KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Dalam upaya mendorong internasionalisasi kampus dan peningkatan daya saing akademik global, Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Lampung (Unila) kembali terdaftar sebagai anggota International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) pada tahun 2025.
Kepala UPA Perpustakaan Unila, Bayzoni, S.T., M.T., menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keseriusan institusinya untuk terus terlibat dalam ekosistem keilmuan internasional. “Tahun 2025 ini UPA Perpustakaan Unila kembali menjadi member dari IFLA. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Perpustakaan Unila untuk memperkuat peran perpustakaan dalam mendukung penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi dan peningkatan kualitas akademik di Universitas Lampung,” ujarnya.
Sebagai organisasi tertinggi di bidang perpustakaan dan informasi, IFLA memberikan ruang strategis bagi anggotanya untuk berjejaring secara global, berbagi praktik terbaik, serta memperluas wawasan dalam pengelolaan layanan perpustakaan modern. Keanggotaan Perpustakaan Unila kali ini mencakup dua bagian penting, yakni Academic and Research Libraries serta Environment, Sustainability and Libraries, yang menunjukkan perhatian Unila terhadap pengembangan riset dan isu keberlanjutan.
Dengan menjadi bagian dari IFLA, Unila memperoleh akses terhadap informasi terkini di bidang perpustakaan dan informasi, serta kesempatan berkontribusi dalam proyek-proyek internasional. Selain itu, keterlibatan ini memungkinkan perpustakaan Unila untuk memperkaya kompetensi pustakawan melalui pelatihan global, forum diskusi, dan kesempatan menjadi relawan di skala internasional.
“Bagi kami, perpustakaan bukan hanya ruang baca, tapi jantung intelektual kampus yang harus terus berkembang dan terkoneksi dengan dunia luar,” tambah Bayzoni.
Selain UPA Perpustakaan Unila, terdapat enam institusi asal Indonesia yang juga tercatat sebagai anggota IFLA, antara lain Perpustakaan Nasional RI, Ikatan Pustakawan Indonesia, dan sejumlah perpustakaan perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Bina Nusantara.***






