KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Ehipassiko Foundation akan menggelar talkshow bertema “Aho Sukhaṁ, Ah Bahagianya!”.
Acara berlangsung di Swiss-Belhotel Lampung pada Kamis malam (16/11/2023). Ajahn Brahmali menjadi pembicara tunggal.
Ajahn Brahmali Bagikan Kiat Hidup Bahagia
Ketua panitia Taslim Sadikin menjelaskan tujuan talkshow tersebut. Ajahn Brahmali akan berbagi kiat menjalani hidup bahagia.
“Acara Ehipassiko Foundation kali ini berupa talkshow. Judulnya ‘Aho Sukhaṁ, Ah Bahagianya!’. Ajahn Brahmali akan membahas kiat agar kita tetap bahagia,” jelas Taslim.
Menurut Taslim, kondisi dunia saat ini tidak selalu baik. Pandemi baru saja berlalu. Berbagai konflik juga masih terjadi.
“Ekonomi sedang tidak baik. Kita juga baru lepas dari pandemi. Selain itu, perang terjadi di berbagai tempat,” ujarnya.
“Karena itu, kita akan belajar bagaimana tetap bahagia. Itulah alasan kami memilih judul ‘Aho Sukhaṁ, tetap bahagia’,” lanjut Taslim.
Taslim menyampaikan keterangan tersebut kepada Krakatoa.id. Ia tengah menyiapkan acara di Swiss-Belhotel Lampung, Kamis (16/11/2023).
Talkshow berlangsung pukul 19.00-21.30 WIB. Handaka Vijjananda akan memandu acara.
Sementara itu, Tasfan Santacitta bertugas menerjemahkan materi.
“Acara biasanya dimulai dengan ceramah Ajahn Brahmali. Tasfan Santacitta kemudian menerjemahkan ceramah tersebut,” papar Taslim.
“Setiap kalimat bahasa Inggris akan mendapat terjemahan bahasa Indonesia. Setelah itu, acara berlanjut dengan sesi tanya jawab.”
Ehipassiko Undang Tokoh Lintas Agama
Ehipassiko Foundation juga mengundang tokoh lintas agama. Panitia sekaligus meluncurkan buku “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 365”.
“Target awal peserta kami sebanyak 500 orang. Kami juga mengundang Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),” jelas Taslim.
Panitia mengundang sejumlah organisasi dan tokoh keagamaan. Mereka berasal dari MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, dan Keuskupan Tanjungkarang.
Selain itu, panitia mengundang perwakilan Kesusteran, Hindu, Kristen, Permabudi, dan Sangha.
Peserta Gunakan Voucher Rp50 Ribu
Taslim mengatakan peserta cukup membayar deposit voucher Rp50 ribu. Selanjutnya, peserta dapat menukar voucher tersebut dengan buku atau kaus.
“Peserta mengikuti acara dengan sistem voucher. Mereka melakukan deposit Rp50 ribu,” paparnya.
“Voucher itu senilai Rp50 ribu. Peserta bisa menukarkannya dengan buku atau kaus di bazar,” lanjut Taslim.
Menurut Taslim, panitia tidak menarik tiket masuk. Peserta hanya membayar deposit voucher.
Kuota Peserta Capai 606 Orang
Minat masyarakat terhadap talkshow tersebut cukup tinggi. Panitia bahkan menambah kuota sebanyak 106 orang.
“Kami sudah full house. Sampai tadi malam masih banyak yang meminta tiket,” kata Taslim.
“Awalnya kami menyediakan 500 kursi. Kemudian, kami menambah 106 kursi. Jadi, totalnya 606 kursi dan semuanya sudah penuh,” ungkapnya.
Ehipassiko Bagikan Kebaikan
Taslim menegaskan tujuan utama kegiatan tersebut. Ehipassiko Foundation ingin berbagi kebaikan kepada masyarakat luas.
“Acara ini sebenarnya menjadi ruang untuk berbagi dharma dan kebaikan kepada semua orang. Kami tidak hanya menyasar umat Buddha,” pungkas Taslim.
Menurutnya, peserta dapat memetik banyak pembelajaran melalui kegiatan tersebut. Mereka juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Intinya, kami ingin belajar bagaimana menjadi orang yang lebih bahagia dan lebih baik,” ujarnya.
Sebagai informasi, Ehipassiko Foundation merupakan gerakan studi, aksi, dan meditasi. Gerakan tersebut mengusung cinta kasih tanpa pilih kasih.
Anggota Ehipassiko Foundation berasal dari berbagai latar belakang agama.***






