KRAKATOA.ID, PESAWARAN — Komunitas Perenang Antar Pulau Lampung (KPAPL) akan menggelar “Berenang Merdeka 2025”. Kegiatan ini untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
KPAPL menyiapkan 500 perenang untuk mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih. Mereka akan berenang menuju titik upacara di tengah laut.
Panitia memilih lokasi sekitar 500 meter dari bibir Pantai Mutun, Pesawaran, Lampung. Kegiatan tersebut akan berlangsung pada 16 Agustus 2025.
Targetkan Dua Rekor MURI
Kegiatan “Berenang Merdeka 2025” menargetkan dua rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Rekor pertama menyangkut upacara bendera di permukaan laut dengan jumlah perenang terbanyak.
Rekor kedua menargetkan kategori gubernur pertama yang menjadi inspektur upacara di permukaan laut.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga akan berenang bersama para peserta.
Selain itu, Rahmat Mirzani Djausal akan bertindak sebagai inspektur upacara di tengah laut.
“Ini merupakan kegiatan kedua kami. Kali ini kami akan menerjunkan 500 perenang untuk memecahkan rekor MURI,” ujar Prof. Dr. Marselina Djayasinga, SE, MPM.
Sekretaris KPAPL itu menyampaikan pernyataan tersebut saat ditemui di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Rabu (30/7/2025).
Promosikan Wisata Bahari Lampung
Prof. Marselina mengatakan kegiatan ini tidak hanya menghadirkan olahraga air. KPAPL juga membawa misi edukasi dan promosi.
“Tujuan utama kami adalah memperkenalkan pariwisata Lampung. Kami juga ingin mengangkat perekonomian sektor bahari,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan. Khususnya, menjaga kebersihan laut.
“Bendera Merah Putih berukuran 2×3 meter akan dikibarkan di atas permukaan laut. Bendera itu menjadi simbol semangat kemerdekaan yang menyatu dengan kekuatan alam dan masyarakat Lampung,” pungkasnya.
Mengenal Komunitas KPAPL
KPAPL merupakan komunitas yang menghimpun para perenang. Mereka menjelajahi pulau-pulau di Lampung melalui jalur laut.
Ir. Napoli Situmorang, M.T., M.H. memimpin komunitas tersebut sebagai ketua. Sementara itu, Prof. Dr. Marselina Djayasinga, SE, MPM. menjalankan tugas sebagai sekretaris.***






