Sindir Pejabat Zona Nyaman, Deputi LAN RI Desak Birokrat Lampung Buang Logika Hari Kemarin

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Saat ini, sebuah peringatan keras menargetkan para pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di wilayah Lampung. Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI secara tegas menuntut aparatur negara untuk segera merombak paradigma berpikir mereka. Pihak otoritas pusat meminta para birokrat membuang cara kerja lama yang hanya fokus pada formalitas administratif.

Selanjutnya, pesan menohok tersebut mengemuka dalam pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2026. Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan membuka langsung agenda strategis ini di Gedung Pusiban, Selasa (14/7/2026). Sebanyak 47 pejabat tinggi daerah hingga kementerian pusat mengikuti kualifikasi kepemimpinan adaptif ini.

Deputi LAN Sebut Krisis Lingkungan Hidup Menyangkut Isu Keamanan Manusia

Mengenai hal itu, Deputi Bidang Penjaminan Mutu LAN RI Army Winarty menyoroti implikasi nyata perubahan iklim global. Army menjelaskan bahwa tantangan ekologis hari ini bukan lagi sekadar domain urusan dinas teknis lingkungan semata. Krisis alam saat ini sudah bergeser menjadi isu sensitif yang menyangkut ekonomi, fiskal, hingga keamanan manusia.

Kemudian, pemerintah membutuhkan arsitektur kebijakan strategis nasional yang berbasiskan data valid (evidence-based policy). Penyelesaian masalah tata ruang dan penyusutan kawasan resapan air tidak bisa berjalan dengan langkah responsif jangka pendek. Para pemimpin daerah wajib menyeimbangkan ekosistem manusia dengan alam melalui keputusan politik serta moral yang berani.

“Birokrasi masa depan tidak butuh pemimpin yang hanya nyaman dengan rutinitas yang ada. Tetapi pemimpin yang adaptif adalah pemimpin yang berani membuang logika hari kemarin, berani berinovasi, dan siap membentangkan layar transformasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan kelas dunia demi kesejahteraan,” tegas Deputi LAN Army Winarty.

Sekdaprov Marindo Wajibkan Peserta Lahirkan Proyek Perubahan Aplikatif

Tentu saja, Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik arah perubahan paradigma birokrasi yang berkiblat pada kelestarian alam ini. Sekdaprov Marindo Kurniawan menegaskan bahwa tolok ukur kesuksesan pembangunan daerah kini telah mengalami pergeseran besar. Pemerintah daerah tidak lagi mendewakan angka pertumbuhan ekonomi jika ekosistem sekitar mengalami kerusakan parah.

BACA JUGA :  Gubernur Lampung Dorong UMKM Bersertifikat Halal Tembus Pasar Ekspor Global

Lalu, Marindo menitipkan lima pesan penting yang wajib berjalan oleh seluruh peserta diklat tingkat nasional ini. Ia melarang keras proyek perubahan para pejabat hanya berakhir sebagai tumpukan kertas laporan formalitas belaka. Setiap inovasi buatan peserta harus memiliki fungsi aplikatif yang menyentuh langsung aspek kesejahteraan masyarakat.

“Pastikan setiap aksi perubahan yang Saudara susun tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar menjadi inovasi yang aplikatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, daya saing daerah, serta kesejahteraan masyarakat,” pungkas Sekdaprov Marindo Kurniawan.

Runtuhkan Ego Sektoral Demi Kejar Visi Besar Indonesia Emas 2045

Sementara itu, kurikulum intensif dari LAN RI akan menguji ketahanan mental dan kompetensi para peserta. Mereka akan mempelajari kelompok mata pelatihan inti seperti integritas diri, digitalisasi, hingga tata kelola e-government. Langkah penajaman kompetensi ini bertujuan untuk meruntuhkan tembok ego sektoral yang selama ini menghambat kemajuan daerah.

Oleh karena itu, kedisiplinan mengikuti pelatihan hingga 13 November 2026 mendatang menjadi kunci kelulusan utama. Aparatur negara harus siap menghadapi tekanan publik dan disrupsi global dengan solusi yang adaptif. Kesimpulannya, keberanian membuang kenyamanan rutinitas kerja menjadi syarat mutlak untuk membawa Lampung menuju Indonesia Emas 2045.***