Polinela Bimbing KWT Desa Notoharjo Tingkatkan Produksi Beras Analog Berbasis Tepung Ubi Kayu

KRAKATOA.ID, LAMPUNG TENGAH – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus mendorong pengembangan pangan lokal melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen Polinela membimbing Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Notoharjo, Kabupaten Lampung Tengah, agar mampu mengolah tepung ubi kayu menjadi beras analog yang bernilai ekonomi.

Tim PkM Polinela yang terdiri dari Dr. Liana Verdini, S.T.P., M.Si., Dr. Ir. Nurbani Kalsum, M.Si., dan Kusmaria, S.P., M.Si. membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan mulai dari mengolah tepung ubi kayu hingga memproduksi beras analog berkualitas. Melalui program ini, Polinela mendorong diversifikasi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Polinela Tingkatkan Keterampilan KWT Produksi Beras Analog

Selama pelatihan, anggota Kelompok Wanita Tani mempelajari seluruh tahapan produksi beras analog berbahan dasar tepung ubi kayu. Mereka mempraktikkan teknik pengolahan bahan baku, proses produksi, hingga pengendalian kualitas produk.

Tim Polinela juga melatih peserta membuat desain kemasan yang lebih menarik. Dengan kemasan tersebut, anggota KWT dapat meningkatkan daya saing sekaligus menambah nilai jual beras analog.

Polinela Ajarkan Pemasaran Digital Beras Analog

Selain melatih proses produksi, tim PkM Polinela mengajarkan strategi pemasaran digital kepada anggota KWT. Peserta memanfaatkan TikTok, WhatsApp, Facebook, dan Instagram untuk memperkenalkan beras analog kepada konsumen.

Melalui pemasaran digital, anggota KWT dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Mereka tidak hanya menjual produk di Lampung Tengah, tetapi juga berpeluang memasarkan beras analog ke berbagai daerah melalui platform daring.

Beras Analog Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Desa

Pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan anggota KWT dalam memproduksi dan memasarkan beras analog. Mereka kini mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas serta memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

BACA JUGA :  Disnaker Lampung Gelar Seminar Hari Buruh Internasional 2022

Polinela berharap program ini mendorong masyarakat Desa Notoharjo mengembangkan beras analog berbasis tepung ubi kayu sebagai alternatif pangan sehat. Melalui produk tersebut, masyarakat dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat perekonomian desa.

Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendanai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini melalui program pendanaan Tahun 2026.***