KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Ketika harga kebutuhan pokok menjadi perhatian utama masyarakat, Provinsi Lampung justru mencatat kabar positif. Pemerintah daerah berhasil menjaga stabilitas harga hingga membawa Lampung menjadi provinsi dengan inflasi terendah di Pulau Sumatera pada Juli 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Lampung berada di angka 1,76 persen year-on-year (yoy). Angka tersebut menjadi yang paling rendah dibandingkan seluruh provinsi lain di Sumatera.
Capaian ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan pengendalian inflasi. Lebih dari itu, angka tersebut menggambarkan upaya pemerintah menjaga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Harga Stabil Jadi Kunci Jaga Ekonomi Rumah Tangga
Inflasi berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Ketika harga pangan naik, beban pengeluaran rumah tangga ikut meningkat.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat pengawasan terhadap komoditas penting. Pemerintah memantau pasokan, distribusi, dan perkembangan harga di pasar.
Beberapa komoditas yang menjadi perhatian antara lain beras, bawang putih, minyak goreng, daging ayam ras, dan daging sapi.
Langkah tersebut membantu menjaga pasokan tetap tersedia. Masyarakat pun dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terkendali.
Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menyampaikan apresiasi terhadap kerja pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi.
Menurutnya, keberhasilan menjaga stabilitas harga merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemerintah daerah yang secara konsisten melakukan langkah pengendalian inflasi,” ujar Yusharto.
Lampung Tunjukkan Kinerja Terbaik di Sumatera
Keberhasilan Lampung menjaga inflasi mendapat perhatian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung secara virtual, Senin (4/8/2026). Pemerintah Provinsi Lampung mengikuti rapat dari Ruang Command Center Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung.
Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansah, mewakili Pemprov Lampung dalam kegiatan tersebut.
Dalam rapat itu, Yusharto menyebut Lampung sebagai provinsi dengan inflasi terendah di Sumatera.
Sementara itu, Aceh mencatat inflasi tertinggi di kawasan Sumatera dengan angka 5,38 persen.
Penurunan Harga Pangan Dorong Inflasi Lampung Turun
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan kondisi inflasi nasional pada Juli 2026.
Indonesia mencatat deflasi bulanan sebesar 0,14 persen. Sementara inflasi tahunan berada di angka 2,88 persen.
Menurut Ateng, penurunan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi faktor utama.
Beberapa komoditas seperti bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan tomat mengalami penurunan harga.
Namun, pemerintah tetap mengawasi pergerakan harga beras dan bawang putih yang masih mengalami kenaikan.
Lampung Timur Ikut Perkuat Capaian Inflasi Daerah
Selain capaian tingkat provinsi, sejumlah daerah di Lampung juga menunjukkan perkembangan positif.
BPS mencatat Kabupaten Lampung Timur mengalami deflasi terdalam di wilayah Sumatera.
Lampung Timur juga masuk dalam daftar kabupaten dengan tingkat inflasi tahunan terendah di kawasan tersebut.
Kondisi ini memperkuat posisi Lampung sebagai daerah dengan stabilitas harga yang baik.
Inflasi Lampung Turun dalam Dua Periode Terakhir
Yanyan Ruchyansah mengatakan inflasi Lampung mengalami penurunan pada Juni dan Juli 2026.
Secara bulanan, inflasi Lampung berubah dari 0,55 persen menjadi minus 0,49 persen.
Sementara secara tahunan, inflasi turun dari 2,46 persen menjadi 1,76 persen.
Untuk inflasi tahun kalender, angka tersebut juga turun dari 2,40 persen menjadi 1,92 persen.
Yanyan menilai capaian tersebut menunjukkan program pengendalian inflasi berjalan efektif.
Pemerintah Siapkan Sistem Deteksi Dini Harga
Meski inflasi berada dalam kondisi terkendali, Pemprov Lampung tidak berhenti melakukan pengawasan.
Pemerintah memperkuat sistem early warning untuk mendeteksi potensi kenaikan harga sejak awal.
Sistem tersebut mencakup pemantauan produksi, distribusi, stok pangan, hingga perubahan harga harian.
Yanyan meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi agar pemerintah dapat mengambil keputusan secara cepat.
“Sistem peringatan dini membantu pemerintah membaca potensi gejolak harga lebih awal,” katanya.
Inflasi Rendah Jadi Sinyal Positif Ekonomi Lampung
Capaian inflasi 1,76 persen menjadi sinyal positif bagi perekonomian Lampung.
Harga yang stabil membantu masyarakat menjaga konsumsi. Dunia usaha juga mendapat kepastian dalam menjalankan aktivitas ekonomi.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap kondisi tersebut terus terjaga.
Dengan inflasi yang terkendali, Lampung semakin siap mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.***






