Pemprov Lampung Percepat Kawasan Industri, Mayapada dan PISEL Target Groundbreaking Desember 2026

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat pengembangan sejumlah kawasan industri untuk menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kawasan Industri Mayapada dan PISEL menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Desember 2026.

Selain kedua kawasan tersebut, Pemprov Lampung juga memprioritaskan pengembangan Kawasan Industri Katibung. Kawasan ini berpotensi mendukung hilirisasi industri, termasuk rencana pembangunan kilang minyak dan industri kimia.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa percepatan pengembangan kawasan industri membutuhkan koordinasi yang solid antarlembaga. Ia menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Kawasan Industri di Ruang Pepadun, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (16/10/2026).

Marindo meminta seluruh anggota tim percepatan menjalankan tugas secara terpadu. Ia juga mendorong setiap anggota tim mengawal pemenuhan persyaratan, memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat, dan menjajaki kerja sama dengan calon investor.

“Pada saatnya nanti, ini tidak bisa berjalan secara parsial. Kita harus bersama-sama mengawal proses ini sesuai dengan tugas masing-masing dan terus melaporkan perkembangannya kepada Pak Gubernur,” ujar Marindo.

Mayapada dan PISEL Bidik Tahap Awal Pembangunan

Pemprov Lampung menargetkan Kawasan Industri Mayapada dan PISEL memasuki tahap groundbreaking pada Desember 2026. Target tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat realisasi investasi di sektor industri.

Namun, pemerintah tetap perlu mengawal kesiapan setiap proyek sesuai tahapan pengembangannya. Persiapan kawasan industri membutuhkan koordinasi, pemenuhan persyaratan, dan kepastian rencana pelaksanaan.

Melalui percepatan tersebut, Pemprov Lampung ingin menciptakan peluang investasi baru. Kehadiran kawasan industri juga berpotensi menggerakkan sektor pendukung, mulai dari transportasi dan pergudangan hingga penyediaan bahan baku.

Selain itu, aktivitas industri dapat membuka kesempatan kerja dan memperluas peluang usaha bagi masyarakat setempat. Dampaknya akan semakin besar jika perusahaan melibatkan tenaga kerja lokal dan pelaku usaha daerah dalam rantai pasok.

BACA JUGA :  Pelatihan Soft Skills Jadi Senjata Baru Generasi Muda, Wagub Jihan: Lobi dan Jaringan Lebih Penting dari Sekadar IPK

Katibung Disiapkan untuk Hilirisasi dan Industri Energi

Di sisi lain, Pemprov Lampung terus mendorong pengembangan Kawasan Industri Katibung. Pemerintah menempatkan kawasan ini sebagai salah satu peluang untuk memperkuat industri hilir dan mendukung agenda ketahanan energi nasional.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, menjelaskan bahwa Pemprov telah menindaklanjuti rencana pengembangan Katibung melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan PT Minamas.

Rencana pengembangan kawasan tersebut mencakup fasilitas pengolahan minyak mentah atau refinery, industri hilir oleokimia, dan industri kimia lainnya. Pemerintah juga merencanakan terminal khusus untuk menunjang kegiatan logistik dan distribusi.

Saat ini, penyelesaian studi kelayakan atau feasibility study (FS) menjadi salah satu prioritas. Kajian tersebut akan menilai aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan sebelum pemerintah melanjutkan pembahasan kesiapan proyek dengan pemerintah pusat.

“Kita berharap finalisasi feasibility study ini bisa diselesaikan sebelum Desember, sehingga menjadi bahan bagi Pemprov Lampung untuk melaporkan kesiapan daerah dalam mendukung cita-cita kemandirian energi nasional,” ujar Mulyadi.

Dengan demikian, Katibung memiliki arah pengembangan yang berbeda dari kawasan industri lainnya. Kawasan ini tidak hanya berpotensi menggerakkan investasi, tetapi juga mendukung pengolahan sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah.

FOILA Jadi Jalur Promosi untuk Menarik Investor

Untuk memperbesar peluang realisasi proyek, Marindo mendorong promosi kawasan industri melalui Lampung Forum Investment (FOILA).

Forum tersebut diharapkan mempertemukan Pemprov Lampung dengan calon investor yang memiliki kapasitas pendanaan dan kemampuan mengembangkan kawasan industri.

Secara khusus, pemerintah membidik anchor investor atau investor utama. Kehadiran investor utama dapat menjadi penggerak awal pengembangan kawasan sekaligus meningkatkan minat perusahaan lain.

Karena itu, Marindo meminta tim percepatan menyiapkan materi informasi dan publikasi sebelum pelaksanaan FOILA mendatang.

BACA JUGA :  Waskita Karya Bangun Kampus dan Sekolah Strategis Dukung Asta Cita Presiden

Selain promosi, pemerintah perlu memastikan kesiapan dokumen proyek dan informasi mengenai peluang usaha. Langkah ini akan membantu calon investor menilai potensi investasi, kebutuhan infrastruktur, dan prospek pengembangan kawasan di Lampung.

Investasi Jadi Strategi Perluas Lapangan Kerja

Mulyadi Irsan menjelaskan bahwa investasi memegang peran penting dalam memperkuat struktur ekonomi Lampung. Pemerintah tidak hanya mengandalkan produktivitas sektor pertanian, tetapi juga mendorong industri hilir dan sektor jasa, termasuk pariwisata.

Melalui strategi tersebut, Lampung ingin memperluas sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan nilai ekspor.

Selain itu, pengembangan kawasan industri dapat mendorong pengolahan komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah. Rantai pasok yang berkembang juga berpotensi membuka peluang bagi usaha kecil dan menengah.

Meski demikian, realisasi manfaat ekonomi bergantung pada keputusan investor, kesiapan infrastruktur, kepastian perizinan, dan kebutuhan pasar.

Karena itu, Pemprov Lampung terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Pemerintah juga menyelaraskan pengembangan kawasan industri dengan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP).

Pemprov turut membahas perkembangan Kawasan Industri Lampung (KAIL) beserta rencana pengembangan tahap berikutnya.

Lampung Perkuat Daya Saing Investasi Daerah

Pengembangan beberapa kawasan industri secara bersamaan menunjukkan upaya Pemprov Lampung memperluas basis ekonomi daerah. Setiap kawasan memiliki peluang untuk mendukung kegiatan industri, logistik, dan pengolahan sumber daya alam.

Namun, pemerintah perlu memastikan setiap proyek bergerak sesuai rencana dan memenuhi persyaratan yang diperlukan. Penyelesaian studi kelayakan, kesiapan infrastruktur, dan promosi investasi menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Jika target pengembangan berjalan sesuai rencana, kawasan industri dapat membuka peluang ekonomi baru bagi Lampung. Pada saat yang sama, pemerintah berharap investasi mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja, memperluas ekspor, dan memperkuat daya saing daerah.

BACA JUGA :  Bunda Maidawati Ungkap Perjalanan Hidupnya dalam Buku "Terjebak di Puncak"

Melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan kemitraan dengan dunia usaha, Pemprov Lampung berupaya mengubah potensi investasi menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***