BANDAR LAMPUNG – SMP dan SMA Xaverius Bandar Lampung menggelar workshop kolaboratif bertajuk “Pembelajaran Mendalam dan Sekolah Adiwiyata” pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula kompleks persekolahan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan.
Workshop diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan dari jenjang SMP dan SMA Xaverius Bandar Lampung. Dua narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Dra. Ana Trihaswari dan P. Risdianto, S.Pd.
Pembelajaran Mendalam Dorong Siswa Berpikir Kritis
Dalam pemaparannya, Dra. Ana Trihaswari menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam tidak hanya menekankan penguasaan materi. Pendekatan tersebut juga membantu peserta didik memahami makna setiap pelajaran. Siswa diajak menghubungkan teori dengan kehidupan nyata. Mereka juga dilatih berpikir kritis dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
“Pembelajaran mendalam mengajak siswa untuk menghubungkan teori ilmiah dengan realitas di sekitarnya. Ketika anak-anak diajak berpikir kritis mengenai solusi atas masalah nyata, di situlah esensi belajar yang sesungguhnya terbentuk,” ujarnya.
Sementara itu, P. Risdianto, S.Pd. mengatakan Program Adiwiyata bukan sekadar menghadirkan lingkungan sekolah yang hijau. Program tersebut merupakan gerakan membangun karakter warga sekolah agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Program Adiwiyata bukan sekadar tentang penghijauan fisik sekolah secara estetis, melainkan sebuah gerakan sistemik untuk membentuk karakter warga sekolah yang peduli lingkungan,” katanya.
Ketua Yayasan Xaverius: Guru Harus Adaptif Menghadapi Perubahan
Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang, RD. Andreas Sutrisno, mengatakan dunia pendidikan harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, guru tidak lagi hanya menyampaikan materi pelajaran. Guru juga harus membentuk peserta didik yang kritis, kreatif, berkarakter, mampu bekerja sama, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan.
Ia menegaskan bahwa pembelajaran mendalam menjadi pendekatan yang relevan. Pendekatan tersebut membantu siswa memahami makna pelajaran, menghubungkan ilmu dengan kehidupan nyata, serta mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Kebiasaan belajar sepanjang hayat juga diharapkan tumbuh melalui proses tersebut.
Program Adiwiyata Selaras dengan Nilai Sekolah Katolik
Romo Sutris menilai semangat Adiwiyata sejalan dengan identitas sekolah-sekolah di bawah Yayasan Xaverius Tanjungkarang. Pembelajaran mendalam merupakan wujud Roh Pembelajar. Sementara itu, Program Adiwiyata menjadi implementasi Roh Pelayanan dan Roh Cinta Kasih melalui kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.
Ia berharap workshop ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Hasilnya diharapkan diterapkan dalam proses pembelajaran, budaya sekolah, dan kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah. Dengan demikian, SMP dan SMA Xaverius Bandar Lampung dapat terus meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menjadi teladan dalam budaya peduli lingkungan.
Workshop Diharapkan Melahirkan Inovasi Pembelajaran
Romo Sutris juga mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional, memperkuat kolaborasi, serta membangun budaya refleksi. Menurutnya, guru yang terus belajar akan mampu melahirkan peserta didik yang terus bertumbuh.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, panitia, narasumber, dan seluruh peserta. Ia berharap workshop ini menghasilkan berbagai inovasi pembelajaran yang semakin memperkuat kualitas pendidikan di SMP dan SMA Xaverius Bandar Lampung. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mendukung terwujudnya Yayasan Xaverius Tanjungkarang sebagai yayasan pendidikan Katolik yang unggul, transformatif, dan berkelanjutan.***
Kontributor : Valentina Beta Mei Saputri
Editor : Florentina Olivia Dewi





