Lampung Catat Tren Positif Ketenagakerjaan: Pekerja Formal Naik, Perempuan Semakin Aktif

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Provinsi Lampung mencatat tren ketenagakerjaan yang membaik pada Februari 2026. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk bekerja bertambah, pengangguran menurun, dan pekerja formal meningkat. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pasar kerja Lampung.

Kepala BPS Lampung, Ahmad Riswan Nasution, mengatakan, “Jumlah penduduk bekerja naik, pengangguran turun, dan peluang kerja formal semakin luas dibanding tahun sebelumnya.”

Pekerja Formal Lampung Naik 90 Ribu Orang

Sepanjang Februari 2025–2026, jumlah pekerja formal Lampung meningkat dari 1,43 juta menjadi 1,52 juta orang. Kenaikan ini sejalan dengan bertambahnya pekerja penuh (≥35 jam per minggu) dan penurunan kategori setengah pengangguran.

“Ini artinya kualitas lapangan kerja di Lampung membaik. Pekerja mendapat stabilitas lebih tinggi dan akses hak-hak ketenagakerjaan yang lebih baik,” jelas Ahmad Riswan.

Perempuan Semakin Aktif di Dunia Kerja

BPS mencatat tingkat pengangguran perempuan turun dari 5,07 persen menjadi 4,79 persen. Fenomena ini menandakan perempuan Lampung semakin berperan aktif di pasar kerja.

Sementara itu, di desa, tingkat pengangguran menurun dari 3,44 persen menjadi 2,87 persen, sedangkan di perkotaan mengalami kenaikan dari 5,21 persen menjadi 5,60 persen. Kondisi ini menjadi fokus pemerintah dalam merancang kebijakan lapangan kerja yang lebih merata.

Pertanian dan Perdagangan Jadi Motor Ekonomi

Sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, mencapai 44,03 persen. Sektor perdagangan besar dan eceran serta industri pengolahan juga menyerap banyak pekerja.

Ahmad Riswan menambahkan, “Jumlah karyawan dan pegawai meningkat, begitu pula pekerja yang menjalankan usaha sendiri. Sebaliknya, pekerja keluarga yang tidak dibayar justru menurun.”

Tantangan SDM dan Pendidikan

Meski tren positif terlihat, 36,46 persen penduduk bekerja masih lulusan SD ke bawah, sementara lulusan perguruan tinggi hanya 8,90 persen. Pemerintah Lampung perlu fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pekerja siap menghadapi tantangan ekonomi modern.

BACA JUGA :  Rekoleksi Guru dan Karyawan SMA Xaverius Bandar Lampung "Jalan Sang Guru dalam Spiritualitas Kristiani"

Optimisme Lampung Hadapi 2026

Ahmad Riswan menegaskan, pemerintah daerah dan dunia usaha akan bersinergi menciptakan lapangan kerja lebih luas dan berkualitas.

“Ketenagakerjaan Lampung menunjukkan arah positif, seiring pertumbuhan ekonomi daerah yang stabil dan peluang kerja formal yang semakin tinggi,” tutup Ahmad Riswan.***