Cegah Pernikahan Dini dan Seks Bebas di Tanggamus, Sivitas Akademika FK Unila Sosialisasi dan Edukasi Kesehatan Reproduksi

KRAKATOA.ID, TANGGAMUS — Tim Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berupa sosialisasi dan edukasi kesehatan reproduksi kepada masyarakat Pekon Doh, Rabu 30 Agustus 2023 di Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus.

Kegiatan ini diadakan sebagai upaya untuk mendukung masyarakat dalam menghadapi tantangan baru di era pasca pandemi COVID-19.

Tim pengabdi dosen yang terlibat dalam kegiatan PKM ini diketuai oleh dr. Tri Umiana Soleha, M Kes. dan beranggotakan Prof. Sutyarso, M.Biomed., dr.Oktafany, M.Pd. Ked., dan dr. Putu Ristyaning Ayu, Sp.PK (K)., M.Kes. Sementara itu, tim mahasiswa terdiri dari Afna Nur Afni Palogan, Dina Novriana, Ghina Nur Alifah, Luhut Uli Arto Naenggolan, dan Neysha Romantika Rahmadi.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan reproduksi, bahaya pernikahan dini, serta resiko seks bebas. Hal ini sangat relevan di era pasca pandemi COVID-19, dimana akses terhadap informasi kesehatan reproduksi seringkali terbatas.

Dalam paparannya, dr. Tri Umiana menjelaskan pentingnya kesehatan reproduksi sebagai bagian dari kesejahteraan individu dan masyarakat secara keseluruhan.

Ia juga memberikan informasi mengenai upaya-upaya pencegahan pernikahan dini dan seks bebas, termasuk pentingnya pendidikan seks yang tepat waktu dan komprehensif.

Selain itu, dipaparkan juga mengenai pentingnya pendidikan seks di sekolah dan keluarga. Ia menekankan bahwa edukasi tentang kesehatan reproduksi harus dimulai sejak dini, sehingga anak-anak dan remaja dapat memahami resiko dan konsekuensi dari pernikahan dini dan seks bebas.

“Kegiatan PKM ini juga mengundang partisipasi aktif dari masyarakat, yang merupakan aspek penting dalam pencapaian tujuan edukasi kesehatan reproduksi,” ujar dr. Tri Umiana.

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung, peserta memiliki kesempatan untuk berbicara langsung dengan tim pengabdian dosen dan mahasiswa. Hal ini memberikan ruang bagi peserta untuk mengungkapkan pertanyaan terkait dengan kesehatan reproduksi.

BACA JUGA :  Peduli Perubahan Iklim dan Lingkungan, Mahasiswa Unila Terpilih Menjadi Duta Inisiatif Indonesia

Selain berpartisipasi dalam sesi tanya jawab, peserta juga menerima materi edukatif dalam bentuk buku saku. Buku saku ini berisi informasi penting tentang kesehatan reproduksi, resiko pernikahan dini, serta dampak pandemi terhadap kesehatan reproduksi.

Dengan demikian, kegiatan PKM ini bukan hanya upaya mengedukasi sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat dalam menghadapi perubahan dan tantangan di era pasca pandemi COVID-19, tetapi juga mendorong kesadaran dan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya kesehatan reproduksi.
Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat Pekon Doh akan dapat mengambil tindakan yang lebih bertanggung jawab terhadap kesehatan reproduksi mereka, mengurangi resiko pernikahan dini dan seks bebas, dan pada akhirnya menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat, terutama di era pasca pandemi COVID-19.

Kegiatan ini merupakan contoh nyata dari komitmen FK UNila untuk menjalankan tridarma perguruan tinggi dalam melayani masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka.***