KRAKATOA.ID, LAMPUNG SELATAN — Bandara Internasional Radin Inten II kembali menorehkan sejarah dengan penerbangan perdana rute internasional Lampung–Kuala Lumpur, Kamis (12/2/2026). Peresmian yang dilakukan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menandai kebangkitan bandara sebagai pintu gerbang internasional yang akan membuka berbagai peluang ekonomi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat.
Wagub Jihan Nurlela menekankan bahwa penerbangan internasional ini bukan sekadar simbol, tetapi memberikan dampak nyata bagi warga Lampung. Salah satunya, mempermudah perjalanan ibadah umrah bagi sekitar 24.000 jemaah Lampung yang sebelumnya harus transit melalui Jakarta.
“Dengan penerbangan langsung ini, masyarakat dapat menghemat biaya dan waktu perjalanan. Ini soal efisiensi dan akses yang lebih mudah bagi warga,” ujar Jihan.
Selain jemaah umrah, penerbangan ini juga menjadi angin segar bagi sekitar 8.000–8.600 pekerja migran Lampung yang berada di Malaysia. Dengan rute langsung, potensi penghematan biaya perjalanan pulang-pergi diperkirakan mencapai Rp 16 miliar per tahun.
Dari sisi pariwisata, pembukaan rute Lampung–Kuala Lumpur diharapkan mendorong wisatawan mancanegara untuk mengunjungi Provinsi Lampung, mulai dari Taman Nasional Way Kambas, Teluk Kiluan, hingga destinasi alam di pesisir selatan. “Kuala Lumpur merupakan rute dengan permintaan tinggi di Asia Tenggara, sehingga peluang Lampung untuk menarik wisatawan dan investor sangat besar,” kata CEO Regional III PT Angkasa Pura Indonesia, Dwi Ananda Wicaksana.
Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Sumbogo, menambahkan bahwa penerbangan perdana ini masih bersifat carter, dengan jadwal reguler direncanakan dua kali seminggu, yakni Senin dan Kamis. Ia menegaskan, penyelenggaraan penerbangan ini tidak menggunakan APBD, melainkan hasil kolaborasi pemerintah dan investor swasta, PT Bara.
Dari sisi regulasi, Bandara Radin Inten II telah memenuhi persyaratan internasional, termasuk rekomendasi dari Kementerian Imigrasi, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Pertahanan. Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I, Putu Eka Cahyadi, menekankan pentingnya dukungan masyarakat agar rute internasional ini berkelanjutan.
“Keberhasilan rute internasional tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tergantung pada penggunaan masyarakat. Semakin tinggi demand, semakin terbuka peluang pengembangan rute baru,” jelas Putu.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan Bandara Radin Inten II tidak hanya menjadi hub internasional, tetapi juga menjadi embarkasi haji penuh di masa mendatang, dengan kapasitas melayani ratusan ribu jamaah secara langsung.
Dengan hadirnya penerbangan internasional ini, Lampung diharapkan semakin dikenal di kancah global, sektor pariwisata dan ekonomi terdongkrak, serta posisi provinsi sebagai destinasi strategis di Sumatera semakin menguat.***






