Jamur Bantu Kurangi Risiko Kebakaran Hutan

KRAKATOA.ID (VOA) — Di wilayah barat Amerika Serikat, para ahli kehutanan berupaya mengurangi risiko kebakaran hutan secara organik. Mereka memanfaatkan jamur untuk mempercepat proses dekomposisi materi-materi yang mudah terbakar.

Tumpukan dahan dan ranting, atau bahkan batang pohon, adalah pemandangan biasa di hutan-hutan di wilayah barat Amerika Serikat.

Dalam upaya menurunkan risiko kebakaran, pihak berwenang berupaya “merampingkan” hutan dengan menebang atau memangkas pohon secara selektif.

Sasaran utama mereka adalah pohon pinus dan cemara, yang tingkat kepadatannya sering memicu kebakaran besar.

Singkat kata, dalam 10 tahun ke depan, pemerintah federal akan merampingkan sekita 50 juta hektare hutan di wilayah Barat AS.

Sayangnya, upaya menurunkan risiko kebakaran ini berdampak negatif. Tumpukan batang, dahan dan ranting hasil perampingan justru meningkatkan risiko kebakaran.

Membiarkannya terdekomposisi akan memakan waktu puluhan tahun, Menghancurkannya dengan cara membakar berisiko memicu kebakaran. Membawanya ke luar dari hutan memerlukan biaya yang luar biasa besar.

Proyek Coldfire menawarkan solusi. Proyek mitigasi kebakaran hutan ini menganjurkan pemanfaatan jamur untuk menyembuhkan dan bahkan memperbaiki hutan dengan ekologinya sendiri.

“(Dengan jamur) kami hanya butuh dua tahun untuk mendekomposisinya, sementara alam membutuhkan waktu 20 hingga 50 tahun. Jadi ini lebih dari 10 kali kecepatan alam,” ujar Jeff Ravage, salah seorang pakar kehutanan dari Proyek Coldfire.

Menurut Zach Hedstrom dari Boulder Mushroom, pusat penelitian jamur di Colorodo, di mana Proyek Coldfire menjalin kerja sama, memanfatkan jamur juga bisa membantu menyuburkan lahan hutan.

Kebakaran hutan yang sangat panas, katanya, biasanya mensterilkan lahan dan menjadikannya rentan terhadap tanah longsor. Kondisi itu akan mempersulit upara reforestasi hutan.

Hedstrom mengatakan, bibit-bibit pohon baru akan memiliki peluang lebih besar untuk menstabilkan area yang terbakar jika ditanam di tanah yang sudah dicampur dengan jamur.

BACA JUGA :  Federasi Serikat Guru Akui Perundungan di Pendidikan Masih Marak

“Jamur mikoriza membantu tanaman berbagi air dan berbagi nutrisi,” ujarnya.

Menurut Zach Hedstrom dari Boulder Mushroom, pusat penelitian jamur di Colorodo, di mana Proyek Coldfire menjalin kerja sama, memanfatkan jamur juga bisa membantu menyuburkan lahan hutan.

Kebakaran hutan yang sangat panas, katanya, biasanya mensterilkan lahan dan menjadikannya rentan terhadap tanah longsor. Kondisi itu akan mempersulit upara reforestasi hutan.

Hedstrom mengatakan, bibit-bibit pohon baru akan memiliki peluang lebih besar untuk menstabilkan area yang terbakar jika ditanam di tanah yang sudah dicampur dengan jamur.

“Jamur mikoriza membantu tanaman berbagi air dan berbagi nutrisi,” ujarnya.