Perangi Kekerasan di Sekolah: PP IPPNU Luncurkan Gerakan Teman Sebaya dalam Rapimnas 2026 di Lampung

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Kasus perundungan dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan saat ini masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengambil langkah progresif untuk menciptakan ruang belajar yang aman. Melalui forum tertinggi organisasi, mereka meluncurkan program proteksi dini bagi seluruh pelajar putri di Indonesia.

Momentum bersejarah tersebut terjadi saat pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) IPPNU Tahun 2026 di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Sabtu, 13 Juni 2026. Acara berskala nasional ini mempertemukan ratusan kader utusan dari berbagai provinsi dengan mengusung tema “Simply Great, Sustainably Brave”. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi penuh komitmen IPPNU dalam mengawal isu-isu kemanusiaan.

Urgensi Menjaga Kesehatan Mental dan Melawan Perundungan Digital

Selanjutnya, Wagub Jihan Nurlela menyoroti berbagai tantangan berat yang membayangi kehidupan generasi muda masa kini. Sebagai contoh, derasnya arus informasi digital memicu maraknya fenomena gangguan kesehatan mental serta perundungan siber (cyberbullying). Akibatnya, para remaja putri membutuhkan benteng karakter yang kokoh agar tidak mudah terombang-ambing oleh dampak buruk media sosial.

Oleh karena alasan tersebut, Jihan menekankan tiga pilar kapasitas yang wajib dikuasai oleh setiap kader pelajar putri. Ketiga aspek penting itu meliputi kecerdasan intelektual, kematangan akhlak, serta kepekaan sosial terhadap kondisi lingkungan sekitar.

  • Penyaringan Informasi: Pelajar harus mampu memilah fakta dan hoaks di tengah banjirnya informasi dunia maya.

  • Kekuatan Karakter: Kecerdasan intelektual yang tinggi wajib berjalan selaras dengan etika budi pekerti yang luhur.

  • Aksi Nyata: Pemuda harus aktif mengabdi dan memberikan solusi nyata bagi persoalan sosial di masyarakat.

Deklarasi Gerakan Teman Sebaya Demi Memutus Rantai Pelecehan Seksual

Di sisi lain, Ketua Umum PP IPPNU, Whasfi Velasufah, membeberkan alasan utama di balik peluncuran program kerja teranyarnya. Whasfi mengungkapkan kekhawatiran atas masih tingginya angka pelecehan seksual di dalam institusi pendidikan. Oleh karena itu, IPPNU merumuskan Gerakan Teman Sebaya sebagai sistem proteksi dan deteksi dini berbasis komunitas pelajar.

BACA JUGA :  Yayasan Xaverius Tanjungkarang Selenggarakan Seminar bagi Para Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Xaverius Lampung

Kemudian, Ketua PWNU Provinsi Lampung, Puji Raharjo, menilai langkah IPPNU tersebut sangat relevan dengan tantangan zaman. Menurut Puji, para pelajar putri harus memperkuat literasi keagamaan dan literasi digital secara bersamaan. Dengan demikian, mereka dapat bertransformasi menjadi calon pemimpin bangsa yang tangguh untuk menjemput impian Indonesia Emas 2045.

Pada akhirnya, penutupan sidang pleno Rapimnas berhasil menyepakati berbagai rekomendasi kebijakan strategis bagi pemerintah pusat. Dengan hadirnya sistem mitigasi kekerasan yang baru, dunia sekolah optimistis mampu melahirkan generasi yang sehat secara mental. Kesimpulannya, kolaborasi IPPNU dan Pemprov Lampung ini sukses meletakkan standar baru bagi gerakan perlindungan anak di tanah air.***