Mengintip Miniatur Indonesia di Jalanan Protokol Bandar Lampung Saat HUT Ke-344

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Wajah jalanan protokol Kota Bandar Lampung mendadak berubah menjadi panggung budaya raksasa pada Sabtu (19/7/2026). Saat itu, ribuan pasang mata menyaksikan harmoni kebinekaan Nusantara yang melebur dalam satu rute perhelatan.

Mengenai hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung sukses mengemas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 kota ini menjadi magnet wisata baru. Melalui langkah ini, festival tahunan tersebut sukses memukau warga lokal sekaligus pelancong luar daerah.

Selain itu, parade visual ini menjadi stimulus nyata bagi kebangkitan ekonomi di tingkat akar rumput. Bahkan, ratusan pedagang kaki lima dan pelaku UMKM sektor ekonomi kreatif meraup berkah keuntungan berlimpah di sepanjang jalur pawai.

Ketika Adat Dayak hingga Cirebon Bersanding Harmonis di Sai Bumi Ruwa Jurai

Lalu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung Adiansyah menyebut total 538 peserta mengikuti pawai jalan kaki ini. Ia menjelaskan bahwa komposisi peserta mencerminkan miniatur Indonesia yang hidup rukun di Kota Tapis Berseri.

“Komunitas yang turun ke jalan sangat beragam. Mulai dari kebudayaan Cirebon, Jawa Barat, Jawa Timur, Dayak, hingga adat kebanggaan Lampung,” jelas Adiansyah, Sabtu.

Sementara itu, kehadiran perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mempertegas pesan toleransi di tengah masyarakat. Selanjutnya, dentuman ritme atraktif dari tim drumband SMP Negeri 32 Bandar Lampung memicu antusiasme kawula muda di area pedestrian.

Kreativitas Tanpa Batas 82 Mobil Hias Memukau Wisatawan

Berikutnya, panitia menampilkan daya tarik utama berupa iring-iringan 82 unit kendaraan hias. Seluruh armada tampil nyentrik dengan replika ikonik hasil pembangunan, satwa khas, hingga ornamen tradisional Lampung.

Pihak instansi vertikal, BUMN, BUMD, OPD, kecamatan, hingga perguruan tinggi setempat mengirimkan seluruh mahakarya berjalan ini. Kemudian, tim juri dari kalangan budayawan dan akademisi independen melakukan penilaian estetika serta orisinalitas ide peserta secara ketat.

BACA JUGA :  LP3M Unila Sosialisasikan BKD Tahun 2023

Pada kesempatan sama, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana melepas langsung rombongan festival dan menyampaikan pesan mendalam terkait edukasi sejarah. Eva menilai bahwa tantangan mengenalkan identitas budaya bangsa kepada generasi muda saat ini semakin berat di tengah gempuran tren digital.

“Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya merupakan warisan budaya yang sangat berharga. Melalui kegiatan ini kita dapat lebih memahami, menghargai, dan memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada generasi muda maupun wisatawan,” terang Wali Kota Eva Dwiana.***