyarankan pendaki membawa teman selama berada di jalur.
“Pesan untuk para pendaki yang pertama persiapan fisik ya, kemudian harus ada teman, jadi kalau ada apa-apa kita bisa share. Terus kemudian yang terakhir kita nikmati, kita ambil video, foto dan sebagainya. Tetapi yang perlu diingat bahwa ketika kita ke sini itu harus membawa sampah dan sampah itu harus kita bawa lagi pulang. Dan harus hati-hati karena jalur yang kita lewati licin apalagi di musim hujan. Salam lestari,” tutupnya.
Di kaki Gunung Betung, langkah kecil itu mungkin belum langsung mengubah wajah hutan. Namun, puluhan biji pala yang mereka tanam membawa sebuah harapan.
Setiap orang meninggalkan jejak saat mengunjungi alam. LHHH berharap jejak tersebut bisa memberi manfaat, bukan justru merusak lingkungan.***






