Harga Beras Premium Tembus Rp 16.313 Per Kg, Kemendagri Minta Bulog Segera Minta Pasokan Diisi

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG  — Harga beras di pasaran terus merangkak naik dan mencapai rekor baru pertengahan tahun ini. Saat ini, lonjakan harga beras medium dan premium menjadi ancaman serius bagi tingkat inflasi di berbagai daerah. Mengenai hal itu, harga rata-rata beras premium nasional secara resmi menembus angka Rp 16.313 per kilogram pada pertengahan Juli 2026.

Kondisi ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang berlangsung secara virtual. Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Yanyan Ruchyansah mengikuti rakor tersebut dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Lampung pada Senin (20/7/2026). Dalam rapat nasional ini, Kementerian Dalam Negeri memberikan instruksi tegas kepada Perum Bulog dan seluruh pemerintah daerah.

Harga Beras Naik Lima Bulan Berturut-Turut

Lalu, Deputi BPS Ateng Hartono membeberkan tren kenaikan harga beras yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. BPS mencatat harga beras medium konsisten naik selama empat bulan berturut-turut sejak April 2026. Sementara itu, harga beras premium telah menunjukkan tren kenaikan sejak Maret 2026.

“Kelompok makanan dan beras masih menjadi penyumbang utama inflasi,” papar Deputi BPS Ateng Hartono, Senin.

Selain beras, BPS meminta daerah mewaspadai lonjakan harga komoditas pangan harian lainnya. Beberapa komoditas tersebut meliputi cabai rawit, cabai merah, bawang merah, hingga telur ayam ras. Kenaikan komoditas ini berpotensi menekan daya beli masyarakat jika pemerintah daerah tidak segera mengambil tindakan antisipasi.

Kemendagri Beri Ultimatum: Segera Buka Gudang dan Diguyur ke Pasar

Berikutnya, Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir langsung memberikan arahan keras kepada Perum Bulog. Ia meminta Bulog agar tidak menahan stok dan segera menyalurkan cadangan beras pemerintah ke pasar secara masif. Langkah taktis ini menjadi instrumen utama untuk meredam gejolak harga pangan di tingkat konsumen.

“Stok beras pemerintah yang memadai harus kita manfaatkan secara maksimal untuk menekan potensi kenaikan harga,” tegas Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir.

Sementara itu, Perum Bulog berjanji mempercepat program Gerakan Pangan Murah dan penyaluran beras SPHP di wilayah prioritas. Bulog juga memperkuat Fasilitas Distribusi Pangan guna menekan beban biaya logistik hingga ke daerah terpencil. Kesimpulannya, Pemprov Lampung bersama Bulog siap meningkatkan pemantauan pasar demi menjaga stabilitas harga bahan pokok warga.***

BACA JUGA :  Tertarik dengan Industri Panas Bumi, Rizky Jajaki MSIB di PT AILIMA