KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Mencari dan memaknai hidup menjadi tantangan bagi manusia zaman ini. Apalagi, perubahan global bergerak sangat cepat. Akibatnya, manusia menghadapi semakin banyak pilihan, aktivitas, dan hiburan.
Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan. Manusia dapat kehilangan arah dan tujuan. Selain itu, rutinitas dan kebosanan dapat membuat seseorang merasa lelah. Pada akhirnya, hidup dapat terasa kehilangan makna dan kebahagiaan.
Tantangan tersebut juga muncul di kalangan kaum muda. Di tengah kondisi itu, sebagian anak muda merasa kesepian. Bahkan, mereka dapat kehilangan minat terhadap proses belajar.
Bina Karakter Ajak Siswa Menjadi Pribadi Proaktif
Karena itu, SMA Xaverius Bandar Lampung mengajak para siswa mengikuti program Bina Karakter. Tahun ini, program tersebut mengangkat tema “Menjadi Pribadi Proaktif”.
Dalam pelaksanaannya, tema tersebut mengacu pada konsep 7 Habits yang dipopulerkan Stephen Covey. Melalui konsep itu, siswa diajak membangun karakter melalui kebiasaan positif.
Menurut konsep tersebut, karakter tumbuh dari kebiasaan. Memang, seseorang membutuhkan waktu untuk mengubah kebiasaan. Namun, komitmen yang kuat dapat membantu seseorang membangun kebiasaan baru.
Selain itu, kebiasaan positif membutuhkan tiga unsur. Ketiganya mencakup pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan keinginan (desire).
Atas dasar itu, SMA Xaverius Bandar Lampung mengembangkan Program Bina Karakter. Program ini secara khusus mendampingi perkembangan siswa.
Melalui program tersebut, siswa belajar mengembangkan kedewasaan rohani dan psikologis. Selain itu, mereka belajar memahami makna hidup dan membangun integritas.
Tidak hanya itu, para siswa juga belajar membangun relasi yang sehat. Relasi tersebut mencakup hubungan dengan keluarga, teman, dan lingkungan belajar.
Pendampingan Berlangsung di Kalianda
Selanjutnya, SMA Xaverius Bandar Lampung menggelar program ini pada 4–12 Desember 2024. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Retreat Ngison Nando, Kalianda, Lampung Selatan.
Selama kegiatan, siswa mengikuti berbagai aktivitas dalam kelompok kecil dan kelompok besar. Dalam setiap kegiatan, pendamping mengajak siswa memahami nilai di balik pilihan mereka.
Sementara itu, Romo Pius selaku Pastoral Sekolah Yayasan Xaverius Tanjungkarang turut mendampingi para siswa. Selain Romo Pius, sejumlah Frater Keuskupan Tanjungkarang juga ikut terlibat.
Para frater tersebut sedang menjalani Tahun Orientasi Pastoral di sejumlah paroki. Dalam prosesnya, mereka membantu siswa menjalani refleksi dan pendampingan.
Melalui proses tersebut, siswa belajar memahami kasih Tuhan. Pada saat yang sama, mereka menggali nilai kehidupan yang dapat membantu pengambilan keputusan.
Selanjutnya, para pendamping mendorong siswa untuk mengembangkan kedewasaan diri. Dengan demikian, siswa dapat melihat setiap pilihan secara lebih bertanggung jawab.
Bina Karakter Bekali Siswa Menatap Masa Depan
Lebih lanjut, Program Bina Karakter menjadi bagian dari upaya SMA Xaverius Bandar Lampung mendampingi perkembangan siswa. Karena itu, sekolah berharap kegiatan ini membantu siswa menentukan prioritas hidup.
Selain menentukan prioritas, para siswa mendapat kesempatan mengenal diri lebih dalam. Mereka juga belajar memahami kehidupan dan membangun relasi yang sehat.
Selanjutnya, siswa dapat membawa pengalaman tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekal itu, mereka dapat menggunakan nilai yang dipelajari untuk menghadapi masa depan.
Pada akhirnya, Bina Karakter membantu siswa menyusun arah hidup secara lebih jelas. Selain itu, program ini mendorong mereka untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang matang.
Karena itu, sekolah mengapresiasi seluruh siswa SMA Xaverius Bandar Lampung yang telah mengikuti Bina Karakter.
Salam Xavepa Hebat!
Kontributor Berita: Valentinus Utomo
Editor: Resti Hosiana & F. Joko Winarno






