Jalur Pendakian Gunung Betung Kembali Dibuka, Kini Lebih Aman dan Tak Lewati Air Terjun

KRAKATOA.ID, PESAWARAN — Jalur pendakian Gunung Betung kembali dibuka untuk umum pada Sabtu (7/6/2025). Pengelola sebelumnya menutup jalur itu selama hampir sepekan.

Penutupan terjadi setelah insiden tragis yang menewaskan seorang pendaki muda. Kini, pengelola membuka rute baru menuju puncak Gunung Betung.

Jalur Baru Hindari Air Terjun Atas

Pos Penjagaan Gunung Betung membangun jalur baru sepanjang sekitar 500 meter. Rute ini menghindari kawasan Air Terjun Atas yang berbahaya.

Koordinator Pos Penjagaan Gunung Betung, Agus Rianto, menjelaskan proses pembangunan jalur tersebut.

“Dikerjakan selama empat hari oleh pihak Pos Penjagaan Gunung Betung. Dua orang dari pos ikut mengerjakan. Kami juga mendapat bantuan satu pendaki dari Gading dan satu dari Pejambon,” ungkap Agus kepada Krakatoa.id, Sabtu (7/6/2025).

Agus menegaskan, petugas tidak lagi mengarahkan pendaki melewati kawasan air terjun.

“Jalur ini tidak lagi melewati Air Terjun Atas Gunung Betung yang sering memakan korban jiwa,” tambahnya.

Pendaki Tewas Picu Penutupan Jalur

Pengelola menutup jalur pendakian Gunung Betung pada Minggu (1/6). Penutupan itu menyusul kecelakaan fatal di kawasan Air Terjun Atas.

Korban bernama Teuku Muhamad Najib Hibabulloh (22). Mahasiswa asal Bandarlampung tersebut mencoba berfoto di zona terlarang.

Najib kemudian tergelincir dari tebing air terjun. Tebing tersebut memiliki ketinggian sekitar 30 meter.

Agus Rianto langsung mengumumkan penutupan jalur pada hari kejadian.

“Ditutup dari hari ini, Minggu 1 Juni 2025, sampai nanti dibuat jalur baru yang tidak lewat jalur bahaya melalui Air Terjun Atas itu,” ujar Agus saat itu.

Jalur Baru Jadi Rute Resmi

Petugas mulai membangun jalur baru pada Senin (2/6). Mereka menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam waktu empat hari.

BACA JUGA :  Misteri Gunung Betung: Aris Doyok Mengaku Bertemu Pasukan Jepang Tanpa Kepala

Kini, jalur baru menjadi rute resmi menuju puncak Gunung Betung. Pos penjagaan juga meminta pendaki tidak menggunakan jalur liar.

Petugas memberikan pengarahan kepada para pendaki sebelum perjalanan. Mereka juga membagikan peta jalur dan menjelaskan area yang harus dihindari.

Selain itu, petugas melarang pendaki bermain di sekitar Air Terjun Atas.

“Kami sudah beri pengarahan dan peta jalur, termasuk larangan bermain di area Air Terjun Atas. Namun, banyak yang tetap nekat,” tegas Agus.

Menurut Agus, pendaki harus menghormati kondisi alam. Kelalaian kecil dapat memicu risiko besar.

Pendaki Wajib Utamakan Keselamatan

Pengelola mengajak seluruh pendaki mengikuti jalur resmi. Pendaki juga harus mematuhi arahan petugas selama berada di kawasan Gunung Betung.

Selain itu, pendaki perlu menjauhi area terlarang. Langkah ini dapat mengurangi risiko kecelakaan.

Gunung Betung tetap menarik bagi pendaki lokal. Jalur baru kini menawarkan akses menuju puncak dengan menghindari kawasan Air Terjun Atas.

Meski begitu, kondisi alam tetap menghadirkan tantangan. Karena itu, pendaki harus mengutamakan keselamatan sejak awal perjalanan.***