Akses Jalan Buruk, Pemkab Pesawaran Cari Solusi untuk Wisata Air Terjun Lubuk Lau

KRAKATOA.ID, PESAWARAN – Akses menuju Air Terjun Lubuk Lau masih menghadapi kendala. Jalan menuju objek wisata di Desa Way Sabu, Kecamatan Padang Cermin, Pesawaran, masih buruk.

Padahal, Air Terjun Lubuk Lau memiliki potensi wisata alam yang besar. Lokasinya berada di kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman.

Kondisi tersebut membuat wisatawan kesulitan mencapai lokasi. Terlebih saat musim hujan, jalur menuju air terjun semakin sulit dilalui.

Pemkab Pesawaran Akui Kendala Akses

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengaku mengetahui persoalan tersebut. Ia juga memahami keluhan wisatawan terkait akses menuju Air Terjun Lubuk Lau.

Namun, Pemkab Pesawaran menghadapi keterbatasan dalam membangun fasilitas. Sebab, lokasi air terjun masuk kawasan hutan konservasi.

Karena itu, pemerintah harus mengikuti aturan pemanfaatan kawasan hutan. Pemkab Pesawaran pun mencari pola pengelolaan yang sesuai dengan regulasi.

“Destinasi wisata yang masuk kawasan tentunya kita adakan sistem kemitraan dengan para petani hutan,” kata Dendi kepada Krakatoa.id, Jumat (16/9/2023) di Bandarlampung.

Menurut Dendi, pemerintah tidak bisa membangun fasilitas permanen di kawasan register. Karena itu, pihaknya memilih pendekatan kemitraan.

Air Terjun Lubuk Lau Tetap Jadi Destinasi Wisata

Meski menghadapi kendala, Dendi tetap ingin mengembangkan Air Terjun Lubuk Lau. Pemkab Pesawaran akan memasukkan air terjun tersebut dalam daftar destinasi wisata daerah.

Namun, pemerintah tetap mengacu pada aturan pemanfaatan hutan. Karena itu, pembangunan fasilitas harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Air Terjun Lubuk Lau tetap kita angkat sebagai destinasi wisata. Namun, kita mengikuti regulasi terkait pemanfaatan hutan,” jelas Dendi.

Ia menjelaskan pemerintah juga tidak bisa membangun jalan hingga masuk kawasan konservasi. Pembangunan kemungkinan hanya dapat dilakukan sampai batas permukiman dan kawasan hutan register.

BACA JUGA :  Air Terjun Gunung Betung Pesawaran: Tiket Rp5 Ribu, Trekking dan Pesona Alam

Pokdarwis Didorong Kelola Potensi Wisata

Selanjutnya, Pemkab Pesawaran akan memperkuat pendampingan terhadap kelompok sadar wisata atau Pokdarwis. Pemerintah ingin masyarakat ikut mengembangkan potensi Air Terjun Lubuk Lau.

Dendi menyebut pola perhutanan sosial sebagai salah satu opsi. Namun, skema tersebut hanya berlaku pada kawasan yang memenuhi ketentuan.

“Pokdarwisnya kita dampingi. Kalau berada di luar kawasan konservasi, mungkin bisa memakai sistem kemitraan perhutanan sosial,” ujarnya.

Melalui skema tersebut, masyarakat bisa mengembangkan tanaman hortikultura dan tanaman kayu. Penataan kawasan juga dapat memperkuat daya tarik wisata.

Namun, aturan berbeda berlaku jika lokasi masuk zona konservasi. Pemerintah tidak bisa menerapkan kemitraan perhutanan sosial pada zona tersebut.

Akses Menuju Air Terjun Masih Sulit

Selain itu, Pemkab Pesawaran akan melibatkan sejumlah pihak dalam pendampingan. KPH, Dinas Kehutanan Provinsi, dan Dinas Pariwisata Kabupaten akan ikut mendampingi masyarakat.

Pendampingan itu mencakup aturan pengelolaan kawasan. Pemerintah juga akan menjelaskan fasilitas yang boleh dan tidak boleh dibangun.

“Pokdarwis ada pendampingan. Petani hutan dari KPH, Kehutanan Provinsi, dan pariwisata kabupaten pasti kita dampingi,” kata Dendi.

Saat ini, wisatawan membutuhkan kendaraan roda dua dengan spesifikasi khusus untuk mencapai Air Terjun Lubuk Lau. Jalurnya melewati kawasan hutan dengan kondisi yang cukup sulit.

Karena itu, wisatawan perlu meningkatkan kewaspadaan saat menuju lokasi. Kondisi jalan semakin berat ketika hujan turun.

Jika pemerintah dan masyarakat mampu mengatasi persoalan akses tanpa melanggar aturan konservasi, Air Terjun Lubuk Lau berpeluang menjadi destinasi unggulan Pesawaran.***