KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Sebuah gerakan masif untuk memetakan kekuatan ekonomi daerah resmi bergulir di Provinsi Lampung. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menerjunkan sedikitnya 8.619 petugas lapangan nonorganik. Ribuan personel ini akan menyisir seluruh wilayah kabupaten dan kota secara serentak.
Aksi pendataan secara door-to-door ini berlangsung mulai Senin (15/6/2026) hingga akhir Agustus mendatang. Guna menandai dimulainya agenda besar ini, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menjadi warga pertama yang menyambut petugas BPS di kediaman pribadinya.
Menurut Mirza, akurasi data hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi kompas utama bagi jalannya roda pemerintahan. Sebab, jajaran eksekutif sangat membutuhkan data riil tersebut untuk merancang program pembangunan yang inklusif dan berpihak kepada rakyat kecil.
Menyasar Sektor Informal dan Bisnis Rumahan Tanpa Terkecuali
Selanjutnya, Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 menerapkan metode pendataan lengkap. Artinya, petugas lapangan tidak hanya mendatangi perusahaan besar atau toko fisik yang memiliki izin formal saja.
BPS Lampung justru menaruh perhatian besar pada geliat bisnis skala kecil yang beroperasi di dalam lingkungan tempat tinggal masyarakat. Melalui strategi ini, seluruh lapisan pelaku usaha akan terekam dengan sempurna ke dalam sistem pusat.
-
Sektor Rumah Tangga: Petugas lapangan tetap mendata warga yang menjalankan bisnis berskala mikro dari dalam rumah mereka.
-
Sektor Pertanian: Pengusaha atau petani yang mengelola komoditas agro juga masuk dalam sasaran sensus ekonomi lengkap ini.
-
Evaluasi Sektor Produktif: Hasil akhir sensus akan menunjukkan sektor mana yang paling kuat menyerap tenaga kerja massal di Lampung.
Jadwal Kerja Petugas Lapangan dan Jaminan Keamanan Data
Dalam urusan teknis operasional, para petugas nonorganik tersebut akan bekerja secara maraton selama dua setengah bulan penuh. Masyarakat tidak perlu merasa khawatir atau ragu saat menerima kedatangan para petugas BPS di rumah masing-masing.
Gubernur Mirza menjamin penuh aspek keamanan dan kerahasiaan data pribadi para pelaku usaha selama proses sensus ini berlangsung. Pemerintah memastikan bahwa data tersebut murni untuk kepentingan statistik negara.
Melalui sinergi kuat antara BPS, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif warga, Provinsi Lampung optimis mampu menyajikan data ekonomi paling akurat. Basis data yang berkualitas ini akan menjadi fondasi kokoh untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.***





