Hardiknas 2025 di Lampung: Pendidikan dalam Balutan Keberagaman dan Semangat Persatuan

KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Provinsi Lampung tak hanya menjadi panggung untuk refleksi pendidikan, tapi juga ajang merayakan keberagaman budaya sebagai fondasi kuat dalam membangun generasi berkarakter.

Upacara yang berlangsung di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, pada Senin (5/5/2025), menyuguhkan pemandangan unik dan penuh makna: ratusan guru dan siswa dari berbagai penjuru Lampung hadir dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah Nusantara. Suasana tersebut menyiratkan pesan kuat bahwa pendidikan di Indonesia dibangun di atas nilai-nilai kebhinekaan dan semangat gotong royong.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum dan teknologi, tetapi juga soal membentuk jati diri bangsa yang menghargai keberagaman. Membacakan sambutan tertulis dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, Jihan menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.

“Tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan atas dasar agama, fisik, suku, bahasa, atau kondisi ekonomi. Keberagaman adalah kekayaan kita, dan pendidikan adalah jalan untuk memperkuat persatuan,” ucapnya.

Rangkaian Hardiknas tahun ini tak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memperkuat dimensi karakter dan budaya. Kehadiran para siswa yang tampil percaya diri dengan pakaian adat memperkuat nilai nasionalisme, sembari memupuk rasa bangga terhadap akar budaya masing-masing.

Kepala SMKN 9 Bandar Lampung, Suniyar, M.Pd., yang turut hadir mengenakan kain tapis, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata pendidikan berbasis budaya. “Siswa bukan hanya belajar dari buku, tetapi dari pengalaman dan nilai-nilai budaya yang mereka jalani secara langsung,” ujarnya.

Tak hanya budaya yang ditonjolkan, pendidikan vokasi juga mendapat tempat dalam kegiatan ini. Produk hasil karya siswa dari sejumlah SMK dipamerkan, menunjukkan bahwa pendidikan kejuruan bukan hanya menyiapkan lulusan kerja, tapi juga wirausahawan muda dengan daya saing global.

BACA JUGA :  Keluarga Besar Bumi Agung Ajak Masyarakat Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif

Upacara juga ditutup dengan pembacaan ikrar satuan tugas anti-tawuran pelajar, sebagai simbol komitmen dunia pendidikan Lampung dalam menjaga iklim belajar yang aman, damai, dan berkarakter.

Peringatan Hardiknas 2025 di Lampung membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya soal masa depan, tetapi juga cara menjaga warisan, merawat kebersamaan, dan membangun bangsa yang kuat dalam keberagaman.***