Menelusuri Air Terjun Anglo, Jejak Nama Unik dan Pesona Alam di Gunungrejo Pesawaran

KRAKATOA.ID, PESAWARAN — Nama Anglo mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, bagi warga Desa Gunungrejo, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, sebutan ini sudah melekat sejak lama. Anglo bukan sekadar nama destinasi wisata, melainkan jejak sejarah yang terus hidup di tengah masyarakat.

“Anglo itu sebenarnya nama takaran, takaran karet dulu zaman PT Karko. Dulu ini tanah PT Karko, sistemnya tumpang sari. Sekarang sudah jadi hak milik warga dan sudah bersertifikat,” ujar Parjo, warga Desa Gunungrejo, saat berbincang dengan Krakatoa.id di kediamannya, Sabtu (24/1/2025).

Anglo, Nama yang Berakar dari Sejarah Desa Gunungrejo

Menurut Parjo, sebutan Anglo merujuk pada kawasan luas yang mencakup hampir seluruh wilayah Desa Gunungrejo. Kawasan tersebut mencakup sejumlah dusun, seperti Candi Sari 1 dan 2, Candi Mulyo, Nyapek Kaliawi, Talang Bandung, Tegal Rejo, Ngadi Rejo, Kali Pasir, PPC 1 dan 2, hingga Gunungrejo 1 dan 2.

Tak heran jika warga dari luar daerah kemudian mengenal wilayah tersebut dengan sebutan Anglo.

Dari nama itulah kemudian muncul Air Terjun Anglo, destinasi wisata alam yang berada di Dusun Kaliawi, Desa Gunungrejo. Warga mulai membuka air terjun ini untuk wisata sekitar tahun 2010. Sejak saat itu, Air Terjun Anglo sempat menjadi primadona bagi warga sekitar maupun wisatawan dari luar daerah.

“Dulu pengunjung ramai sekali. Kalau hari Minggu sampai antre di jalan depan rumah saya. Masuk lewat satu jalur, keluarnya lewat jalur lain,” kenang Parjo.

Air Terjun Anglo Sempat Jadi Primadona Wisatawan

Namun, seiring waktu, jumlah pengunjung mulai menurun. Salah satu penyebabnya, minat wisatawan beralih ke aktivitas pendakian gunung. Selain itu, kondisi jalan yang rusak juga menghadirkan tantangan bagi wisatawan yang hendak berkunjung.

BACA JUGA :  Akses Jalan Buruk, Pemkab Pesawaran Cari Solusi untuk Wisata Air Terjun Lubuk Lau

Meski demikian, Air Terjun Anglo masih sesekali ramai, terutama saat wisatawan datang menggunakan sepeda motor.

Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, yakni Rp5 ribu per orang ditambah biaya parkir, pengunjung dapat menikmati suasana alam yang sejuk dan asri. Selain menikmati air terjun, wisatawan juga dapat bermain air di bendungan kecil yang berada di kawasan tersebut.

Bendungan kecil itu kerap menjadi tempat favorit pengunjung untuk mandi dan bermain air. Dengan kondisi tersebut, Air Terjun Anglo tetap menawarkan pengalaman wisata sederhana yang cocok untuk keluarga maupun wisatawan yang ingin bersantai.

Akses Mudah dan Fasilitas Cukup Memadai

Akses menuju Air Terjun Anglo juga terbilang mudah. Wisatawan dapat mencapai lokasi menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Sesampainya di lokasi, pengunjung dapat memanfaatkan sejumlah fasilitas pendukung.

Fasilitas tersebut meliputi area parkir yang luas, pedagang makanan, MCK dan ruang ganti, hingga musala. Karena itu, wisatawan tidak perlu terlalu khawatir dengan kebutuhan dasar selama menikmati suasana air terjun.

Air Terjun Anglo, Wisata Alam dengan Cerita Sejarah

Bagi wisatawan yang ingin melepas penat sekaligus menikmati suasana alam pedesaan, Air Terjun Anglo bisa menjadi pilihan menarik saat berkunjung ke Pesawaran.

Lebih dari sekadar destinasi wisata, Air Terjun Anglo menyimpan cerita tentang sejarah kawasan dan kehidupan masyarakat Desa Gunungrejo. Pada akhirnya, kesejukan alam dan kisah lokal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi lain Pesawaran.***