KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) secara resmi menyerahkan 130 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu dalam acara penyerahan mahasiswa KKN yang berlangsung di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, Jumat, 9 Januari 2026.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dan Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas. Penyerahan mahasiswa KKN ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal.
Dalam sambutannya, Prof. Lusmeilia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu atas dukungan serta kerja sama yang selama ini terjalin dengan baik.
“Atas nama pimpinan Universitas Lampung, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu atas sambutan, dukungan, serta kolaborasi yang terus terbangun,” ujarnya.
Prof. Lusmeilia menjelaskan, pelaksanaan KKN Tematik ini merupakan tindak lanjut nyata dari kesepakatan kerja sama antara Universitas Lampung dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, khususnya dalam pengembangan produk mocaf sebagai salah satu produk unggulan daerah.
“Kami meyakini pengembangan mocaf tidak hanya berbicara tentang teknologi pengolahan, tetapi juga menyangkut pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi desa, dan kemandirian pangan lokal,” katanya.
Pada periode pertama tahun 2026, Unila melaksanakan KKN di empat kabupaten/kota, salah satunya di Kabupaten Pringsewu. Sebanyak 130 mahasiswa dari berbagai program studi ditempatkan di 13 desa di Kecamatan Adiluwih dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan. Para mahasiswa telah mulai menempati posko KKN sejak 8 Januari 2026.
Sementara itu, Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Universitas Lampung. Menurutnya, KKN merupakan ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, sebagian besar hasil produksi singkong di Provinsi Lampung masih bergantung pada industri tapioka, sementara kebutuhan industri lain terhadap mocaf justru terus meningkat.
“Hampir 80 persen produksi singkong di Lampung hanya dimanfaatkan untuk tepung tapioka. Padahal, terdapat potensi besar dari produk turunan lain seperti mocaf. Produksi mocaf yang kami dorong bukan industrialisasi besar, melainkan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui klaster-klaster lokal,” ujarnya.
Riyanto berharap mahasiswa mampu membantu menyelesaikan persoalan desa melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu menunjukkan perannya sebagai agen perubahan yang cerdas, inovatif, dan peduli terhadap persoalan desa,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Pringsewu juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan program KKN agar selaras dengan prioritas pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian dan pengolahan hasil pangan lokal.
Acara penyerahan tersebut sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan KKN Tematik Universitas Lampung di Kabupaten Pringsewu yang akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan ke depan. Diharapkan, program ini mampu menghasilkan dampak nyata, berkelanjutan, serta berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.***






