Kebakaran Wisma Santo Albertus Bandar Lampung, Romo Fritz Berusaha Padamkan Api

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Asap hitam mengepul dari lantai dua Gedung Wisma Santo Albertus, Pahoman, Bandar Lampung. Seketika, kepanikan menyebar di sekitar lokasi.

Di tengah situasi itu, seorang imam berlari menuju halaman depan. Wajahnya serius. Langkahnya cepat. Tangannya menggenggam alat pemadam kebakaran mini.

Imam itu ialah Romo F. Fritz Dwi Saptoadi. Saat itu, ia menjabat Ketua Rumpun Pewartaan Keuskupan Tanjungkarang.

Sebelumnya, Romo Fritz baru tiba di rumah. Namun, ia langsung melihat asap mengepul dari lantai dua.

Romo Fritz kemudian menuju aula pertemuan. Sayangnya, kepulan asap yang tebal membuatnya kesulitan mendekati sumber api.

“Saya baru sampai rumah, kira-kira jam setengah tiga. Begitu turun dari kendaraan, saya lihat asap sudah mengepul dari atas. Refleks saya langsung menuju ke aula, tapi asap terlalu tebal,” ujar Romo Fritz.

Pada saat kejadian, Romo Fritz tinggal di lantai satu wisma.

Romo Fritz Berusaha Selamatkan Barang

Setelah melihat kondisi tersebut, Romo Fritz segera mengajak beberapa rekannya bergerak. Mereka kemudian memindahkan barang-barang dari area sekitar aula.

“Kami bantu pindahkan alat-alat di bawah supaya tidak terbakar. Semua teman-teman juga ikut,” katanya.

Selanjutnya, mereka mencoba menggunakan alat pemadam kebakaran mini. Namun, api terus membesar.

“Apinya tidak bisa dikuasai, jadi kami cepat panggil pemadam kebakaran,” lanjutnya.

Menurut Romo Fritz, aula tersebut biasa mereka gunakan untuk pertemuan. Saat kebakaran terjadi, tidak ada orang di dalam ruangan.

Aula itu hanya menyimpan kursi, meja, dan papan tulis. Selain itu, ruangan tersebut memiliki instalasi listrik.

“Saya menduga bisa jadi karena korsleting, tapi itu wewenang penyelidikan,” imbuhnya.

Damkar Kerahkan Lima Armada

Tidak lama kemudian, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandar Lampung menerima laporan. Petugas mencatat laporan masuk pada pukul 14.34 WIB.

BACA JUGA :  Tim SAR Cari Alfian di Teluk Betung, Hari Kedua Belum Ditemukan

Setelah itu, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Kepala Damkar Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengerahkan lima unit armada.

Sebanyak 30 personel ikut menangani kebakaran. Berkat respons cepat tersebut, petugas berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar 10 menit.

“Kebakaran diduga akibat arus pendek dari lantai dua, tapi penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” jelas Anthoni.

Sementara itu, Anthoni memastikan api membakar aula di lantai dua. Beruntung, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Wisma Santo Albertus Bagian dari Keuskupan Tanjungkarang

Sebagai informasi, Gedung Santo Albertus berada di Jalan Way Lubuk No. 2, Rawa Laut, Enggal, Bandar Lampung. Gedung tersebut merupakan bagian dari Kantor Keuskupan Tanjungkarang.

Sementara itu, Kongregasi Suster-suster Belas Kasih dari Hati Yesus yang Mahakudus mengelola wisma tersebut.

Meski kebakaran sempat memicu kepanikan, warga dan penghuni wisma segera menunjukkan solidaritas.

Sebelum petugas tiba, Romo Fritz dan sejumlah rekannya berusaha menyelamatkan barang. Mereka bergerak menggunakan peralatan sederhana di tengah kepulan asap.

“Tidak ada yang kami pikirkan selain menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan. Puji Tuhan, semua selamat,” ujar Romo Fritz.

Kini, puing-puing hangus memenuhi bagian aula di lantai dua. Pada akhirnya, bekas kebakaran itu menjadi saksi peristiwa yang berlangsung pada Selasa siang tersebut.***