130 Ribu Lulusan Baru Masuk Pasar Kerja, Lampung Bidik Peluang Kerja Global

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Sekitar 130 ribu lulusan SMA dan SMK di Lampung setiap tahun memasuki pendidikan lanjutan atau dunia kerja. Jumlah tersebut membuat Pemerintah Provinsi Lampung mencari cara baru untuk memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal ingin tenaga kerja Lampung tidak hanya mencari pekerjaan di daerah. Ia juga ingin mereka mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.

“Kalau mau survive, LPK kita arahnya ke globalisasi. Fokus kita ke depan bukan hanya menyiapkan tenaga kerja untuk Lampung, untuk Indonesia, tapi untuk ke luar se-dunia,” kata Rahmat saat rapat Penguatan Sinergitas Pelatihan dan Industri Daerah melalui pembentukan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Provinsi Lampung di Kantor Gubernur Lampung, Jumat (11/9/2026).

130 Ribu Lulusan Hadapi Pasar Kerja

Lampung menghadapi tantangan besar dalam mengelola pertumbuhan angkatan kerja. Setiap tahun sekitar 130 ribu lulusan SMA dan SMK memasuki fase baru dalam pendidikan atau pekerjaan.

Sekitar 30 ribu orang memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sisanya mulai mencari peluang kerja atau mengambil jalur lain.

Pada saat yang sama, teknologi mengubah kebutuhan perusahaan. Banyak industri meningkatkan penggunaan mesin dan otomatisasi untuk mempercepat produksi.

Rahmat mencontohkan investasi industri senilai Rp15 triliun pada tahun sebelumnya. Investasi tersebut secara kasar hanya menghasilkan sekitar 3.000 lapangan kerja.

Situasi itu membuat pemerintah harus memperluas pilihan bagi angkatan kerja baru.

“Artinya kita surplus terus. Kita fokus industri di sini, ya habis kalian. Jadi kita lagi pivot, diversifikasi bisa dibilang atau pivot juga bisa dibilang,” ujar Rahmat.

Pemprov Lampung Bidik 5.000 Pekerja ke Jepang

Pemprov Lampung kini melihat pasar kerja luar negeri sebagai salah satu pilihan strategis.

BACA JUGA :  Gubernur Lampung Perjuangkan Petani dan Pengusaha Singkong di DPR RI

Jepang menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian pemerintah. Pemprov Lampung menargetkan sekitar 5.000 tenaga kerja dapat bekerja di Jepang pada tahun mendatang.

Rahmat menilai peluang tersebut dapat membantu masyarakat Lampung menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan mereka.

Namun, calon pekerja harus menguasai bahasa Jepang dan mengikuti pelatihan sesuai standar negara tujuan.

Biaya persiapan kerja ke Jepang juga menjadi tantangan. Saat ini, calon pekerja dapat mengeluarkan sekitar Rp50 juta untuk seluruh proses persiapan.

Pemprov Lampung ingin memangkas biaya tersebut menjadi sekitar Rp30 juta. Pemerintah akan menggandeng sekolah, lembaga pelatihan kerja, lembaga keuangan dan mitra di Jepang untuk mencapai target itu.

Sekolah Mulai Kenalkan Bahasa Jepang

Pemprov Lampung juga ingin sekolah SMA dan SMK mengenalkan bahasa Jepang kepada siswa.

Siswa dapat mempelajari dasar bahasa tersebut di sekolah. Setelah lulus, mereka dapat memperdalam kemampuan melalui lembaga pelatihan kerja.

Skema tersebut dapat mempercepat persiapan calon pekerja sebelum mengikuti proses seleksi dan penempatan di Jepang.

Selain Jepang, pemerintah juga melihat peluang kerja di Malaysia dan negara lain melalui kerja sama antarpemerintah.

FKLPID Hubungkan Lembaga Pelatihan dan Industri

Pemprov Lampung menyiapkan FKLPID sebagai ruang kolaborasi pemerintah, industri, lembaga pelatihan, perguruan tinggi dan masyarakat.

Forum tersebut akan mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan perusahaan. Lembaga pelatihan kemudian dapat menyesuaikan program mereka dengan kebutuhan tersebut.

Ketua Apindo Lampung sekaligus inisiator FKLPID Ary Meizari Alfian mengatakan forum itu akan menyediakan pusat data, informasi dan penyaluran tenaga kerja.

“Forum ini menjadi pusat data, pusat informasi, dan pusat penyaluran juga ke depan. Sehingga siapapun orang yang mau mencari kerja atau orang yang membutuhkan kerja cukup ke desk kita ataupun ke platform kita ke depannya,” kata Ary.

BACA JUGA :  Apa Peran Gibran Jika Terpilih Jadi Wapres?

Sebanyak 72 lembaga pelatihan telah mengikuti proses awal pembentukan FKLPID.

Industri Desa Buka Peluang Kerja Baru

Rahmat juga meminta pemerintah memperluas sumber pekerjaan melalui industri desa.

Menurutnya, Lampung memiliki banyak komoditas pertanian dan perkebunan yang dapat masuk ke proses hilirisasi.

“Industrinya dibawa ke desa, ke kecamatan, ke kabupaten. Industri UMKM,” ujar Rahmat.

Ia menilai pengeringan komoditas, rice milling unit (RMU), pabrik pakan, pengolahan kopi dan industri hasil pertanian dapat membuka pekerjaan baru.

Kegiatan tersebut juga dapat meningkatkan nilai jual komoditas sebelum produk masuk ke pasar yang lebih luas.

Lampung Dapat Kuota 1.460 Peserta SMK Go Global

Program SMK Go Global ikut memperkuat strategi Lampung mencari peluang kerja internasional.

BP3MI Lampung menyampaikan program tersebut mulai berjalan pada 2026 dan akan berlangsung hingga 2029.

Lampung mendapat kuota 1.460 peserta untuk mengikuti pelatihan sektor pertanian, kesehatan dan pariwisata.

Program tersebut membantu calon pekerja meningkatkan keterampilan sebelum mereka mencari pekerjaan di luar negeri.

FKLPID Fokus Kurangi Skill Mismatch

FKLPID juga akan menjalankan sejumlah bidang kerja. Forum tersebut akan mengembangkan riset, pemetaan industri, data ketenagakerjaan, pelatihan, pengembangan kompetensi, penempatan kerja, kemitraan, monitoring, evaluasi dan transformasi digital.

Data kebutuhan industri akan membantu lembaga pelatihan menentukan keterampilan yang perlu mereka ajarkan.

Pencari kerja juga dapat mengetahui kompetensi yang perusahaan cari sebelum mengikuti proses rekrutmen.

Pola tersebut dapat mengurangi skill mismatch antara kemampuan pencari kerja dan kebutuhan perusahaan.

Pemprov Lampung ingin strategi ini memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja.

Dengan memperkuat pelatihan, membuka akses kerja ke Jepang dan negara lain, serta mengembangkan industri berbasis desa, Lampung ingin mengubah pertumbuhan angkatan kerja menjadi kekuatan ekonomi.

BACA JUGA :  Pemprov Lampung Dorong Sinkronisasi RKPD Tubaba 2027 dengan Program Prioritas Nasional

Tenaga kerja Lampung tidak lagi hanya mengandalkan lapangan kerja lokal. Mereka juga dapat membawa keterampilan dan produktivitas Lampung ke pasar nasional dan global.***