Forum CSR Lampung Didorong Jadi Penggerak Pembangunan dan Ekonomi Daerah

KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Lampung mendapat dorongan untuk memperkuat perannya. Forum ini perlu menjadi penghubung pemerintah dan dunia usaha dalam menjalankan pembangunan daerah.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Sinergi dan Kolaborasi Pemerintah Daerah dengan Dunia Usaha melalui Program CSR. Kegiatan berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Kamis (8/10/2026).

Menurut Mirza, Forum CSR harus memiliki arah kerja yang jelas. Forum juga perlu menghubungkan program perusahaan dengan kebutuhan masyarakat.

“Program pemerintah harus ikut menyelaraskan dengan arah negara. Program CSR, Forum CSR juga harus ikut menyelaraskan dengan arah negara, sehingga semuanya punya dampak,” ujar Mirza.

Forum CSR Perlu Satukan Program

Mirza menilai pemerintah dan dunia usaha memiliki kekuatan masing-masing. Pemerintah menetapkan arah pembangunan dan menyiapkan regulasi.

Sementara itu, perusahaan memiliki sumber daya, teknologi, keahlian, jaringan, dan program CSR. Karena itu, kedua pihak perlu menyatukan kekuatan tersebut.

Forum CSR dapat mengambil peran sebagai penghubung. Forum dapat membantu perusahaan memilih program sesuai kebutuhan daerah.

Dengan cara itu, perusahaan tidak perlu menjalankan CSR secara terpisah. Mereka dapat mengarahkan dukungan pada program yang memberi dampak lebih luas.

“Dukungan dunia usaha dapat memperkuat program pemerintah sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Karena kalau pemerintah sendirian, tidak akan bisa jalan,” kata Mirza.

CSR Bisa Perkuat Ekonomi Desa

Mirza kemudian menawarkan Program Desaku Maju sebagai ruang kolaborasi. Program tersebut mencakup sejumlah sektor yang berkaitan dengan ekonomi desa.

Di antaranya terdapat Pupuk Hayati Cair (PHC), bed dryer, penguatan vokasi, BUMDes, koperasi, dan pembangunan jalan desa.

Pemprov Lampung menargetkan penggunaan PHC mampu meningkatkan produktivitas pertanian sebesar 15-20 persen. Selanjutnya, perusahaan dapat membantu petani melalui teknologi dan sarana produksi.

BACA JUGA :  Gubernur Lampung Lantik Ayu Asalasiyah Jadi Bupati Way Kanan

Mirza juga memberi contoh kolaborasi di sektor peternakan. Pemerintah menjalankan program PHC, dryer, dan vokasi. Perusahaan kemudian dapat mendukung program itu dengan mesin pakan dan DOC ayam.

Menurut Mirza, pola tersebut dapat membangun ekosistem ekonomi desa. Masyarakat juga mendapat peluang untuk meningkatkan usaha dan pendapatan.

Forum CSR Bisa Dorong Desa Wisata

Selain pertanian, Mirza membuka ruang kolaborasi pada sektor pariwisata. Ia mengajak perusahaan ikut mengembangkan desa wisata budaya.

Pemprov Lampung telah memilih sejumlah desa budaya untuk dikembangkan. Pemerintah ingin menghidupkan identitas, sejarah, budaya, produk lokal, dan ekonomi kreatif masyarakat.

Karena itu, Forum CSR dapat menghubungkan perusahaan dengan desa-desa tersebut. Perusahaan dapat memberikan dukungan melalui pelatihan, teknologi, promosi, dan pengembangan produk.

Kolaborasi tersebut dapat memperkuat ekonomi masyarakat. Pada saat yang sama, perusahaan juga dapat menjalankan CSR secara lebih berkelanjutan.

Pemprov Susun Planbook CSR 2026-2030

Pemprov Lampung juga menyiapkan Planbook CSR 2026-2030. Dokumen tersebut menjadi panduan untuk menyelaraskan program perusahaan dengan prioritas pembangunan daerah.

Planbook itu memberikan arah program yang lebih jelas. Pemerintah juga ingin mendorong keterpaduan, transparansi, dan akuntabilitas.

Pemprov Lampung menyiapkan data, regulasi, arah pembangunan, dan fasilitasi. Sebaliknya, dunia usaha dapat memberikan sumber daya, inovasi, teknologi, keahlian, jaringan, serta program CSR.

Forum CSR kemudian dapat mempertemukan kebutuhan daerah dengan kemampuan perusahaan. Langkah ini membuat program CSR lebih terukur dan tepat sasaran.

Mirza Dorong CSR Jadi Investasi Sosial

Mirza ingin perusahaan mengubah cara pandang terhadap CSR. Ia mendorong perusahaan melihat CSR sebagai investasi sosial, bukan sekadar kegiatan bantuan.

“Dunia usaha ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan Provinsi Lampung. CSR tidak diarahkan sebagai kegiatan tambahan perusahaan, tetapi menjadi bagian dari orkestrasi pembangunan daerah,” ujarnya.

BACA JUGA :  Wakil Gubernur Lampung Tinjau Pemeriksaan Kesehatan Siswa SRMA di Lampung Selatan

Menurut Mirza, kolaborasi tersebut dapat membuka lapangan kerja. Selain itu, program bersama juga dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

Ia kemudian mengaitkan semangat kolaborasi dengan nilai Sakai Sambayan. Nilai tersebut mengajarkan masyarakat untuk saling membantu dan memperkuat.

“Karena pembangunan bukan tentang siapa yang bekerja paling banyak. Pembangunan adalah tentang bagaimana kita bergerak bersama. Itulah Sakai Sambayan dan itulah semangat yang ingin kita hidupkan dalam Forum CSR,” kata Mirza.

Karena itu, ia mengajak pemerintah dan dunia usaha memperkuat kemitraan. Mirza berharap Forum CSR mampu menjadi penggerak kolaborasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Lampung.

“Mari kuatkan sinergi dan kemitraan, untuk pembangunan yang semakin hebat,” pungkasnya.***