KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Pengembangan PLTP Rajabasa tidak hanya menyasar kebutuhan energi Lampung. Proyek panas bumi tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
PT Supreme Energy Rajabasa (SERB) memproyeksikan proyek tersebut menyerap 1.000 hingga 2.000 tenaga kerja saat memasuki tahap konstruksi.
Perusahaan juga menyiapkan ruang lebih besar bagi tenaga kerja dan kontraktor lokal. PT SERB menargetkan porsi lokal mencapai 80 persen.
Rencana tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama PT SERB, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta PT PLN (Persero).
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (7/10/2026).
PLTP Rajabasa Buka Peluang Ekonomi Baru
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai pengembangan energi memiliki kaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
Lampung membutuhkan pasokan energi yang kuat untuk menopang aktivitas industri. Pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah kawasan industri baru.
Natar dan Bakauheni menjadi dua kawasan yang masuk dalam pengembangan tersebut. Pemerintah mengarahkan kawasan itu untuk mendorong hilirisasi komoditas unggulan.
Tebu menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian. Produk berbasis tapioka juga masuk dalam pengembangan hilirisasi.
Kehadiran sumber energi baru dapat mendukung kebutuhan industri di kawasan tersebut. PLTP Rajabasa menjadi salah satu proyek yang berperan dalam penguatan pasokan energi.
Tenaga Kerja Lokal Jadi Perhatian
Proyek PLTP Rajabasa membawa peluang bagi masyarakat di sekitar lokasi. Tahap konstruksi membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar.
PT SERB memperkirakan kebutuhan tenaga kerja mencapai 1.000 sampai 2.000 orang.
Perusahaan juga membuka peluang bagi kontraktor lokal. Target porsi tenaga kerja dan kontraktor lokal mencapai 80 persen.
Target tersebut dapat membuka kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha di Lampung. Mereka dapat mengambil bagian dalam berbagai kebutuhan proyek.
Perusahaan juga menyiapkan program pelatihan. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal.
Dengan peningkatan keterampilan, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk terlibat dalam proyek. Pelaku usaha lokal juga dapat mengikuti kebutuhan pekerjaan yang sesuai dengan kapasitas mereka.
Gubernur Kawal Manfaat Proyek
Pemprov Lampung akan mengawal pengembangan PLTP Rajabasa. Pemerintah tidak hanya memperhatikan aspek pembangunan fisik.
Gubernur juga menyoroti kondisi masyarakat di sekitar wilayah proyek. Ia meminta seluruh pihak membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Pemerintah akan membantu mencari solusi atas persoalan yang muncul. Koordinasi dengan pihak terkait akan terus berjalan.
Langkah tersebut penting untuk menjaga hubungan antara proyek dan masyarakat sekitar. Pemerintah juga ingin memastikan pengembangan proyek berjalan secara kondusif.
Konstruksi PLTP Rajabasa Mulai 2027
Pengembangan PLTP Rajabasa kini memasuki sejumlah tahapan penting. PPKH telah terbit pada 25 September 2026.
Selanjutnya, Kementerian ESDM, PLN, dan PT SERB mengejar penyelesaian amandemen PJBL/PPA.
Ketiga pihak menargetkan proses tersebut selesai paling lambat akhir Desember 2026.
Setelah itu, PT SERB menyiapkan pekerjaan fisik. Perusahaan menargetkan pekerjaan awal mulai pada awal 2027.
Pekerjaan awal mencakup pembukaan akses dan persiapan lokasi pengeboran. Tahapan tersebut akan menjadi pintu masuk menuju pekerjaan konstruksi proyek.
Energi Panas Bumi Dorong Industri Lampung
PLTP Rajabasa memiliki peran strategis dalam rencana pengembangan energi Lampung. Proyek ini memanfaatkan sumber energi panas bumi yang tersedia di wilayah Rajabasa.
Pemerintah ingin memperkuat pasokan energi seiring pertumbuhan kebutuhan listrik. Industri baru membutuhkan energi yang stabil untuk menjalankan kegiatan produksi.
Karena itu, pengembangan PLTP Rajabasa memiliki dampak yang lebih luas. Proyek ini tidak hanya berkaitan dengan pembangkit listrik.
Proyek juga dapat membuka peluang usaha dan pekerjaan. Masyarakat lokal dapat memperoleh manfaat melalui keterlibatan dalam rantai kegiatan proyek.
PLTP Rajabasa Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Pemprov Lampung bersama Kementerian ESDM, PLN, dan PT SERB akan terus mengawal proyek tersebut.
Pemerintah daerah akan memastikan koordinasi berjalan selama proses pengembangan. Pemerintah juga akan membantu menangani kendala teknis dan sosial.
Dengan target konstruksi mulai 2027, masyarakat kini menanti realisasi peluang ekonomi dari proyek tersebut.
Jika target tenaga kerja dan kontraktor lokal mencapai 80 persen, PLTP Rajabasa dapat membuka ruang partisipasi yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku usaha Lampung.
Di sisi lain, tambahan pasokan energi dapat mendukung pertumbuhan industri. Kombinasi investasi, energi, dan tenaga kerja lokal menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi Lampung.***






