KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung memperketat pengendalian inflasi setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan inflasi month to month sebesar 0,55 persen pada Mei 2026.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin langsung rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu (6/5/2026). Dalam rapat itu, ia menekankan bahwa stabilitas harga pangan menjadi prioritas utama daerah.
Selain itu, rapat tersebut melibatkan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, jajaran OPD terkait, serta perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung.
Gubernur Soroti Harga Pangan yang Langsung Dirasakan Warga
Gubernur Mirza menyoroti tiga sektor utama yang paling memengaruhi kehidupan masyarakat, yakni infrastruktur, pendidikan, dan stabilitas harga.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa stabilitas harga menjadi fokus paling mendesak karena langsung berdampak pada daya beli masyarakat.
“Angka inflasi itu penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat merasakan harga di pasar,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah tidak hanya berfokus pada data statistik, tetapi aktif memantau kondisi harga di lapangan secara rutin.
Komoditas Pangan Tekan Inflasi Lampung
BPS mencatat sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama inflasi di Lampung. Minyak goreng, beras, bawang, dan cabai mendorong kenaikan harga di pasar.
Seiring dengan itu, Gubernur meminta OPD memperkuat langkah pengendalian melalui pemantauan stok dan distribusi barang kebutuhan pokok.
Selain itu, pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia agar pergerakan harga tetap terkendali di tingkat konsumen.
Lampung Waspadai Dampak El Nino
Di sisi lain, Pemprov Lampung mulai menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi El Nino yang diperkirakan muncul pada triwulan III tahun 2026.
Fenomena tersebut berpotensi menekan produksi pangan dan memicu kenaikan harga di pasar.
Oleh karena itu, Gubernur meminta OPD menyusun strategi mitigasi yang cepat dan tepat sasaran. Ia juga mendorong penguatan produksi pangan lokal melalui gerakan menanam.
Langkah Konkret Kendalikan Inflasi
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemprov Lampung menjalankan sejumlah langkah strategis, antara lain:
• Operasi pasar dan pasar murah di berbagai wilayah
• Inspeksi mendadak ke pasar tradisional
• Penguatan kerja sama dengan daerah penghasil pangan
• Gerakan menanam di masyarakat
• Dukungan transportasi distribusi melalui APBD
• Optimalisasi Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk stabilisasi harga
Selain itu, Gubernur meminta seluruh OPD menyusun rencana pengendalian inflasi secara berkala agar kebijakan lebih responsif terhadap kondisi lapangan.
Fokus Jaga Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan stabilitas harga tetap terjaga sepanjang 2026.
Pada akhirnya, Pemprov Lampung berharap daya beli masyarakat tetap kuat dan pertumbuhan ekonomi daerah terus terjaga di tengah dinamika harga pangan nasional.***






