KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG -— Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ia menekankan bahwa petani harus mendapatkan nilai tambah langsung dari hasil pertanian.
“Ekonomi kita tumbuh, dan pertumbuhan itu ada di desa. Kita ingin petani tidak hanya bekerja di sawah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tinggi,” ujar Gubernur.
Bantuan Nyata untuk Desa
Gubernur menghadiri pelantikan DPD APDESI Merah Putih Lampung dan menyerahkan Rp10 juta per desa kepada 2.446 desa. Pemerintah Provinsi Lampung juga menyalurkan pupuk organik cair (POC) gratis. Setiap unit POC melayani hingga 400 hektare.
Selain itu, pemerintah menyiapkan 500 dryer pengering hasil pertanian hingga 2028. Fasilitas ini membantu petani meningkatkan kualitas padi dan jagung agar bisa dijual dengan harga lebih tinggi.
Petani Kini Jadi Pengusaha
Sumarno (45), petani jagung di Lampung Tengah, bercerita, “Dulu harga jagung naik turun dan kami sering rugi. Sekarang, POC dan dryer membuat panen lebih stabil. Kami bisa menjual hasil pertanian ke pasar ekspor.”
Program Desaku Maju mendorong desa membuat produk turunan, seperti pakan ternak berbasis jagung dan singkong. Dengan begitu, desa tidak hanya menjual bahan mentah tetapi juga produk bernilai tambah.
Desa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur menegaskan, desa harus menjadi subjek pembangunan. Kepala desa memainkan peran penting sebagai penggerak ekonomi lokal. Ia meminta APDESI Merah Putih menjadi role model inovasi dan pelayanan publik.
Ketua DPD APDESI Lampung, Lekat Dullah Adiputra, menyatakan pihaknya akan mengonsolidasikan kegiatan hingga tingkat kabupaten. Tujuannya memastikan masyarakat merasakan langsung manfaat setiap kebijakan pemerintah.
Dampak Positif Kebijakan Pro-Desa
Kebijakan ini sudah membuahkan hasil nyata:
• Petani mendapatkan pendapatan lebih stabil karena harga komoditas terkendali
• Masyarakat desa membeli kendaraan hampir 20 persen lebih banyak
• Jumlah pendaftar perguruan tinggi dari desa meningkat 20 persen, menunjukkan naiknya daya beli dan kesadaran pendidikan
Gubernur yakin, desa yang kuat akan mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung dari sektor pertanian, perdagangan, dan UMKM.
Menuju Desa Mandiri dan Inovatif
Dengan hilirisasi produk pertanian, pupuk gratis, dan fasilitas pengering, Lampung menyiapkan desa menjadi pusat inovasi ekonomi. Petani bisa menjadi pengusaha mandiri, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin desa menjadi subjek pertumbuhan ekonomi. Petani tidak hanya bekerja, tetapi juga berbisnis dan berinovasi,” tutup Gubernur Rahmat Mirzani.***






